The Strory Of Mr. Rigel

The Strory Of Mr. Rigel
Prolog II


__ADS_3

Semuanya beres setidaknya setelah menunggu cukup lama. Kami berhasil menyelesaikan urusan kami di bank dan segera kembali ke kantor.


Rekanku melihatku dan bertanya. "Hai dimana kamu akan menaruh uangnya?"


Aku yang sedang membawa tas berisikan uang ratusan juta ditanganku menjawab pertanyaannya.


"Gak apa-apa Aku hanya akan menaruhnya disini."


Aku membuka pintu belakang mobil van dan menaruhnya dibawah sebuah tas lainya yang memiliki bentuk dan warna yang sama.


"Oke beres."


rekanku sudah ada dibalik kemudi menghidupkan mesin, aku menutup pintu belakang mobil dan segera masuk kembali kedalam mobil.


Mobi kami mundur, berbelok kemudia keluar dari tempat parkir bank tersebut menuju jalan.


Agar perjalanan kami tidak terasa bosan aku mulai pembicaraan.


"Hai apa kamu tertarik menjadi manager HRD?"


"Hah... kenapa tiba tiba kamu mengatakan hal itu kepadaku."


"Menurutku kamu bisa dipercaya, jadi jika kamu menginginklan posisi itu aku akan memberikannnya kepadamu."


"Apa kamu mau menyingkirkan manager yang lama, kamu bisa?"


"Tentu aku bisa, itu hal yang bisa aku lakukan sekarang."


"Sekarang, hah... kamu itu."


Aku tersenyum kearah dia yang sedang merasa bimbang sambil mengemudi.


Lalu beberapa saat kemudia mobil kami dihadang oleh sebuah mobil minibus berwarna hitam yang tiba tiba berhenti didepan mobil kami.


Rekanku panik setelah melihat beberapa orang bersenjata keluar dari mobil tersebut.


Terdapat lima orang bertopeng keluar dari mobil itu, mereka munuju kearah kami, memukul kaca sambil mengatakan. "buka, cepatan buka." dengan tangan yang memegang sebuah parang.


"Kita harus apa nih, "ucap rekanku yang terlihat panik.


"Gak apa apa kita turun saja, jangan takut."


Kami mencoba keluar dari mobil dengan kedua tangan mengangkat keatas, kemudian rekanku dengan cepat ditodong senjata tajam sedangkan salah satu perampok mendorongku dari mobil hingga aku terjatuh.


"Dimana uangnya!?" ucap si prampok


"Ada di pintu belakang," jawabku dengan tenang


"Oke tunjukan."


Aku dan perampok itu berjalan dibelakang dan segera membuka pintu belakan mobil.


disekitar kami terdapat beberapa warga masyarakat yang menyaksikan kejadian perampokan ini. Namun, para perampok menggunakan senjata tajam untuk menakuti para warga.


Tapi apa yang aku pikirkan adalah mereka menutup wajah mereka tapi


tidak menutup atau mengubah plat nomer kendaraan, bisa aku lihat dengan jelas kalau mobil yang mereka bawa adalah mobil sewaan dari salah satu rental mobil yang aku kenal.


Pintu mobil dibuka dan terlihat dua tas ditumpuk. Si prampok meminta rekanya untuk mengambil tasnya.


"Hai kau cepat ambil tasnya."

__ADS_1


"Baik."


Rekan prempok itu meliha kedua tas tersebut, membaca sebuah tulisan yang ada disetiap tas tersebut.


Karena orang orang mulai berkerumun, perampok itu mengambil tas tersebut dengan cepat dan setelah mendapatkan tasnya, mereka bergegas untuk masuk ke dalam mobil.


Aku yang tersandera mulai dilepaskan oleh perampok tersebut lalu meninggalkan aku.


Aku yang telah lepas dari perampok itu segera berjalan menghampiri temanku yang juga sudah dilepaskan dari sandera perampok lainnya.


"Kamu tidak apa apa."


"Tidak masalah, tapi uangnya."


"Jangan khawatir aku-"


Ketika aku mencoba menenangkan rekanku, salah satu perampokon muncul dari jendela mobil yang dia naiki. Kemudia dari bajunya dia mengeluarkan sebuah senjata api jenis revolver, dia mengarahkan kearah kami dan....


Dor!!.... Dor!!..... Dor!!....


"Aaarrggh.... "


Aku tertembak, tiga peluru menembus tubuhku membuat aku kehilangan pijakanku dan terbaring.


Mobil prampok langsung pergi setelah melakukan penembakan, warga sekitar dibuat panik oleh suara tembakan tersebut dan rekanku segera membantuku.


"Kamu baik baik saja."


"Ditembak tiga peluru tidak bisa dibilang baik baik saja, aaakkhh!!"


Darah mulai menyebar disekitarku kesadaranku mulai kabur tapi.


"Hai... aku akan katakan ini padamu."


Dia terlihat panik melihatku yang belumuran darah, warga sekitar mulai berkerumun disekitar kami.


aku menarik lengan kemejanya lalu berbisik kearahnya


"Tenanglah, yang perampok itu ambil hanyalah onderdil bekas mobil, uangnya masih aman."


Mendengar perkataanku matanya melebar dan wajahnya menghadap kearahku, aku lanjut menjelaskannya.


"Ini semua sudah disetting, aku tau pelakkunya tapi, aarrkkh... aku tak menyangka mereka akan menembakku."


Rekanku terdiam melihatkku.


"Dengar dan ingat ini mobilnya SUV berwarna hitam,plat nomernya... dan tempat rentalnya... ,tolong ingat itu."


"Aku mengingatnya tapi kamu bilang kamu tau pelakunya, siapa pelakunya."


Penglihatanku kabur dan tubuhku mulai mati rasa, aku rasa tidak menahanya lagi, sebelum aku pergi menaggapi pertanyaan terkhir rekanku


"Aku Yakin Kamu akan menjadi manager yang ba-"


Blamm....


***


Gelap, disekelilingku diselimuti kegelapan, aku tidak bisa melihap apapun. Tangan dan kaki maupun badanku sendiri tidak bisa kurasakan. Aku seperti melayang diudara, aku tidak tau dimana aku berada.


"Mati ... aku sudah mati"

__ADS_1


[Hidupmu sudah berarti?]


"....aku tidak tau,tapi aku suka dengan kehidupanku."


[penyesalan?]


"... tidak ... aku tidak ada peyesalan dalam hidupku."


[Keinginan?]


"... tidak."


[Kesempatan?]


"... jika diberikan, aku mau mendapatkannya."


[Memberikan]


Tiba tiba didepanku muncul sebuah cahanya putih yang terang, mendekatiku dan mengubah area sekelilingku dengan cahaya dan aku melihat sebuah layar didepanku .


["Ini ayah nak, lihat ibumu disebelah sana"]


["Nak, ini ibu... apa kamu lapar"]


Aku melihat melihat dua orang dewasa laki laki dan perempuan, apa mereka ayah ibuku.


["Ayah,apa banyi ya sehat"]


["Syukurlah aku punya adik laki laki"]


Aku melihat dua anak anak, yang satu laki laki yang satunya perempuan, kurasa umur mareka berbeda beberapa tahun.


["Dia sehat"]


Seketika layar didepanku menghilang lalu area sekitarku berubah menjadi sebuah lorong dan seketika aku dibuat bergerak seolah sedang berjalan melewatinya.


"Apa ini mimpi? ... bukan, ini seperti ingatanku ... selama satu tahun."


Kemudia aku melihat kedepan, sebuah pintu yang mulai mendekat kearahku. Pintu itu terbuka dan cahaya menyilaukan tiba tiba terpancarkan.


***


Aku merasakan bahwa aku sekarang terbaring ditempat tidur yang sangat empuk. Aku sedikit menggerakan tangan dan kakiku, setelah itu Aku mulai membuka mataku.


Aku dimana??...


Aku melihat sekeliling kanan dan kiriku, yang aku lihat hanyalah kayu panjang berdiri vertikal yang mengelilingiku seperti penjara, diatasku terdapat gantungan mainan. Aku merasa jika aku berada di sebuah box bayi


Tak lama kemudia seorang perempuan muncul dari balik box bayi.


Perempuan dewasa, berambut silver panjang yang dikepang dengan poni pendek menyamping dan mata yang berwarna ungu, dia terlihat sangat cantik saat aku melihatnya.


Dia tersenyum kerahku membuat aku merasakan kembali kehangatan dan kelembutan dari seorang yang disebut sebagai ibu.


Dia ada di ingatanku, jangan jangan...


"Cup cup cup anak ibu, kamu baru bagun, apa kamu sudah sehat," sapanya dengan nada lembut.


Setelah menyapaku dia lalu memegang dahiku, menghelus rambutku. Lalu wanita itu mengangkat Aku dari box bayi tersebut.


"Booa... baaa... "

__ADS_1


"Ara ara kamu sudah sembuh Rigel," ucapnya sambil menggendongku


Nama itu, ahh Aku ingat dia ... dia, tidak perempuan ini adalah ibuku, orang pertama yang aku lihat dikehidupan baruku.


__ADS_2