
tok tok tok..
"biar rara aja bun yang buka, paling juga supir temen bunda yang ambil pesanan"
rara berjalan menuju pintu rumah dengan menggunakan kaos oblong hitam dan celana hotpants.
rara membuka pintu sambil bergumam dalam hati "gilak supirnya aja ganteng banget gini"
terlihat diambang pintu lelaki tampan dengan tinggi badan kurang lebih 180cm membuat rara harus mendongak agar bisa melihat jelas wajahnya.
"eehheemm" lelaki tadi berdehem membuyarkan lamunan rara.
"mau ambil pesanan mas? atas nama siapa?" tanyaa rara.
tanpa berbicara, lelaki itupun memberikan secarik kertas dan kemudian rara membacanya.
"oh atas nama Ibu Yasmin, tunggu bentar" dengan raut muka kesal rara masuk kedalam rumah dan menanyakan pesanan ibu yasmin kepada bunda.
"pesanan bu yasmin yang mana bun?"
"itu ada di meja makan"
"duh banyak amat bun, repot bawanya nih"
"minta tolong aja sama supirnya bantuin kamu"
kemudian rara kembali ke depan menemui supir ibu yasmin. "mas bisa minta tolong bawain gak? nanti aku bantu juga masukin ke mobil"
__ADS_1
"cckkk ngerepotin banget si.. dimana kue nya?" supirnya bertanya dengan nada kesal
"noh disana diatas meja makan" jawab rara tak kalah kesal.
sambil memasukan dus kue yang telah ditata rapi di dalam mobilnya, rara pun sesekali melihat raut wajah supirnya dari samping. rara melihat begitu indah wajahnya, putih, bersih, hidung mancung.
"minggir, gue mau tutup mobilnya" sambil menggeser badan rara
seketika lamunan rara pun buyar dan segera menggeser badan nya.
setelah mobil pintu mobil tertutup, supir itu langsung menjalankan mobil pergi meninggalkan rara yang masih bengong dan kaget karna tidak ada kata apapun yang keluar dari mulut supir itu.
"bilang makasi kek, apa kek, main pergi aja! supir gak sopan! tampan tapi judes"
"kenapa ra? kok kesel gitu mukanya?" tanya bunda
dengan senyum hangat bunda berkata "mungkin lagi buru-buru"
"ya gak gitu juga kali bun"
"udah udah jangan kesel terus ih, jelek tau"
"bunda apaan si"
sore menjelang, bunda dan rara bersiap ke pasar malam. dengan tangtop hitam, kemeja yang tidak dikancing, topi serta sepatu sneakers nya rara berdiri di depan rumah menunggu bundanya.
"bun ayo"
__ADS_1
"iya bentar bunda kunci dulu pintunya"
setelah selesai mengunci pintu, bunda dan rara pergi menggunakan ojek online.
setelah sampai pasar malam, mereka berdua sibuk mencari baju. setelah dapat beberapa baju yang dirasa cocok, kemudian mereka makan di warung kaki lima.
"bunda mau makan apa?"
"bunda mau ayam goreng aja"
"bentar ya bun, rara pesenin"
tak berapa lama, pesanan mereka datang dan melahap semua makanan nya tanpa bersisa.
setelah membayar, mereka berjalan menuju halte bis yang ada di dekat warung makan. terdengar suara petir menyambar tanda akan hujan.
"bun serem banget petirnya, mana udah mulai gerimis lagi. mana si bis nya gak dateng-dateng?"
"sabar sayang, kita tunggu aja ya"
sambil mengadahkan tangannya ke langit merasakan derasnya hujan "nah kan ujan gede bun, gimana kita pulang?"
"tunggu sebentar lagi ya"
di tempat lain, ibu yasmin selesai berbelanja di mall dengan mengendarai mobil sport merah. ibu yasmin memang seumuran dengan bundanya rania tapi terlihat muda karena berbagai perawatan yang dilakukan.
setibanya di perempatan, ibu yasmin melihat bunda rania sedang di halte bis. kemudian ibu yasmin membelokkan setir mobil ke arah halte sambil membuyikan klakson.
__ADS_1
tet tet ...