TOMBOY I Love You

TOMBOY I Love You
Ep. 1 Aku Rania


__ADS_3

Cerita tentang perempuan tangguh. Namanya Rania Elena. Sejak kecil hidup hanya berdua dengan sang Bunda. Ayahnya meninggal ketika Rara (sapaan akrab Rania) berumur 5 tahun. Sejak saat itu Rara menjadi pribadi yang kuat, jauh lebih kuat dari perempuan sebayanya. Dan kini Rara telah berumur 23 tahun saat dia lulus kuliah dengan predikat terbaik.


"Rara selamat ya jadi lulusan terbaik fakultas teknik taun ini" teriak Clarissa yang juga wisuda dihari yang sama. Clarissa adalah sahabat baik rara sejaligus teman satu angkatannya.


"ayo kita foto untuk kenang-kenangan" ajak Fatih. Mereka bertiga pun mengabadikan moment indah dengan kamera smartphone. Selesai acara wisuda, rara, fatih, dan claris pergi ke cafe dekat dengan gedung tempat acara wisuda diadakan.


"Eh ra abis ini beneran jadi magang di Bara Sejahtera Company?" Tanya claris


"Iya ra, jadi kah? Soalnya susah banget magang ditempat itu, ketat seleksinya"


"InsyaAllah jadi, awal bulan depan aku udah mulai magang di BSC" jawab rania dengan senang.


"Wah selamat ya ra" teriak fatih dan clariss


Setelah lama mereka berbincang, mereka kembali ke keluarga masing-masing yang telah menunggu di area parkir.


"Udah selesai foto-fotonya sayang?" Bunda rania bertanya sambil memeluk hangat putrinya


"Udah bun, ayo kita pulang" ajak rara


Didalam mobil sewaan, rara memberitahukan bahwa bulan depan dia akan mulai magang di BSC. "Bunda, bulan depan rania magang di BSC loh"

__ADS_1


"Waahh kapan kamu ikut seleksinya? Pasti ketat banget tuh, secara BSC kan perusahaan besar dan semua orang bermimpi untuk kerja disitu"


"3 bulan lalu bunda"


Keluarga rania tergolong sederhana, mereka harus bekerja keras apabila menginginkan sesuatu.


Sesampainya dirumah, rania mandi dan ganti baju untuk istirahat. Hari-hari rania selalu disibukan dengan membatu bundanya membuat kue untuk dijual secara online. Dari situlah keluarga rania hidup hingga sekarang.


sinar pagi masuk melalui celah jendela kamar rara. rara terbangun dan segera beranjar dari tempat tidur menuju dapur, tempat dimana terdengar suara dari dapur.


"loh bun banyak banget ini kue nya"


"kok bunda gak bilang? kan rara bisa bantu bun"


"gak apa-apa sayang, bunda tau kamu pasti cape"


"yaudah sini rara bantu bun"


hampir 2 jam rara bergelut dengan bundanya didapur.


"akhirnya selesai juga. temen baik bunda siapa namanya?"

__ADS_1


"yasmin, namanya yasmin"


"oh ibu yasmin"


"ini kue nya aku rapihin di meja aja ya bun, biar nanti gampang supirnya tinggal ambil aja"


"iya boleh. abis itu kamu mandi gih, biar nanti supir temen bunda dateng, kamu udah wangi. kan malu kalo angkat kue terus kamunya masi kucel muka bantal gitu"


"bentar lagi deh bun. lagian cuma supir aja kan yang ambil, kecuali kalo yang dateng cowo ganteng baru deh rara mandi, dandan yang wangi"


"emang anak bunda bisa dandan?" tanya bunda meledek


"bisa bun, bisa kaya ondel-ondel! ha ha ha"


dari kecil rara dikenal perempuan yang sangat tomboy. hanya ada celana jins dan kaos yang tertata di lemari pakaiannya. rara tidak pernah memakai make up diwajahnya. meja rias di dalam kamarnnya pun kosong, hanya ada body lotion dan pelembab bibir saja.


tepat pukul 9 pagi janji pesanan akan diambil oleh supir ibu yasmin.


tok tok tok


terdengar suara pintu rumah diketuk

__ADS_1


__ADS_2