TOMBOY I Love You

TOMBOY I Love You
Ep. 8 Waahh Gilaa


__ADS_3

Sampai di parkiran Mall.


"loh bapak mau ikut belanja juga?" tanya mba tia


"ada yang mau gue beli"


mereka berjalan memasuki salah satu gerai fashion ternama pastinya barang branded dan harganya jangan ditanya lagi.


"maaf pak, saya ke toko sana saja" menunjuk salah satu gerai fashion kelas menengah


"udah cari aja disini"


"tapi pak..."


tanpa mendengarkan jawaban mba tia, pak ali langsung masuk ke gerai tersebut dan disambut oleh resepsionis dengan senyuman.


"sore pak ali, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis


"gila ni toko, cuma jualan baju aja pake resepsionis segala macam hotel bintang 5" gumam rara dalam hati


"tolong antar teman saya belanja"


"baik pak" jawab pegawai sambil menunjuk seorang pegawai lain untuk ikut membuntuti mba tia dan rara keliling mencari barang yang diinginkan


"ada yang bisa dibantu lagi pak?"


"saya mau cari dasi tp biar saya cari sendiri. nanti saya panggil kalau butuh" jawab pak ali


"baik pak, silahkan ke sebelah sini"


disudut gerai rara dan mba tia sibuk mencari pakaian yang cocok digunakan untuk presemtasi selama 2 hari.


"ini cocok deh buat kamu el" sambil membawa satu dress diatas lutut dengan potongan dada rendah


dengan cepat rara menggeleng "enggak mbak, terlalu terbuka. gimana kalo ini aja?" sambil menunjukan potongan celana bahan berwarna coklat muda dan blouse


mba tia tertawa sambil menjawab "ele elee, kamu ini. sini aku kasih tau rahasia pak ali"


rara mendekat dengan antusias.


"pak ali itu gak suka karyawanya pakai celana. kamu perhatiin gak si dikantor cuma kamu doang yang pake celana?"


"loh mba juga kan pakai celana?"

__ADS_1


"ini karna aku hamil gede. sebelum hamil aku pake dress. pak ali itu suka karyawannya pake dress, dandan, rapi, wangi. pokoknya feminim gitu lah. makanya dia suruh kamu belanja, mau diajak jalan sama pak ali" mba tia tekekeh geli


"jalan? presentasi mba, kerja"


"hahaha iya deh iya"


tak berapa lama, pegawai toko membawa dress dengan warna nude "sepertinya dress ini cocok untuk mba, silahkan dicoba dulu"


"udeehh buru dicoba"


"iya deh kucoba dulu"


5 menit kemudian rara keluar dari ruang ganti dengan memakai dress berwarna coklat muda, sedikit diatas lutut dengan potongan lengan yang memperlihatkan bahu mulus rara.


mba tia yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya seketika kaget melihat penampilan rara.





"gila, cantik banget"


"iyalah dress mahal gimana gak cantik"


"ih bukan dress nya doang kali, kamunya juga cantik, iya kan mba?" mba tia bertanya kepada pegawai gerai


"bisa banget bikin orang seneng" jawab rara


"ambil yang itu ya?" tanya mba tia


"tapi ini kependekan gak si mba? gak pede aku"


"enggak kok, pas banget dibadan kamu. badan langsing mah pakai apa aja juga bagus"


"mulai deh" jawab rara


"ambil yang ini ya mba, terus mau 1 lagi dress kerja sama 1 dress malam"


"banyak amat mba, kan cuma sekali aja presentasinya"


"buat jaga-jaga aja. kalau pergi sama pak ali ke luar negri biasanya ada aja yang ngajakin dinner lah, ketemuan lah, dari mulai rekan bisnis sampe keluarganya"


"oh gitu ya, yaudah deh" jawab rara pasrah


kali ini pegawai gerai membawa dress simple berwarna hitam yang terbuka dibagian punggung hingga mengekspose permukaan punggung mulus rara.

__ADS_1


tak butuh waktu lama, rara kembali masuk.ke ruangan ganti dan keluar setelah mencoba dressnya.





"wah gila ini sih, pak ali bisa langsung jatuh cinta kalo liat kamu"


rara hanya tersenyum sambil berkata "ini punggung aku bolong mba"


mba tia tertawa geli mendengar kata-kata rara.


pak ali yang sedang memilih dasi diujung lorong penasaran memdengar tawa geli mba tia.


"mereka ngetawain apa sih?" gumam pak ali


kemudian pak ali berjalan memdekati sumber suara dan seketika kaget melihat penampilan rara yang begitu anggun dan elegan mengenakan dress hitam.


mba tia yang sadar kedatangan pak ali berkata "gimana pak? oke kan?"


"iya bagus" jawab pak ali salah tingkah


rara pun tidak kalah gugupnya dengan pak ali yang melihatnya dari atas ke bawah dan berhasil membuat rona pipi rara menjadi merah


tak lupa mereka membeli satu set makeup lengkap dan alat penunjangnya. setelah hampir 2 jam belanja kemudian mereka pergi ke kasir dan membayar total belanjaan.


"totalnya 62.750.000 rupiah"


"hah gila serius itu?" coba hitung lagi mba!" seru rara


"ish emang segitu el. liat nih dasi pak ali aja sebijinya hampir 4 juta. tumben cuma beli 2 biji"


"emang biasanya beli berapa mba?"


"kalo dasi bisa sampe 5 biji tiap kali belanja. warna gelap semua lagi. kalo gak hitam, coklat, navy dan tanpa corak apapun"


"kok mba tia tau banget si?"


"ya gimana gak tau, tiap belanja aku tagihan aku yang urus. belum lagi kalau ada meeting ke luar kota atau ke luar negri dadakan, akulah yang harus beli keperluannya. kurasa kamu harus siap-siap deh"


"siap-siap untuk apa mba?"


"ya yang kaya aku bilang tadi, urusin semua keperluan pak ali dari urusan kerjaan samapi pribadi"


rara hanya mengangguk pasrah

__ADS_1


__ADS_2