
sampai di toilet, rarapun segera membersihkan sisa cipratan tadi yang mulai mengering.
"siapa tu cowo, ganteng banget" batin rara.
setelah 15 menit di tolitet, rara kemudian kembali keruangan HRD. sambil menyusuri lorong, rara berjalan sambil melihat meja karyawan yang mulai ramai. namun ada satu ruangan kaca di salah satu sudut lorong memperlihatkan lelaki yang tadi ia tabrak. lelaki yang sedang sibuk di depan laptopnya itu kemudian mengalihkan pandangan nya kearah luar ruangan dan tak sengaja tatapan mereka bertemu. rara yang kaget hanya senyum meringis kuda kepada lelaki itu, sedangkan lelaki itu memberikan senyuman hangat. tak lama rara kembali duduk di ruang tamu HRD.
"maaf mba tania, udah lama nunggunya ya?"
"enggak kok, aku juga baru masuk abis ambil file-file ini" sambil menunjuk tumpukan file yang ada digenggaman nya. "kamu udah siap ra? udah ditunggu manager HRD" tanya tania
"udah mba, dimana ruangannya?"
"ayo aku anter" ajak tania
jantung rara berdetak kecang karena kini dia dan tania menuju ruang berdinding kaca dengan lelaki itu didalamnya.
tok tok tok...
"permisi pak"
"ya" jawab lelaki itu dari dalam
"silahkan masuk" tania mempersilahkan rara untuk .asuk kedalam ruangan pak reyhan.
didalam ruangan yang dingin, bersih dan rapi mata rara langsung tertuju pada wajah tampan pak reyhan.
"silahkan duduk, mau minum apa?" tanya pak reyhan ramah.
suara pak reyhan membuat tatapannya membuyar. dengan terbata bata rara menjawab "eh itu.. apa aja pak"
"yaudah saya pesenin teh manis hangat"
sambil menekan telpon yang menuju ke pantry memesan minuman kepada OB untuk rara. rara pun melihat sekeliling ruangan dan matanya tertuju pada papan nama kaca yang ada didepannya bertuliskan Reyhan Thomas Arne sebagai manager HRD. selesai menelpon, pak reyhan kambali duduk di kursi kerjanya berhadapan dengan rara.
"perkenalkan diri anda" minta pak reyhan
"saya rania elena, anda bisa memanggil saya ele" rania kemudian memberi perkenalan mengenai kuliah, hobi, hingga pengalaman kerjanya.
__ADS_1
"saya tertarik dengan hobi anda. disini tertulis hiking. sudah berapa gunung yang anda taklukan? tolong ceritakan pengalaman ada hiking yang paling berkesan"
"saya tertarik hiking karena pengaruh dari teman-teman kampus. sudah ada sekitar 7 gunung yang saya taklukan sampai puncak dan ada beberapa yang gagal"
"gunung apa saja yang pernah anda taklukan sampai puncak?"
"gunung semeru, sindoro, sumbing, slamet, lawu, merapi, dan rinjani"
"wah lumayan juga pengalaman hiking anda. hiking juga salah satu hobi saya. saya sering mendaki gunung di Eropa dan sekitarnya bersama teman kuliah"
obrolan yang sama sekali tidak menyangkut masalah pekerjaan tapi membuat keduanya terlihat akrab walaupun baru pertama bertemu. kemudian ponsel pak reyhan berdering, nampak tulisan Ale dilayar.
"hhmm udah sampe mana lo? .... oke" kemudian pak reyhan menutup telponnya.
"ele, sudah ditunggu oleh Pak Ali diruangan. Beliau adalah CEO A&T Group yang membawahi beberapa perusahaan termasuk BSC" pak reyhan menjelaskan
"baik pak"
"saya antar ke ruangan pak ali"
kemudian pak reyhan berjalan diikuti oleh rara dibelakangnya menuju ruang pak Ali.
"astaghfirullah" ucap rara
"kenapa liat saya kaget? kaya liat hantu aja"
rara kaget bukan main karena ternyata yang beberapa hari lalu ambil pesanan kue atas nama ibu yasmin bukan supirnya melainkan CEO dari perusahaan BSC.
"mmaaa... mmaaff pak"
"kayaknya saya pernah liat kamu, dimana ya?" tanya pak ali
"iya elo yang pergi gitu aja setelah ambil pesanan atas nama ibu yasmin" batin rara
"ah tau, gak penting juga. oh iya siapa nama kamu?"
"nama saya rania elena pak. bapak bisa memanggil saya ele"
__ADS_1
"oke el to the point aja. kenapa kamu mau magang jadi sekretaris saya?"
"saya memang bukan lulusan dari kesekretarisan, tapi kemampuan yang saya miliki lebih dari itu. saya teliti, disiplin, dan yang terpenting adalah jujur"
"pede benget kamu" sahut pak ali dengan nada sinis.
rara kemudian sedikit menundukan matanya, menghela nafas pelan dan kembali menatap pak ali.
"sebenernya saya gak ada masalah sama isi profile kamu tapi dari pemaparan kamu tadi sepertinya tidak sesuain dengan apa yang saya lihat hari ini. itu kemejamu basah dan kotor" sambil menunjuk kemeja rara
"oh ini maaf pak, tadi dijalan sewaktu saya mau masuk halaman kantor ada mobil yang melaju kencang dan melewati kubangan di pinggir jalan. kebetulan saya lagi jalan terus kena cipratan pak. saya tidak sempat pulang untuk mengganti pakaian karena butuh 1 jam dari kantor ke rumah saya. sekali lagi saya mohon maaf pak.
"hhhmm ya udah lain kali perhatikan pakaian mu. liat karyawan lain khususnya perempuan, bagaimana mereka berpenampilaan saat bekerja"
"baik pak"
"kamu bisa keluar dari ruangan saya"
"baik, saya permisi dulu pak"
rara keluar ruangan pak ali dengan ekspresi datar. kemudian segera pak reyhan menghampiri.
"gimana?"
"gimana apanya pak?"
"masalah kerjaan kamu"
"pak ali sama sekali gak nyinggung masalah kerjaan, saya juga belum diberi tahu kapan mulai bekerja"
"ya sudah ikut aku. aku tunjukan ruanganmu"
pak reyhan berjalan beriringan dengan rara. kemudian berhenti di samping ruangan pak ali.
"ini ruangan kamu, silahkan masuk. didalam masih ada mba tia lagi beres-beres karena mau cuti lahiran. sementara kamu gantiin mba tia jadi sekretarisnya pak ali"
"iya pak, kalo gitu saya permisi masuk dulu pak"
__ADS_1
"oh iya satu lagi, surat kontrak kerja besok baru bisa ditandatangani. dan panggil aja aku pak rey" sambil menyodorkan tangan hendak bersalaman.
"terimakasih pak rey"