TOMBOY I Love You

TOMBOY I Love You
Ep. 6 Haaaahhh????


__ADS_3

tidak seperti perempuan lain seusianya yang memakai banyak skin care sebelum tidur, rara justru terlelap tidur tanpa menggunakan skin care apapun karna rara sama sekali tidak pernah melakukan perawatan apapun.


waktu berjalan tidak terasa ini hari ke 6 rara menjadi sekretaris pak ali. semua berjalan sesuai jadwal, tidak ada yang terlewat.


"hari terahir kerja ya mba? berati hari terahir juga dong aku belajar sama mba tia" tanya rara


"masih ada besok, soalnya aku harus urus perjalanan dinasnya pak ali dulu"


"emang pak ali mau kemana mba?"


"loh kamu belum tau? pak ali gak kasih tau kamu gitu?"


"belum mba, emang ada apa sih?"


"pak ali mau kunjungan kerja di Swiss"


"haaaahh???? Swiss???? negara Swiss maksudnya mba?" tanya rara kaget


sambil tertawa mba tia menjawab "iyalah emang apaan lagi, kamu kira Swiss toko roti?"


"mmmm maksud aku, aku kaget aja mba soalnya udah dari SMA aku pengen banget ke Swiss. Swiss itu negara pertama yang ingin aku kunjungi kalo nanti aku punya kesempatan berlibur" jawab rara dengan tatapan melayag membayangkan dinginya pegunungan Swiss.


"emang mau kemana aja kalo punya kesempatan kesana?"


"aku mau naik gunung mba"


"what? naik gunung? mba tia tertawa


"kanap ketewa gitu sih mba? emang ada yang aneh?"


"kamu itu yang aneh jauh-jauh ke Swiss tuh belanja kek, liburan keliling kota kek, masa naik gunung sih" tawa mba tia makin kencang


"kan mba tia tau hobi aku. lagian pelan-pelan ketawanya inget perut udah gede banget itu" tunjuk rara ke arah perut mba tia


"abis kamu lucu"


rara hanya bisa senyum melihat tawa mba tia yang makin kencang.


tiba-tiba telpon ruangan sekretaris berbunyi. tak lama kemudian rara mengangkat dan menutup kembali telponya.


"siapa?"

__ADS_1


"pak ali. aku diminta keruanganya"


"buruan gih"


"iya iya awas loh jangan ketawa lagi"


sambil menahan tawanya mba tia mengangguk


rara mengetuk pintu dan dijawab oleh pak ali.


"hhmm masuk"


"permisi pak, bapak memanggil saya?"


sambil menjawab pertanyaan raramata pak ali terus tertuju pada layar laptop "siap-siap kita berangkat ke Swiss 3 hari lagi"


dengan mata membulat dan kaget rara menjawab "haaaaaahhh??? apaaaa???? Swiss????" kemudian rara langsung menutup mulutnya karena pak ali langsung menatap matanya karena kaget


mendengar teriakan rara. dengan raut wajah kesal pak ali menjawab "iya, kamu gantiin tia ikut ke Swiss. biasanya dia yang selalu aku bawa. tapi sekarang gak mungkin karena perutnya udah gede banget"


"bbbaaaaaiikk pak tapi maaf pak saya belum punya passport"


"kamu urus aja sama rey, dan satu lagi kasih list ini ke bagian modeling. ini desain tambang yang akan kita presentasikan disana"


hendak membuka pintu ruangan, tiba-tiba pak ali kembali memanggil "el, tolong kamu minta tia untuk menemani belanja keperluanmu untuk ke Swiss, pake kredit card kantor"


"baik pak, terimakasih"


masih tidak percaya, rara kembali masuk ruangan sekretaris dan mendapati mba tia tersenyum.


"kenapa mba senyum sendiri"


"gini loh el, sebenernya mba udah tau kalo kamu yang bakal gantiin mba ke Swiss, mba bahkan udah beli tiketnya. business class dong"


"mba kok jahat gak kasih tau aku?"


"tadi mba mau kasih tau kamu tapi keburu kamu angkat telpon yaudah deh mba gak jadi he.. he.. he.. terus pak ali minta data apa aja?"


"minta orang modeling buat siapin data ini" sambil menunjukan memo berisi daftat data yang akan dibawa "sama aku disuruh pak ali belanja keperluanku untuk dibawa ke Swiss. maksudnya keperluan yang kayak gimana mba" tanya rara bingung "terus belanjanya disuruh pake kredit card kantor lagi"


mba tia kembali tertawa "kamu ini masa gak tau sih? maksud pak ali itu kamu harus belanja beli baju untuk presentasi, dari atas sampe bawah harus bagus. dan ini nih kayaknya harus dirapihin deh" sambil menyentuk rambut panjang rara

__ADS_1


"emang penampilah aku sekarang jelek ya mba?"


"bukan jelek tapi kurang menarik" tawa kembali mengembang dari wajah mba tia


"sumpe ya mba tia seneng banget hari ini, ketawa mulu"


"udah deh serahin semuanya sama aku, pasti beres. nanti lepas kerja kita ke mall sebelah"


rara pun mengangguk "eh iya lupa kau disuruh urus passport, katanya sama pak rey gitu"


"oh yaudah gih buruan ke ruangan pak rey"


"siap mba, sekalian mau ke orang modeling dulu"


"iya iya" jawab mba tia


rara mengetuk ruangan pak rey dan mendapat senyum hangat pak rey setelah dipersilahkan masuk.


"duuuhh pak bisa gak si senyumnya biasa aja bikin deg deg an aja" batin rara


"permisi pak, saya disuruh urus passport untuk kunjungan keja ke Swiss"


pak rey yang telah mengetahui rencana kunjungan kerja sang CEO pun mengiyakan "iya oke, nanti aku kirim email apa aja yang dibutuhin buat bikin passport. kamu kirim aja nanti datanya via email"


"baik pak. tapi bisa jadi tepat waktu gak kira-kira? soalnya ini mendadak banget" tanya rara


"tenang aja, passport dan visa akan jadi tepat waktu"


"makasih pak, kalo gitu saya permisi dulu"


"eh tunggu el"


"iya ada apa pak?"


"kapan kamu terahir muncak?" (muncak maksudnya adalah naik gunung sampai ke puncak)


"6 bulan lalu pak, sebelum saya sibuk skripsi"


"saya udah muncak di banyak negara tapi belum pernah sekalipun muncak di negara sendiri"


"kapan-kapan saya temani bapak muncak di negara sendiri, gimana?" dengan antusias rara sejenak melupakan bahwa pak rey adalah managernya "eh maaf pak, saya tadi..." belum sempat melanjutkan kalimatnya, pak rey menjawab "deal, saya terima ajakan kamu"

__ADS_1


wajah rara pun seketika memerah karena malu dengan apa yang terjadi. rara mengajak pak rey muncak.


__ADS_2