
setibanya di perempatan, ibu yasmin melihat bunda rania sedang di halte bis. kemudian ibu yasmin membelokkan setir mobil ke arah halte sambil membuyikan klakson.
tet tet ...
"Sarah, ngapain disitu? ikut aku aja yuk, aku antar pulang" tanya ibu yasmin
"ya ampun, yasmin gak usah repot-repot aku sama anakku naik bis aja" jawab bunda sarah sedikit berteriak karena hujan sangat deras
"ih aku gak repot, aku buruan naik. udah jam segini, jarang ada bis lewat"
"ayolah bun, dari pada kedinginan disini. nih bibir rara udah mulai gemetar" ajak rara
"ayo yasmin, kasian anak kamu udah kedinginan"
"baiklah" jawab bunda sarah sambil berlari kecil menuju mobil mewah ibu yasmin.
didalam mobil. "maaf yas aku merepotkanmu"
"ih apaan si kamu sar, gak repot sama sekali kok. eh ini anakmu ya sar? siapa namanya?" tanya ibu yasmin
"nama aku rania elena tan" jawab rara
"aku panggil ele aja ya"
"bebas tan, apa aja bole" jawab rara sambil menahan dingin
mobilpun kembali melaju dengan kecepatan rendah karena hujan sangat deras. 30 menit dijalan barulah sampai di depan kediaman bunda sarah. "ayo mampir dulu yas" ajak bunda sarah
"lain kali aja sar, janji deh kapan-kapan aku main kerumahmu"
__ADS_1
"oke deh yas, ati-ati dijalan, makasih udah dianter pulang"
"makasih tante yasmin"
"sama-sama sayang"
tak lama setelah berpamitan, mobil mewah itu sudah tidak terlihat lagi.
ibu yasmin dan rara masuk kedalam rumah kemudian membersihkan badannya yang terkena air hujan sebelum tidur.
\=\=\=\=\=
matahari pagi menyusup masuk kedalam jendela kamar rara. rara yang menyipitkan matanya karena terkena sinar matahari bergegas bangun untuk mandi dan bersiap ke tempat magang. di dapur, bunda sarah sedang memasak untuk sarapan dan bekal makan siang. sedari sd memang rara selalu membawa bekal makan siang. hingga lulus kuliah dan kini akan magang di BSC pun bekal itu masih menjadi tradisi untuk rara.
rara menyantap sarapannya dengan tegesa-gesa. karena rara harus mengejar angkot, kemudian busway untuk sampai ke kantor BSC.
50 meter sebelum sampai kantor, tiba-tiba mobil sport merah melintas dengan kencangnya sehingga mengibaskan rambut hitam nan indah milik rara. tak hanya itu, mobil sport merah itu juga memberikan cipratan bekas hujan semalam pada kemeja putih rara. dengan kesal rara berteriak "hey kampret! baju gw kotor nih! berenti lo!"
dengan sangat kesal rara kembali berjalan menuju kantor BSC karna tidak mungkin cukup waktu untuk kembali kerumah dan mengganti baju yang basah.
sampai kantor BSC, rara disapa oleh security kantor dihalaman depan.
"maaf mba, bisa liat tanda pengenalnya?"
"saya cuma punya ini pak, karna ini hari pertama saya magang" sambil menunjukan surat tugas magang yang resmi dikeluarkan oleh BSC
"oh silahkan masuk mba, tunjukan surat ini ke resepsionis"
"makasih pak"
__ADS_1
rara memberikan senyum termanisnya kepada setiap karyawan yang selalu menatap dia dengan tatapan aneh, mungkin karena kemeja putihnya yang kini berwarna kecoklatan. sampai di resepsionis "ada yang bisa saya bantu" sapa resepsionis dengan sangat ramah
"saya rania elena mba, ini surat magang saya" sambil menunjukan surat magangnya
"oh mba rania elena, silahkan tunggu Pak Reyhan diruang HRD sebelum bertemu dengan Pak Ali"
"oh ya, panggil saya ele aja mba" kembali rara memberi senyum manisnya.
setelah bertanya ruang HRD kepada resepsionis, rara segera beranjak ke lantai 8 diaman ruang HRD berada. pintu lift terbuka rara berjalan sambil mencari ruang HRD. tidah jauh daru pintu lift, rara melihat salah satu ruangan bertuliskan ruang HRD. rara mengetuk pintu yang kemudian disambut oleh sekretaris pak reyhan.
"mba ele ya, saya tania skretaris pak reyhan?"
"saya ele"
"loh kenapa kemejanya el?"
"tadi kena cipratan mobil yang lewat mba, oh ya toiletnya dimana ya?"
"diujung lorong ini sebelah kanan"
"boleh ijin ke toilet dulu mba? mau bersihin ini" sambil menunjuk kemejanya
"boleh boleh, santai aja. pak reyhan juga masih belum datang"
"makasi mba, saya permisi ke toilet dulu"
rara berjalan menyusuri lorong kantor itu. dari luar tampak biasa, namun setelah masuk kedalam kantor rara tertegun karena interior yang mewah, bersih, dan sangat terawat. "berasa bukan dikantor nih" gumam rara sambil tersenyum dan tak sengaja menabrak dada bidang seorang laki-laki yang baru saja keluar toilet. rara pun hampir jatuh tapi dengan sigap lelaki itu memegang pinggang rara.
"ups, kamu gak papa?" tanya lelaki itu
__ADS_1
"maaf pak maaf, tadi sayaaa..." belum sempat melanjutkan kalimatnya, laki-laki itu berjalan meninggalkan rara dengan senyum hangat.