
"oh iya satu lagi, surat kontrak kerja besok baru bisa ditandatangani. dan panggil aja aku pak rey" sambil menyodorkan tangan hendak bersalaman.
"terimakasih pak rey"
rara berjalan menuju meja mba tia. dia melihat sekeliling ruangan hanya ada satu meja kerja dan sofa tamu.
"permisi mba tia"
dengan segera mba tia menoleh kearah sumber suara "oh hai, ele ya?" sapa mba tia dengan ramah
"iya mba. waah perutnya udah besar banget, berapa bulan usia kandunganya?"
"ini udah 8 bulan, bentar lagi brojol makanya aku mau cuti istirahat sebelum melahirkan"
"oh iya mba sini aku bantu"
disambut dengan senyum manis mba tia. selesai merapikan barang-barangnya mereka pu duduk di sofa tamu sambil berbincang.
"ele gantiin aku jadi sekretaris pak ali?"
"kayaknya begitu mba tapi belum aku belum tau apa yang harus dikerjain"
"sebenernya susah-susah gampang jadi sekretaris pak ali. kamu cukup atur jadwal pak ali sseminggu kedepan, memastikan jadwalnya berjalan tepat waktu. kamu urus tiket pesawat, hotel, perlengkapan yang mau dibawa pak ali kalo dia ada kunjungan kerja di luar negri"
"simple ya mba tapi aku yakin nyatanya nanti gak se**simple yang mba tia omongin deh"
__ADS_1
mba tia tertawa mendengar komentar ele "yang jelas kamu harus sabar ngadepin pak ali, apalagi kalo mood nya lagi jelek. tenang aja el, pak ali orangnya baik banget cuma ya gitu deh"
rara hanya tersenyum mendengar penjelasan dari mba tia. "aku masih seminggu lagi kok cutinya jadi bisa sambil ngajarin kamu"
"terimakasih mba tia, aku janji bakal belajar bener-bener"
mba tia hanya tersenyum melihat semangat ele untuk belajar.
waktu menunjukan pukul 16.00 jam kerja sudah habis. semua karyawan bersiap untuk pulang. mba tia dan ele pun berjalan beriringan sambil berbincang.
"el mau pulang sama siapa?"
"sendiri mba, pake busway"
"naik angkot mba"
"ikut aku aja yuk, aku anter sampai busway"
"aduuhh jangan mba, ngerepotin"
"gak ngerepotin kok, lagian kita searah. aku jadi ada temen ngobrol nih"
"oke deh mba"
rara dan mba tia sampai ke parkiran mobil. sesaat ele menghentikan langkah kakinya ketika melihat mobil sport yang terparkir di halaman kantor. parkiran tersebut bertuliskan parkir khusus VVIP.
__ADS_1
"kenapa bengong el? itu mobil aku disana" sambil menunjuk mobil sedan yang tergolong mewah berwarna hitam
"maaf mba. itu mobil siapa mba?" ele menunjuk mobil sport itu
"oh itu mobil pak ali, cuma dia sama tamu ekslusifnya yang boleh parkir disitu"
rara hanya diam sambil mengangguk kemudian masuk kedalam mobil mba tia. tercium wangi segar saat pintu mobil baru dibuka. terlihat isi mobil tersebut bersih dan rapi "sekretaris BSC aja punya mobil mewah gini" batin rara.
selama perjalanan mereka berbincang dan saling bergurau. walaupun baru satu kali bertemu tapi mereka terlihat sangat akrab. sesampainya di halte busway, rara turun dari mobil dan langsung menuju pintu masuk, tak lupa mengucapkan terimakasih kepada mba tia sambil melambaikan tangan.
rara melanjutkan perjalanan kerumahnya. sampai rumah rara langsung membersihkan diri dan membantu bunda memasak didapur.
"bunda masak apa?"
"cuma goreng ayam aja, sayur sop nya udah ada tuh di meja"
"thank you bunda. best deh bunda aku"
sambil menyantap makan malamnya mereka berbincang ringan. setelah selesai giliran rara mencuci semua bekas makan malam tadi
"bunda istirahat ya, biar aku yang beresin"
bunda sarah hanya mengangguk dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
selesai mencuci piring, rara lebih memilih masuk ke kamar untuk berbaring sambil mengingat kejadian yang tak terduga di kantor tadi. tidak seperti perempuan lain seusianya yang memakai banyak skin care sebelum tidur, rara justru terlelap tidur tanpa menggunakan skin care apapun karna rara sama sekali tidak pernah melakukan perawatan apapun.
__ADS_1