
Sesuatu muncul. Berwarna putih. Artinya Kei mendapat roh angin. Ia melirik Rin, tersenyum kecut. Sementara Rin terkesiap, memalingkan muka.
Iliel memperhatikan dari arah yang berbeda dari para newbie. Ia melihat semuanya. Roh yang lain tidak keluar, tidak masuk ke tubuh Kei. Melainkan seperti tersedot ke arah arloji miliknya.
"Wah, rupanya dia benar-benar seorang Beta."
Kei membuka layar monitor miliknya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Loh, bukannya tadi kamu bilang akan membatalkan pertemanan? Makanya aku buka layar monitor."
Rin memukul punggung Kei dengan keras. "Aku hanya bercanda, Bodoh!"
Kei tertawa girang. Di dunia baru ini, Rin menjadi orang pertama yang mau menolongnya, membimbingnya, bahkan sampai berteman dengannya. Awalnya, ia takut saat Rin berkata akan memutuskan pertemanan. Akhirnya ia lega saat tau itu hanya candaan.
Pemanggilan roh hampir berakhir. Tinggal satu orang, si gadis bertudung yang Kei kira adalah Viole. Gadis itu mulai memanggil roh. Muncul berwarna--hijau? Bukankah dari tadi tidak ada satu pun roh gabungan. Warna hijau berarti roh tananman.
"Bukankah itu hebat? Dia mendapatkan roh tanaman. Berarti dia bisa membuat obat-obatan. Pasti ke depannya dia bisa jadi ahli kimia hebat."
"Apa kamu tidak mendengarkan perkataan Iliel? Roh gabungan tidak sehebat roh alami. Aku sendiri tidak paham. Bagian mana dari roh alami yang lebih hebat dari roh gabungan."
__ADS_1
"Mungkin karena itu adalah roh gabungan. Roh gabungan tidak bisa digabungkan dengan roh alami. Artinya, dia tidak berguna dalam kelompok. Andaikan satu kelompok ada roh tanah seperti si rambut kuning dan roh air seperti milikmu, bukankah sangat mudah bagi kita membuat roh tanaman? Berbeda dengan roh gabungan. Dia tidak bisa menciptakan elemen lain."
"Waaww kamu jenius sekali, Kei." Rin memukul punggung Kei lagi.
"Bisakah kamu berhenti memukulku setiap kali aku bicara? Ini mulai terasa sakit!"
"Haha! Maaf--maaf. Yosh, sudah kuputuskan, kita akan berteman dengan si rambut kuning! Dia akan jadi partner sempurnaku!"
"Lalu kamu akan membuangku, Rin?"
"Berhenti bercanda." Rin mengibaskan tangannya.
"Yosh! Kamu jenius. Sudah kuputuskan, kamu akan jadi ahli strategi!"
"Apa? Hei, aku bukan Shiroe di serial Log Horizon yang bisa menganalisis pertarungan dengan sekali lihat. Lagi pula aku juga tidak paham dengan menara ini. Jangan menunjukku sembarangan!"
"Ah, tadi kamu bilang hujan dengan tingkat kerapatan tinggi. Bagaimana jika hujan dengan air mendidih?" Rin melirik si Gadis Pertama.
"Kamu dengarkan aku atau tidak si, Rin?"
"Yah, setidaknya, masih banyak newbie yang mendapatkan roh api. Jadi tidak akan sulit mencarinya. Untungnya, kita punya roh yang berbeda ya?
__ADS_1
"Kamu dari tadi ngoceh sendiri. Tidak mendengarkanku sama sekali!"
Rin melirik lelaki berambut kuning itu. Setidaknya, dari penjelasan Kei, ia bisa jadi partner yang hebat. Walaupun banyak pilihan newbie lain, setidaknya si rambut kuning terlihat lebih mudah diajak bicara. Dua roh? Lemah? Bukannya seharusnya justru kuat?
"Yah, terserah saja. Aku paling malas berpikir."
Rin melangkah, mendekati si rambut kuning. "Hei, orang yang dipilih dua roh!"
Rin memanggilnya tidak sopan. Itu berhasil membuat wajahnya tertekuk lagi.
"Ya?"
"Hei, bukannya tadi kamu terlihat sangat semangat? Mana bukti kalau kamu tidak akan menyerah? Rambut Kuning! Ucapanmu menggerakkan hati temanku yang dapat roh angin, loh. Oh ya, Rambut Kuning--"
"Yuki."
"Apa?"
"Namaku Yuki. Berhenti memanggilku rambut kuning."
"Ah, Maaf. Namaku Rin. Jadi, mau mengisi list pertemanan?"
__ADS_1