
Sebuah tradisi telah dipertahankan sejak ratusan tahun yang lalu, dan sudah dijalani oleh beratus keturunan dari keluarga bangsawan Gongzie. Sebuah keluarga bangsawan yang sangat kaya dan berkuasa di negeri timur. Tradisi yang menetapkan bahwa anak perempuan tidak lah berhak atas warisan kekayaan apapun dari harta keluarga Gongzie, terlebih saat anak perempuan itu telah menikah, maka orang tua tidak lagi memiliki kewajiban apapun terhadapnya, secara materi finansial maupun segalanya. Seorang anak perempuan wajib menikah di usia 20tahun dengan batas waktu maksimal sampai usia 25tahun, jika dia blm juga menikah, maka tepat di hari ulang tahunnya ke 25, dia wajib menerima perjodohan dengan siapapun pria yang ditentukan oleh keluarganya, dan menikah dengannya lalu keluar dari keluarga besar Gongzie.
Bagaimana dengan takdir yang ditentukan bagi keturunan pria dalam keluarga Gongzie? tentu saja mendapatkan keuntungan bagi keturunan pria dalam keluarga ternama itu, jika dia anak laki-laki pertama maka dia berhak mendapatkan 50% dari seluruh kekayaan orang tuanya, jika dia anak laki-laki kedua atau ketiga dan seterusnya maka kekayaan sisanya harus dibagi rata sesuai dengan jumlah anak laki-laki yang tersisa.
Anak laki-laki pertama berkewajiban dan berhak untuk menjadi pemimpin dari segala perusahaan yang dimiliki oleh orang tuanya, sedangkan yang lainnya hanya bisa menjadi sebatas kepala bagian atau justru staff biasa saja, tapi ada satu ketentuan bagi anak laki-laki dalam keluarga Gongzie, yaitu mereka semua wajib dan diharuskan untuk menikah dengan wanita yang sederajat bangsawan juga atau bahkan lebih berkuasa dari bangsawan Gongzie. Tidak ada kebebasan dalam memilih pasangan bagi anak laki-laki keluarga Gongzie, karena prinsip leluhur mereka adalah cinta akan tumbuh dengan berjalannya waktu kebersamaan mereka dalam berumah tangga, **** bisa dilakukan tanpa adanya cinta demi mendapatkan keturunan.
######
HYLEN SANTOSO AGUNG.
seorang anak perempuan dari keturunan keluarga Gongzie, yang bahkan tidak diijinkan untuk mendapatkan dan memakai marga Gongzie pada nama belakangnya. Saat ini dia berumur 22 tahun, seorang sarjana di bidang Tata Boga.
Dia harus mampu untuk memiliki karir yang baik dan mengumpulkan pundi-pundi hartanya sendiri jika tidak ingin menjadi miskin nantinya. Hylen sangat menyadari bahwa sebentar lagi adalah batas usia nya untuk menikah dan dia harus segera keluar dari keluarga Gongzie, keluarga yang selama ini telah bersamanya dari sejak lahir.
"HYLEN!! APA YANG KAU KERJAKAN?!! CEPATLAH MEMASAK!!! PARA TAMU SUDAH KELAPARAN!!!"" teriak seorang kepala chef ketika masuk ke dapur resto mewah itu, hanya sejenak lalu keluar lagi.
"apa dia buta?! dia melihatku sedang apa?! ini juga aku sedang memasak dengan jurus tangan guritaku! huh!"
batin Hylen menggerutu pada Omelan Kepala Chef.
Kling.Kling.
"Meja 2,3,5, ready!" seru Hylen sambil menekan bel memanggil pelayan untuk segera menyajikan hidangan itu.
"Hylen! segera lanjut ke orderan terbaru! aku sedang menyiapkan meja 7 dan 8!" seru Jojo, rekan kerja Hylen.
"okay Jojo, semoga malam ini kita terselamatkan." sahut Hylen bersemangat melihat ke daftar orderan terbaru dari layar monitor, dan segera kembali ke kompornya melanjutkan memasak hidangan yang telah dipesan.
Hylen terus memasak tanpa henti bersama dengan JoJo dan dibantu oleh para junior chef nya, mereka haruslah sigap dalam memasak namun tidak boleh melewatkan kebersihan dan juga cita rasa masakannya.
Tiga jam sudah segala keramaian tamu restoran itu tanpa henti terus membuat tim dapur tak henti juga mengolah masakan. Setelah jam operasional restoran berakhir, kini Hylen duduk di lantai dapur yang telah dibersihkan oleh junior chef nya. Kaki Hylen diluruskan ke depan, sedang punggungnya bersandar pada kaki oven besar di belakangnya. Jojo pun duduk dengan posisi yang sama di sampingnya. mereka berdua saling menoleh dan tersenyum lebar bersama diikuti helaan napas besar membuang kelelahan dari segala tekanan kerja tadi.
"hhuuufftt...! malam ini kita terselamatkan." ucap Hylen
"ya, tapi ini baru hari pertama musim liburan, restoran hotel ini akan kedatangan beribu-ribu turis selama dua bulan ini. jadi, kita harus selalu siap setiap malam nya." sahut Jojo
"semoga si gendut botak itu tidak mencari - cari masalah saja denganku." ucap Helen.
"Ehem! kalian sedang membicarakan ku?" tegur sebuah suara bariton mengejutkan keduanya terutama Hylen.
Jojo segera berdiri gugup dan cemas, sedangkan Hylen masih pada posisi nya duduk di lantai sambil memejamkan matanya, bukan cuek tapi dia pasrah.
"maaf tuan, kami hanya sekedar beristirahat sejenak sebelum pulang." ucap Jojo menundukkan kepalanya
"siapa diantara kalian berdua yang tadi membuat dumpling untuk pesanan meja VIP?" tanya chef kepala.
"aku..." sahut Hylen dengan enggan.
"Dia sangat puas dengan dumpling buatanmu begitu juga dengan para tamu yang diundangnya tadi." ucap chef kepala
"terima kasih." sahut Hylen masih dengan santai.
"Dia masih ada di mejanya dan minta untuk dibuatkan dumpling lagi. Cepat kerjakan!" perintah chef kepala.
"Astaga! apa dia tidak tahu bahwa sekarang sudah waktunya resto kita tutup?! besok saja dia kembali lagi kemari." tolak Helen.
"Hyleeennnn.....!!!!" suara itu menggelegar geram dengan jawaban Hylen.
"eh tuan, biar saya saja yang membuatkan untuknya, tunggulah sesaat." sahut Jojo mengalah.
"kau?! baiklah, cepat kerjakan dan buat seperti tadi!" ucap kepala chef lalu keluar kembali dari dapur.
selang beberapa menit, dumpling Jojo sudah siap disajikan, lalu dibawa keluar oleh junior chef yang belum pulang juga.
__ADS_1
Satu menit, dua menit...
BRAAAAKKK!!!
Pintu dapur kembali di buka keras dari luar.
PRAAAANGGG!!!
Sebuah piring melayang dan berhenti tepat di hadapan Hylen yang barusaja berdiri untuk melihat siapa yang membuka pintu dapur dengan kasar. Beberapa dumpling berserakan di sekitar Hylen.
"CEPAT MASAK LAGI! HYLEN! ORANG ITU HANYA MAU DUMPLING BUATANMU!!! MASAK SEKARANG, ATAU KAU KUPECAT?!!!" seru kepala chef berteriak sungguh membuat telinga semuanya sakit.
"Tuan, boleh aku tahu siapa tamu VIP pemaksa itu?" tanya Hylen.
"Tuan Kenjiro Gongzie, cepatlah!" sahut kepala chef.
"Ouh kakak tertua, kau sungguh menyulitkan hidupku!"
batin Hylen menghela napasnya.
seorang anak perempuan Gongzie, harus menerima takdir bahwa mereka tidak akan dikenal oleh orang umum karena mereka tidak diperkenankan memakai nama marga Gongzie pada nama belakangnya.
Hylen pun segera memasak dumpling dengan terpaksa, lalu disajikan ke hadapan tamu VIP itu.
satu menit, dua menit...
kepala chef kembali dengan senyuman, sambil berkipas diri dengan banyak lembaran uang tipsnya.
"Hylen, kau dipanggil oleh tamu VIP itu." ucap kepala chef. Hylen menghela napas berat, merasa kesal.
"cepatlah! jika kau ingin mendapatkan tips besarmu!" perintah kepala chef itu lagi.
Hylen melangkah lesu keluar dari dapur dan mengarah ke ruang VIP restoran itu, membuka pintunya dan menundukkan kepala.
"ouw sudah kuduga pasti keturunan Gongzie yang membuat dumpling ini, seenak yang nenek sering buatkan untukku." sahut pria itu yang duduk sambil menyilangkan kakinya yang satu ke atas kaki yang lain dan bersandar santai dengan tangan dilipat di depan dadanya.
Kenjiro Gongzie adalah cucu laki-laki pertama dari garis keturunan kakek Gonzie, ayah dari ayahnya Hylen. Ayah Kenjiro adalah kakak tertua dari ayah Hylen dari tiga bersaudara. Jadilah Kenjiro adalah cucu peringkat satu yang terbesar diantara keturunan laki-laki keluarga besar Gongzie yang ada saat ini.
"apa kakak tertua sudah selesai denganku? aku harus segera pulang ke rumah." ucap Hylen tetap menunduk tidak menatap Kenjiro.
"Pulanglah bersamaku, aku akan menunggumu di lobby hotel." sahut Kenjiro
"tidak perlu kak, disini tidak ada yang tahu bahwa aku adalah juga keluarga Gongzie, aku takut mereka akan berpikir negatif jika kita pulang bersama." tolak Hylen dengan sopan.
"Hylen, apa kau lupa jika segala perintah yang keluar dari mulutku tidak boleh ditolak oleh siapapun?" tanya Kenjiro.
"aku tahu, tapi aku bukanlah bawahanmu kak. jadi, tidak masalah jika aku menolak." sahut Hylen tetap tenang.
Kenjiro menatap adik sepupunya itu dengan tajam, sedangkan Hylen sedari tadi masih terus menundukkan kepalanya.
"baiklah, kau hati-hatilah di jalan." ucap Kenjiro sambil berdiri dan membenahi jas nya lalu melangkah.
"jaga dirimu baik-baik, jangan sampai nenek tahu bahwa resep rahasianya telah dipakai olehmu dengan sembarangan!" ucap Kenjiro lagi saat melewati samping tubuh Hylen.
"Tunggu kak! baiklah, aku akan ikut denganmu." sahut Hylen dengan segera menghadap pada punggung Kenjiro dan senyuman langsung ada di wajah Kenjiro.
"aku akan segera turun ke lobby setelah membersihkan diri." ucap Hylen dan Kenjiro melanjutkan langkahnya sambil mengacungkan jempolnya ke atas kepalanya.
@ mobil Kenjiro
"masih selalu pamer kekayaan huh?!" sindir Hylen saat mobil Kenjiro baru saja melaju di jalan raya.
"aku tidak pernah pamer apapun, semua yang kupakai ini karena memang aku punya nya ini. Kau tahu sendiri bahwa kakek tidak akan pernah membiarkan aku membeli barang murahan, jadi beginilah aku, tidak ada maksud untuk pamer." sahut Kenjiro dengan santai namun justru terdengar sombong di telinga Hylen, semakin membuat Hylen jengah.
__ADS_1
"iya, iya, aku tahu siapa kakak tertuaku ini, cucu kebanggaan kakek dan yang paling dibanggakan kapanpun dan dimanapun pada siapapun, bahkan putra dan keponakan kakek lainnya tidak ada satupun yang bisa mengalahkanmu." sindir Hylen lagi.
Kenjiro hanya terkekeh mendengar ucapan sarkastik Hylen, lalu tangannya terulur mengusap kepala Hylen dan mengacak rambutnya.
"aaarrgghh!!! jauhkan tanganmu! dasar menyebalkan!" omel Hylen.
"menyebalkan tapi pernah membuatmu jatuh cinta kan?" sindir Kenjiro sambil tertawa menang.
"ggrrrr....!! sudah! jangan dibahas lagi! itu dulu waktu aku masih bodoh dan polos! hanya cinta monyet, cinta pada seorang monyet!" balas Hylen dengan geram, semakin membuat Kenjiro tertawa dan gemas hingga mencubit pipi Hylen dengan gemas. Hylen pun semakin dibuat geram dan kesal.
"tapi kenapa sampai sekarang kau belum juga memiliki pasangan? apa kau memang menunggu dijodohkan dengan pria tidak jelas oleh keluargamu?" tanya Kenjiro menyindir Hylen.
Kenjiro tahu pasti bahwa adik sepupunya itu masih mencintainya, sampai detik ini Hylen masih belum berani bertatapan dengan Kenjiro jika sedang berada di satu ruangan yang sama. Kenjiro memang sangat terlihat menyayangi Hylen, dia juga selalu ingin melindungi dan membantu Hylen dibanding ke adik-adik perempuannya yang lain. Hylen bukan sosok yang manja, dia perempuan yang berjiwa keras dan memiliki prinsip hidup yang kuat.
Sikap Kenjiro yang selalu menyayangi dan membelanya sejak kecil itulah yang akhirnya membuat Hylen jatuh cinta padanya ketika dia beranjak remaja.
"aku juga sedang berusaha kak, tapi mau bagaimana lagi? kalau memang belum ada yang cocok." keluh Hylen.
Kenjiro hanya tersenyum lebar, dia selalu senang menggoda Hylen karena akan selalu berakhir dengan keluarnya curhatan dari mulut perempuan itu.
"aku juga belum ada yang cocok, bagaimana jika aku minta kakek untuk menikahkan kita saja? bukankah kita selalu cocok?" usulan Kenjiro seketika membuat Hylen membeku dan spontan menatap ke arah Kenjiro dengan membelalak lebar.
Tangan Kenjiro pun segera terulur dan menyapu wajah Helen dengan tertawa terkekeh.
"serius sekali! mana mungkin aku segila itu menikahi dirimu?!" ucap Kenjiro tertawa melihat reaksi Hylen yang shock.
Hylen akhirnya bernapas besar, entah karena lega atau karena kecewa.
"jangan pernah bercanda seperti itu lagi kak! sungguh tidak lucu!" omel Hylen lalu menatap ke jalanan di depan. Kenjiro hanya membelai kepala Helen lagi dengan lembut.
Perjalanan mereka tanpa disadari sudah sampai di rumah mewah keluarga Hylen.
"terima kasih ya kak, hati-hati di jalan." pamit Helen lalu turun dari mobil Kenjiro. lalu segera berlari masuk ke dalam rumah, sedang Kenjiro tersenyum lebar menatap Hylen hingga menghilang di balik pintu rumahnya, lalu Kenjiro kembali melajukan mobilnya.
######
esok harinya, di rumah kakek Hylen.
satu anak perempuan sedang duduk di sofa dengan menundukkan kepalanya, tidak mampu melawan banyak pasang mata yang kini menatap tajam ke arahnya.
"Jadi sekarang kau mulai menggoda kakak tertuamu lagi? hah?! jawab!" seru kakek bertanya pada Hylen.
Kebersamaan mereka semalam telah menjadi berita gosip di media pagi ini, dan menyebabkan dirinya kini harus menghadapi sidang keluarga besarnya.
"maaf kakek, a..a..ku... tidak bermaksud seperti itu, itu hanya kebetulan saja." sahut Hylen masih menunduk
"apa kau tahu bahwa gosip ini bisa mengakibatkan Kenjiro batal untuk bertunangan dengan Lady Lou?! jika kau ingin mendapatkan pria kaya untuk bisa menjamin hidupmu nantinya, silahkan kau cari di tempat para ****** itu! mungkin dengan menjadi ******, kau akan bisa mendapat banyak harta dari para pria itu! tapi bukan menggoda Kenjiro!" seru kakeknya lagi.
Hylen sangat merasa sakit hati dikatakan seperti itu, namun tidak ada yang berani membelanya, tidak Kenjiro ataupun orang tuanya sekalipun. Begitulah anak perempuan di mata keluarga Gongzie, tidak ada nilainya. Hylen sudah tidak mampu lagi mengeluarkan air mata, hatinya terlalu sakit.
"Kakek, ingatlah kesehatanmu. Malam tadi, Kenjiro yang salah sudah mengajaknya pulang bersama. Lain kali kami akan lebih berhati-hati lagi." ucap Kenjiro mencoba menjelaskan situasi yang sebenarnya.
"Lain kali?! tidak ada lagi lain kali! sekarang juga kakek akan menjodohkan Hylen dengan seorang anak kolega kakek! usianya memang jauh lebih tua dari Hylen! tapi dia seorang duda yang kaya raya tanpa anak, jadi adikmu ini bisa puas dengan segala hartanya! dan yang terpenting dia berhenti mengejar dan menggodamu!" sahut kakek lagi dan semua hanya diam.
Kenjiro menatap Hylen yang masih menunduk tanpa menangis sedikitpun, bahkan tanpa perlawanan sedikitpun atas ketetapan kakek.
Kakek telah kembali ke kamarnya, semuanya mulai meninggalkan ruangan itu termasuk Hylen. Kenjiro segera mengejar langkah Hylen.
"maaf, aku tidak mengira akan seperti ini." ucap Kenjiro dengan suara pelan berjalan di samping Helen.
"tolong menjauhlah dariku kak, mulai sekarang jangan pernah berada di dekatku kurang dari 5 meter!" sahut Hylen dan mempercepat langkahnya.
Kenjiro pun berhenti dan hanya menatap kepergian Hylen bersama orang tuanya.
__ADS_1
#######