Tradisi Takdir

Tradisi Takdir
06


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu sejak kepergian Hylen dari negaranya sekaligus dari kehidupan Kenjiro dan juga keluarga Gongzie.


Hylen telah mulai terbiasa dengan panggilan barunya, Brianna. Penampilan yang sangat berbeda dari Hylen biasanya. Brianna adalah seorang gadis yang pendiam dan suka menyendiri, rambutnya sengaja diubah menjadi berwarna keemasan dan ikal, tidak seperti Hylen berambut asli hitam dan lurus, yang memiliki sifat ceria dan selalu aktif.


Brianna telah bekerja sebagai chef di hotel milik teman ayahnya. Bahkan sejak kehadiran Brianna di hotel itu sebagai chef, penghasilan hotel itu mulai semakin meningkat bahkan dumpling buatan Brianna lah yang selalu dicari oleh banyak orang di negara barat ini.


Setiap malam, Brianna masih tetap saja selalu berburu tentang berita Kenjiro melalui segala media online. Tidak susah bagi Brianna mencari kabar tentang Kenjiro, terutama setelah tanggal pernikahan Kenjiro dan Lady Lou diumumkan, setiap hari persiapan pernikahan mereka selalu menjadi berita sensasional bagi dunia entertainment maupun politik.


Royal Wedding ini akan membawa Kenjiro menjadi seorang Raja bagi Negara Timur, karena Lady Lou hanyalah seorang putri tunggal dan keturunan satu-satunya dari Raja saat ini. Seperti saat acara pertunangan mereka, acara persiapan Royal Wedding ini juga tidak menunjukkan kebahagiaan di wajah Kenjiro. Terlebih parahnya Kenjiro kini semakin menjadi sosok pria yang sangat dingin terhadap semua wanita termasuk pada Lady Lou yang statusnya adalah calon istrinya.


"Kenjiro! lalu apa maumu?! kita akan menikah beberapa hari lagi, tapi kau terus saja tak mau untuk keluar bersamaku menghadapi setiap pers conference!" kesal Lady Lou mengeluh atas sikap Kenjiro.


"Untuk apa aku muncul? Semua sudah kau urus dengan sangat baik dan mereka juga sudah sangat puas dengan dirimu. Aku terlalu lelah jika harus mengurus para wartawan itu." sahut Kenjiro tetap fokus memeriksa segala berkas di hadapannya.


Kenjiro juga tak pernah peduli dengan kehadiran Lady Lou yang sudah beberapa kali menginap di mansion Gongzie. Beberapa kali juga Lady Lou berusaha untuk menyelinap ke dalam kamar pribadi Kenjiro, namun selalu gagal karena Kenjiro selalu saja sibuk pada proyeknya.


"Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?! Proyek apa yang sedang kau kerjakan sehingga hal itu jauh lebih menarik perhatianmu daripada diriku?!" protes Lady Lou. Kenjiro meletakkan pena nya dengan kasar ke atas berkas-berkas itu dan menatap tajam ke arah Lady Lou yang berdiri di hadapannya berseberangan meja.


"Semua ini karena dirimu! Semua yang aku kerjakan saat ini adalah sesuatu yang nantinya harus aku lakukan saat aku harus menjadi Raja atas negara ini! Aku harus merencanakan semuanya dengan sangat baik supaya tidak mengecewakan ayahmu! jadi berhentilah mengeluh dan protes atas pekerjaanku! Tidak puaskah kau dengan aku yang akhirnya mau menjadi suamimu?! Kerjakan saja yang kau suka! aku tak akan pernah melarangmu! Tapi kau juga tak perlu mengeluh apapun yang aku kerjakan! Sekarang kau keluar dari ruanganku! lanjutkan saja persiapan pernikahannya atau aku akan menolak hadir dalam acara pernikahan kita!" seru Kenjiro sangat tidak berperasaan terhadap Lady Lou.


Olivia Lou pun menghentakkan kakinya dan keluar dari ruangan itu dengan sangat kesal. Marah bahkan sangat ingin menangis dengan perlakuan Kenjiro padanya. Seorang calon suami yang bahkan tak pernah merangkul ataupun memeluk apalagi menciumnya, meski hanya sekedar mencium tangan atau kening pun tak pernah dilakukan oleh Kenjiro padanya.


Olivia sudah diingatkan oleh para sahabatnya untuk membatalkan pernikahan mereka, namun cinta Olivia Lou seorang Lady dari kerajaan ini sudah tak mampu lagi melepaskan Kenjiro dari hidupnya. Hanya ini satu-satunya cara untuk seorang Lady Olivia Lou bisa mendapatkan dan memiliki Kenjiro sebagai miliknya utuh. Bagaimanapun perlakuan Kenjiro padanya, dia yakin bahwa suatu hari nanti Kenjiro pasti bisa membalas cintanya.


***


"Brianna, hotel ini sungguh sangat terbantu oleh kehadiranmu disini. Lihatlah! baru sebulan kau disini, tapi restoran hotel ini semakin meningkat. Aku berencana untuk menjadikanmu sebagai kepala Chef di restoran ini, sekaligus mempromosikan dirimu untuk mengikuti beberapa kompetisi kuliner mewakili hotel ini. Bagaimana? apa kau setuju?" usul Keanu sebagai CEO dari hotel tempat Brianna bekerja.

__ADS_1


"Saya sangat berterima kasih dengan kepercayaan Tuan, tapi bagaimana dengan Chef Matthew?" tanya Brianna.


"Chef Matthew akan menjadi Manajer Restoran menggantikan posisi Tuan Harold yang sudah memasuki usia pensiun. Jadi, apa kau setuju?" sahut Tuan Keanu mengharap Brianna bisa setuju dengan rekomendasinya.


"Baiklah Tuan, saya pasti akan lebih bekerja keras lagi untuk semakin memajukan restoran bahkan hotel ini juga." jawab Brianna dan keduanya saling berjabat tangan dan tersenyum bersama.


"Kalau begitu aku akan segera umumkan pada rapat intern kita tiga hari lagi, persiapkan dirimu Brianna." ucap Keanu dan mendapat anggukan setuju.


***


Tiga hari kemudian.


Hari ini adalah hari pernikahan Kenjiro dengan Lady Lou. Kenjiro tampil sangat gagah dan tampan namun tetap dingin sehingga terlihat aura hawa dingin dari dirinya, berbeda dengan Lady Lou yang tampak cantik dan sangat terlihat berbahagia.


Royal wedding yang sangat megah dan mewah juga disaksikan oleh seluruh dunia, para perwakilan pencari berita dari seluruh negara di dunia inipun turut hadir dan berlomba memberikan kabar berita yang menarik dari royal wedding ini.


"Dimana kau Hylen? Mengapa kau menghilang dariku? Aku sangat membutuhkanmu Hylen." Batin Kenjiro terus menanti dan sangat berharap bahwa akan ada pesan dari Hylen.


Semuanya telah selesai, hingga akhir acara royal wedding ini Kenjiro masih tetap tidak mendapatkan sebuah pesan apapun dari Hylen. Kenjiro duduk sendiri di ballroom mewah ini, memperhatikan para pekerja yang satu persatu menyelesaikan pembongkaran dan pembersihan segala megahnya royal wedding tadi. Kenjiro berharap Hylen masih akan datang di detik-detik terakhir sebelum hari ini berlalu.


"Tuan muda, anda sebaiknya segera memasuki kamar pengantin anda. Lady Lou sudah menunggu anda dari 3 jam yang lalu." ucap Pelayan Feng memberi saran pada Kenjiro.


"Sebentar lagi Feng, aku pasti akan masuk setelah memastikan semuanya memang tidak ada perubahan." sahut Kenjiro


"Baik Tuan muda, saya akan menemani anda supaya tidak ada berita negatif tentang anda." ucap Pelayan Feng.


"Terima kasih Feng. Menurutmu, mungkinkah dia akan kembali untuk menemuiku? setidaknya dia harus menjelaskan kenapa dia pergi tanpa memberitahuku dan bahkan menghilang tanpa jejak." sahut Kenjiro bertanya pada pelayan setia nya itu.

__ADS_1


"Tuan muda, anda kini adalah seorang suami dari Lady Lou, dan anda juga akan dinobatkan menjadi Raja negara ini minggu depan, tidak baik jika anda masih terus memikirkan nona Hylen. Hal itu bisa merusak nama baik anda dan keluarga Gongzie." nasehat Feng.


"Entahlah Feng, aku bahkan tak tahu apa yang harus kulakukan saat masuk ke dalam kamar pengantinku sendiri. Aku sangat tidak mencintainya, sangat tidak mungkin untuk ku melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan yang baru saja menikah. Aku selalu ingin pergi mencarinya dan mengejarnya, tapi aku tak tahu dia ada dimana. Keluarganya tak ada yang mau memberitahuku, bahkan mereka juga tak pernah menghubungi siapapun yang menandakan bahwa itu dia." sahut Kenjiro menghela napas panjang dan berat.


"Tuan muda, nona Hylen hanya ingin anda tetap hidup layak dan berbahagia. Kurasa, dia juga pasti selalu memperhatikan anda melalui segala media sosial, berbahagialah Tuan muda, supaya pengorbanannya tidak menjadi sia-sia." nasehat Feng.


"Huft! kau benar, dia masih selalu bisa melihatku, tapi aku tak pernah bisa melihatnya meski melalui media sosial sekalipun. Ternyata dia hanya seorang gadis egois, Feng." sahut Kenjiro frustasi lalu berdiri dan melangkah masuk menuju ke kamar pengantin nya di dalam penthouse hotel ini.


Kenjiro menghela napas panjang dan berat sebelum membuka pintu kamar pengantinnya. Kenjiro lalu masuk dengan langkah dan wajah lesu. Dia melihat Lady Lou yang kini resmi istrinya itu sedang duduk membaca sebuah buku dengan menggunakan lingerie seksinya di atas tempat tidur tanpa tertutup selimut.


Lady Lou pun segera berdiri dari tempat tidur dan berjalan tersenyum menghampiri Kenjiro.


"Apa kau butuh untuk mandi terlebih dulu? atau kita bisa langsung......" pertanyaan Lady Lou hanya berlanjut dengan tatapan ke tempat tidur sambil bergelayut manja memeluk pinggang Kenjiro.


Kenjiro menatap ke bawah dan sangat terlihat putih mulus juga padatnya dada Lady Lou yang menempel dengan dadanya.


"Aku butuh mandi, kau tidurlah dulu, tak perlu menungguku, karena aku butuh berendam." sahut Kenjiro dengan perlahan melepaskan tangan Lady Lou dari pinggangnya.


"Aku akan menunggumu Kenjiro, ini malam besar untuk kita berdua, jadi aku tak akan melewatkannya hanya dengan tidur. Apa kau butuh teman berendam?" ucap Lady Lou sambil menahan satu tangan Kenjiro sebelum melangkah ke kamar mandi.


Kenjiro hanya menatap Lady Lou dengan datar dan menghela napas panjang.


"Terserah kau. Aku sangat lelah dan butuh tidur malam ini." sahut Kenjiro sambil menarik tangannya dan melangkah masuk ke kamar mandi.


Kenjiro menatap dirinya pada cermin besar di dalam kamar mandi.


"Pernikahan apa yang kujalani ini? aku bahkan tak bergairah pada istriku sendiri. Tidak. bukan hanya tidak bergairah, tapi aku jijik melihatnya berpakaian seperti itu.hhhuuuhhhhh....!!!" ucap Kenjiro pada pantulan dirinya di cermin sambil menghela napas panjang dan berat kesekian kalinya.

__ADS_1


****


__ADS_2