Tradisi Takdir

Tradisi Takdir
08


__ADS_3

Kini sudah sebulan berlalu dari pernikahan Kenjiro dan Lady Lou, dan tepat 3 Minggu setelah Kenjiro dinobatkan sebagai Raja yang baru bagi negara Timur.


Hari ini terjadi sebuah kehebohan yang menggemparkan di negara itu. Sebuah keputusan besar yang sangat beresiko besar telah dibuat oleh Kenjiro. Raja Kenjiro barusaja mengumumkan bahwa dia telah memutuskan negara Timur mulai besok akan menjadi negara yang tertutup dari media sosial apapun. Segala hal yang terjadi di negara Timur tidak akan bisa diberitakan keluar oleh media apapun dari luar negeri, jika tanpa seijin Kenjiro. Jika ada satupun gambar atau video atau berita tentang negara Timur di luar negeri tanpa seijin Kenjiro, maka pembuat berita dan penyebarnya akan langsung dihukum penjara bahkan hukuman mati.


Kegilaan Kenjiro ini sungguh tidak bisa diterima oleh para anggota dewan kerajaan, bahkan ayah mertua Kenjiro sendiri tidak lagi memiliki kuasa atas keputusan Kenjiro sebagai Raja.


"Jika kalian tidak suka dengan keputusanku, maka silahkan lepas jabatan kalian sekarang juga, aku tidak akan bekerjasama dengan orang yang menentangku." ucap Kenjiro di rapat dewan kerajaan sore ini.


"Tapi Yang Mulia, dengan tertutupnya negara Timur dari akses media, itu akan sangat mempengaruhi perekonomian kita. Bagaimana dengan kerjasama yang sudah ada dengan negara lain?" tanya Ketua Dewan Kerajaan.


"Perekonomian tidak ada yang berubah. Segalanya tetap berjalan seperti biasa, hanya saja seluruh masyarakat tidak diijinkan untuk menggunakan sosial media apapun. Jaringan Internet di seluruh negara akan diputus. Hanya ada jaringan internet di dalam istanaku saja, jadi siapapun yang akan mengunggah berita apapun, harus mendapatkan ijin dariku." sahut Kenjiro dengan tenang.


"Lalu bagaimana dengan komunikasi kita atau masyarakat dengan orang di luar negara sana?" tanyanya lagi mencoba membuka pikiran Kenjiro bahwa keputusan ini adalah salah besar.


"Apa kau lupa bagaimana cara kau berkomunikasi dulu saat belum ada internet dan telepon? sekarang lakukan lagi seperti itu! Negara kita adalah negara yang memiliki kekayaan yang sangat dibutuhkan oleh banyak negara diluar sana, jangan takut! Mereka pasti akan tetap mau bekerjasama dengan kita. Selain itu kontrak kerjasama yang kita miliki dengan mereka semua, tidak akan mungkin mereka batalkan, karena mereka harus membayar pinalty pada kita jika mereka mundur dari kerjasama itu." sahut Kenjiro tetap pada keputusannya.


Rapat Dewan kerajaan pun selesai dengan hasil nihil, semua mampu disanggah oleh Kenjiro demi tetap menjalankan keputusannya. Kenjiro tingga sendiri di ruangan itu, memejamkan matanya dan menghela napas besar sambil kepalanya bersandar ke belakang pada sandaran kursi.


"Semoga kau segera muncul kembali. Jika aku tak bisa melihatmu, maka kau juga tak akan bisa melihatku Hylen. Dimanapun kau berada saat ini, kumohon muncullah di hadapan mataku." Batin Kenjiro pada sendirinya.


"Tuan, adakah yang bisa kulakukan untuk membantu anda?" tegur sebuah suara yang sangat dikenal Kenjiro sejak dia kecil.


"Feng, aku harus melakukan ini, aku harus bisa membuatnya muncul di hadapanku Feng. Tidak adil jika dia masih bisa melihatku dari tempatnya sekarang, tapi aku tak bisa melihatnya meski hanya melalui media sekalipun. Aku harus melakukan ini Feng, aku ingin dia muncul di hadapanku." sahut Kenjiro tanpa membuka matanya.


"Saya sangat mengerti Tuan. Tapi sebaiknya Tuan memikirkan kembali resiko penutupan akses internet di seluruh negara ini. Jika publik tahu bahwa alasan Tuan melakukan ini hanya demi menemukan dia, kemungkinan posisi Tuan sebagai Raja akan segera diambil alih." nasehat Feng.


"Aku sungguh tidak peduli jika harus kehilangan posisi Raja ini. Aku sungguh ingin pergi dari negara ini Feng." sahut Kenjiro putus asa.

__ADS_1


"Tuan, sebaiknya Tuan menunda keputusan ini dan pergi menenangkan diri Tuan beberapa minggu, beristirahatlah dari semua kegiatan ini, mungkin Tuan bisa menemukan jalan keluar yang lebih baik untuk menemukan dia." ucap Feng mencoba memberi masukan pada Kenjiro.


Kenjiro membuka matanya lalu menatap ke arah Feng yang selalu hanya menunduk jika berhadapan dengan Kenjiro.


"Feng, hubungi ketua Dewan Kerajaan dan katakan bahwa aku menunda segala keputusan hari ini, setelah itu kau temani aku selama 2 Minggu di Hutan Bambu." ucap Kenjiro.


"Baik Tuan, saya akan memberi kabar pada Yang Mulia Ratu juga untuk bersiap." sahut pelayan Feng.


"Tidak! Jangan katakan apapun padanya! aku hanya ingin bersamamu saja! lagipula, istriku itu tidak tahu apapun tentang hutan bambu, dan aku juga tak ingin dia tahu sampai selamanya." ucap Kenjiro tegas, dan direspon dengan anggukan kepala pelayan Feng.


"Aku menunggumu di mobil." lanjut Kenjiro lalu keluar dari ruang pertemuan itu.


"Semoga Nona Hylen bisa segera ditemukan, sehingga Tuan bisa kembali menjalani hidupnya tanpa perasaan kehilangan dan lobang besar dihatinya bisa segera pulih." doa pelayan Feng bagi Tuannya yang sudah dia sayangi seperti anaknya sendiri.


***


Waktu terus berjalan, Kenjiro dan Hylen juga terus menjalani kehidupan mereka masing-masing. Kenjiro tidak jadi menutup akses antara negaranya dengan negara luar. Namun begitu segala aktivitas tentang Kenjiro dan kehidupan istana kerajaan semuanya tertutup untuk dunia luar. Tak ada satupun yang boleh mengambil gambar foto diri Kenjiro dan Lady Lou dimanapun.


Kakek Gongzie yang telah meninggal karena usia tua, Ayah & Ibu dari Olivia Lou yang juga meninggal karena kecelakaan pesawat saat pergi berlibur. Pernikahan Kenjiro dan Olivia Lou yang belum juga dilengkapi dengan kehadiran buah hati. Pertengkaran keduanya tak pernah ada liburnya setiap kali keduanya bersama dalam istana di waktu bersamaan.


Keadaan negara Timur memang sangat makmur dan damai di bawah pengaturan Kenjiro, namun tidak dalam keluarga Gongzie. Perebutan tahta dan harta terus saja terjadi sejak kakek Gongzie meninggal, karena Kenjiro sebagai pewaris terbesar kini adalah seorang Raja yang telah melepaskan segala hak nya sebagai pewaris terbesar Gongzie. Kenjiro telah memutuskan hubungan dirinya dengan keluarga besar Gongzie seluruhnya kecuali dengan sang nenek saja yang kini turut tinggal bersamanya di istana kerajaan.


Lima tahun bukan waktu yang mudah juga bagi Hylen alias Brianna. Banyak kompetisi memasak telah dia ikuti, dari kalah di kompetisi-kompetisi awal hingga terus meningkat akhirnya mampu berdiri sebagai seorang juara, bahkan kini Brianna telah mampu mengangkat hotel tempatnya bekerja itu menjadi hotel berbintang 5 tentu saja dengan strategi dari otak cerdas Keanu. Brianna dan Keanu selalu bersama selama 5 tahun ini, selalu saling mendukung dan memberi semangat saat menghadapi kegagalan. Tapi sayang perhatian Keanu sejak dulu hanya dianggap dan diterima oleh Brianna sebagai seorang kakak dan sahabat dekat saja.


Meskipun Brianna selalu mengagumi Keanu, namun hati Brianna tak sanggup lepas dari ikatan janji rahasianya dengan Kenjiro. Brianna terus berusaha memanjat gunung kesuksesan demi berada di puncak dan menjadi chef terhebat di dunia, demi satu hal yaitu Kenjiro datang untuk menjemputnya.


"Hei! kau melamun lagi." tegur Keanu saat melihat Brianna melamun sendiri di rooftop hotel setelah siang tadi dia tiba dari memenangkan sebuah babak awal kompetisi memasak tingkat dunia.

__ADS_1


"Hai...." sahut Brianna manis tersenyum pada Keanu.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Keanu.


"Tak ada. Kenapa kau belum pulang?" sahut Brianna balik bertanya pada Keanu.


"Aku barusaja selesai pertemuan, akan ada event besar di hotel ini bulan depan." jawab Keanu.


"Aku tahu kau sudah kembali, dan inilah kebiasaanmu setiap kali kau kembali dari kompetisi. Jadi aku tahu bahwa kau pasti ada disini." lanjut Keanu seolah mengerti apa yang akan Brianna tanyakan selanjutnya.


Brianna hanya tersenyum lalu kembali menatap ke langit gelap di atas sana.


"Keanu, apa yang kau rasakan saat kau akhirnya berhasil mencapai puncak tertinggi? menjadikan hotel kecil ayahmu kini sebagai hotel berbintang lima bahkan tingkat eksklusif dan sangat terpandang." tanya Brianna.


"Aku bisa bernapas lega, aku bisa beristirahat sejenak saat awal tiba di puncak, tapi setelahnya aku justru tak bisa bebas bergerak kemanapun setiap waktu, karena berada di puncak sebuah gunung itu sangat tidak mudah untuk bertahan hidup. Goncangan dan tiupan angin justru semakin kencang menerpa hidupmu, terpeleset satu kaki saja maka kau akan jatuh ke bawah dan jika kau tidak cepat menemukan pijakan maka kau akan hancur saat tubuhmu jatuh ke dasar." sahut Keanu.


"Ya, kau benar. Tapi semua orang selalu ingin berada di puncak tertinggi, bahkan tidak sedikit yang menggunakan cara-cara curang demi berada di puncak." ucap Brianna.


"Aku tidak setuju dengan banyak orang tentang mencapai sebuah puncak kesuksesan, karena kesuksesan itu sesungguhnya tidak pernah memiliki puncak pada ujungnya. Ingat filosofi, di atas langit selalu masih ada langit yang lain? Jadi yang ada dalam hidup ini seharusnya adalah kita sebagai manusia jangan pernah berhenti berusaha dalam segalanya, karena saat kita berpuas diri dan berhenti berusaha, maka itu adalah waktunya kita mulai terpeleset dan akhirnya terjatuh." sahut Keanu dan Brianna hanya diam.


"Apa kau sedang berpikir untuk mundur dari kompetisi ini?" tanya Keanu sedikit curiga dengan ucapan-ucapan Brianna.


"Entahlah, aku hanya mulai merasa lelah dengan semua kompetisi ini. Aku merasa bahwa semua ini akhirnya hanya akan menjadi sia-sia meskipun aku berhasil mencapai juara dunia sekalipun." sahut Brianna.


"Lalu apa tujuan awalmu? sejak dulu kau selalu berusaha dan aku sangat melihat kau bahkan tidak pernah putus asa menghadapi tantangan apapun. Apa sebenarnya yang ingin kau raih selama ini? Apa sebenarnya kau bukan mengejar juara dunia ini? Ada hal lain yang ingin kau raih?" tanya Keanu, dan Brianna hanya menghela napas panjang menatap diam ke arah Keanu.


*****

__ADS_1


**haiii kalia semua, terima kasih sudah mau membaca story' ku.


semoga tidak membosankan ya**...


__ADS_2