Tradisi Takdir

Tradisi Takdir
09


__ADS_3

"Lalu apa tujuan awalmu? sejak dulu kau selalu berusaha dan aku sangat melihat kau bahkan tidak pernah putus asa menghadapi tantangan apapun. Apa sebenarnya yang ingin kau raih selama ini? Apa sebenarnya kau bukan mengejar juara dunia ini? Ada hal lain yang ingin kau raih?" tanya Keanu, dan Brianna hanya menghela napas panjang menatap diam ke arah Keanu.


****


"Bree......" panggil Keanu karena Brianna hanya diam saja menatap padanya.


"Bree..... apa kau baik-baik saja?" tanya Keanu.


Beberapa saat Keanu akhirnya juga ikut diam menatap wanita dihadapannya itu. Setelah sekian lama, entah mendapat inspirasi darimana tiba-tiba Keanu tersentak kaget sendiri.


"Astaga! Bree.... kau.... kau.... melakukan semua ini untuknya? ouh shit! Bree.... katakan padaku bahwa pikiranku salah tentang semuanya. Kumohon, katakan padaku kalau pemikiranku salah Bree..." ucap Keanu menatap cemas pada Brianna.


Brianna mulai meneteskan airmatanya dengan tetap diam menatap Keanu.


"Ouh Bree.... Kau sungguh wanita yang tidak masuk akal. Ini sudah 5 tahun berlalu, Bree...! Pria itu sudah menikah dan sangat mungkin juga jika dia sudah melupakanmu dan mencintai istrinya! 5 tahun tanpa kabarmu dan tanpa melihatmu sekalipun! Dia pasti sudah menganggapmu telah melupakannya atau bahkan berpikir bahwa kau sudah tak ada lagi di dunia ini! ouh ayolah Bree..! Berpikirlah sewajarnya, jangan kau buang mimpi besarmu hanya karena pria itu!" lanjut Keanu lagi mencoba membenahi pikiran Brianna.


"Entahlah Keanu, aku sendiri tak tahu lagi apa yang sebenarnya aku perjuangkan sampai saat ini. Aku telah terikat pada sebuah janji rahasia kami, Keanu. Aku tak bisa melepaskannya dari hidupku. Sampai kapanpun aku tak akan bisa melepaskan ikatan hidupku dengan janji kami, Keanu." tangis Brianna.


Keanu pun segera menarik tubuh Brianna dan memeluknya erat, membiarkan wanita itu menangis mengeluarkan segala keresahan hatinya dalam pelukan Keanu.


"Kau bisa Bree..... Aku percaya padamu. Aku percaya kau bisa melakukannya dan mencapai mimpi tertinggi mu. Berjuanglah Bree! Teruslah berjuang! Aku selalu mendukungmu Bree... Aku selalu ada di sampingmu." ucap Keanu mengusap lembut rambut Brianna.


Keanu melepaskan pelukannya dan meraih dagu Brianna untuk menatapnya.


"Naiklah terus Bree...berjuanglah terus meraih mimpimu. Jika dia tak ada disana menunggumu, maka kau akan menemukanku menunggumu disana Bree.... Berjuanglah! kau tidak akan pernah sendiri berada di atas sana Bree." Janji Keanu pada Brianna.


Brianna menatap ke dalam mata Keanu, dan masih terus menangis. Brianna akhirnya mengangguk pelan dan mencoba tersenyum dalam tangisnya yang masih deras.


Keanu mengusap lembut airmata Brianna dan ibu jarinya, lalu dia mengecup kening Brianna dengan lembut dan mendalam penuh perasaan sayang, lalu kembali menatap Brianna dan tersenyum lebar.


"Aku sangat ingin mencium bibirmu, jadi sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini dan pulang, sebelum aku memaksamu." ucap Keanu sambil tersenyum dan Brianna menghela napas panjang lalu mengangguk kembali dan ikut tersenyum lebar sambil berdiri.


Keduanya melangkah bersama meninggalkan rooftop hotel dan pulang ke rumah masing-masing diantar oleh Ken dengan menggunakan mobil Keanu.


"Keanu, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Brianna saat berada di dalam mobil.


"Tanyakan saja." sahut Keanu.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak pernah memberi respon terhadap perasaan Angela?" tanya Brianna.


"Kau sudah tahu jawabannya Bree..." sahut Keanu tersenyum santai, namun membuat Brianna justru menjadi canggung.


Keanu memang sudah beberapa kali mengungkapkan cintanya pada Brianna, namun Brianna hanya memberi respon dengan diam atau tersenyum, terkadang juga Brianna memilih mengalihkan topik pembicaraan.


"Keanu, sampai kapan kau akan terus menungguku?" tanya Brianna.


"Bree, maaf, aku tak bisa menjawabnya, karena aku juga tak tahu jawabannya. Kenapa? Apa kau merasa terganggu dengan hal itu?" sahut Keanu balik bertanya.


"Maafkan aku." ucap Brianna menunduk.


Keanu menaikkan pembatas antara kursi penumpang dengan pengemudi di depan. Keanu meraih tangan Brianna, membuat Brianna menoleh padanya.


"Kenapa kau harus meminta maaf? Aku tak pernah menyalahkanmu karena masih mengharapkan cinta dari pria lain. Asalkan kau tidak mengusirku dan memintaku menjauh darimu, aku tidak akan pernah menyalahkanmu." ucap Keanu.


Brianna menatap pria di hadapannya itu, pria yang selalu mencintainya, selalu memperhatikannya, selalu peduli padanya, selalu menemaninya dalam keadaan apapun.


Entah karena keberanian ataukah rasa ingin tahu ataukah gairah yang entah berasal darimana, kini bibir Brianna sudah menempel pada bibir Keanu dan mulai bergerak. Kaku dan sangat amatir pergerakan bibir Brianna bagi Keanu, namun sangat mampu menyulut api gairah dari dalam diri Keanu.


Bibir mereka masih terus saling bergerak, kaku menjadi lembut, lembut semakin mendalam, dan akhirnya terlepas saat mereka membutuhkan oksigen.


"Boleh ku tahu apa alasannya?" tanya Keanu.


"Maaf, aku juga tak tahu jawabannya." sahut Brianna kembali pada posisi duduknya semula dan menunduk.


"Apa kau tahu? Sepertinya malam ini aku tak akan bisa tidur. Ini bukan pertama kalinya bagiku, tapi rasanya seakan-akan kau barusaja mengambil first kiss ku." ucap Keanu.


"Maaf Tuan, kita sudah sampai di tempat Nona Brianna." suara Ken mengakhiri perjalanan kebersamaan mereka malam ini.


"Terima kasih sudah mengantarku, sampai bertemu besok." ucap Brianna berpamitan lalu membuka pintu di sisinya.


"Bree, besok aku akan terbang ke negara Timur, apa kau ingin dibawakan sesuatu?" tanya Keanu menahan kaki Brianna melangkah keluar.


"Ada keperluan apa? Berapa lama kau akan berada disana?" tanya Brianna terkejut.


"Aku ada pertemuan dengan Hiro, ada sebuah proyek yang akan kami jalankan bersama, kemungkinan aku akan berada di sana selama 10 hari." sahut Keanu.

__ADS_1


Hiro, dia adalah kakak kandung Brianna satu-satunya, sudah 5 tahun mereka putus hubungan komunikasi.


"Kumohon jangan ceritakan apapun tentang aku di sini padanya atau siapapun. Berhati-hatilah dalam perjalananmu." ucap Brianna dan Keanu mengangguk paham dengan permintaan Brianna itu.


Brianna lalu keluar turun dari mobil Keanu dan langsung masuk ke dalam apartment nya tanpa menoleh lagi pada Keanu.


****


"Apa yang sudah kulakukan? gila! sungguh memalukan! Keanu selama ini bisa menahan dirinya untuk tidak menciumku! tapi kenapa justru aku yang mulai menciumnya?! gila! aku pasti tadi sedang gila!" rutuk Brianna pada dirinya sendiri saat sudah masuk ke dalam apartmentnya.


"Astaga! aku bahkan tak punya alasan mengapa aku menciumnya! sungguh memalukan! sungguh-sungguh memalukan! Hatiku dan pikiranku selalu masih memikirkan kak Kenjiro, tapi kenapa bibirku justru mencium Keanu?! aku pasti sudah gila! apa yang akan dia pikirkan tentangku sekarang?! dia pasti menganggapku wanita munafik dan tidak setia! berkata mencintai pria lain, tapi justru menciumnya! ah! gila!" Brianna masih terus merutuk kebodohannya sendiri karena dia yang memulai mencium Keanu tadi.


Ddrrrttt....


Sebuah pesan masuk ke ponsel Brianna.


Fr: Keanu


Apa kau sudah tertidur? atau kau masih memikirkan alasan mengapa kau menciumku?


"Astaga! dia bahkan bisa menebak apa yang sedang kulakukan sekarang!" omel Brianna pada dirinya sendiri.


"Apa yang harus kulakukan sekarang? aku harus membalas apa pada pesan nya? Sial! gila! kenapa dia harus bertanya seperti itu?! tidak bisakah dia langsung melupakan kejadian itu begitu saja?! aaarrgghhh..!!!" kesal Brianna pada sendirinya.


Brianna akhirnya memutuskan untuk mengabaikan pesan Keanu begitu saja tanpa membalas apapun. Bahkan saat Keanu melakukan panggilan telepon terhadapnya, Brianna memilih mendiamkan begitu saja.


****


Keanu masih merasa sangat penasaran namun dia juga merasa bahagia atas inisiatif Brianna yang mau menciumnya terlebih dulu.


Entah berapa kali Keanu selalu ingin mencium Brianna, namun wanita itu selalu berhasil menghindar dan mengalihkan pada hal yang lainnya. Tapi malam ini, entah mengapa justru Brianna yang memulai untuk menciumnya.


Keanu sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, jari-jarinya terus mengusap lembut bibirnya sendiri sambil memejamkan matanya, mengingat kembali rasa bibir Brianna pada bibirnya tadi. Semakin diingat kembali, semakin membangkitkan gairah Keanu pada tubuh bagian bawahnya.


"Bibirnya sungguh terasa kenyal dan manis. Tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, sungguh nikmat sekali menyesap bibirnya. Astaga! semoga ini adalah awal yang baik, bukan membuatnya menghindari aku setelah malam ini." ucap Keanu pada sendirinya lalu menghela napas panjang.


"Mungkinkah dia sudah mulai membuka hatinya untuk cintaku? Aku tak ingin memaksanya, ya lebih baik tetap seperti ini. Aku ingin dia sendiri yang jatuh cinta terhadapku, bukan karena merasa terpaksa atau hal yang lainnya." ucap Keanu lagi berharap hal yang indah akan terjadi.

__ADS_1


*****


__ADS_2