
Malam hari, Brianna masih terus menangis di kamar apartment nya. Dia terus menatap ke arah gambar di media sosial yang memberitakan tentang pernikahan megah Kenjiro dan Lady Lou. Tak ada senyum Kenjiro di semua foto gambar dan juga cuplikan video di beberapa media sosial.
Sedari pagi tadi, dia harus terus menyembunyikan airmatanya yang terus mengalir sendiri. Brianna berusaha tetap profesional selama bekerja seharian ini. Namun malam ini saat dia sudah sendiri di apartment nya, dia tak bisa menahan dirinya lagi dari kesedihannya.
"Maafkan aku kak, maafkan aku. Semoga kau bisa membuka hatimu untuk Lady Lou, lupakan aku kak, entah kapan waktunya aku percaya kau pasti bisa melupakan aku kak." tangis Brianna sambil menatap pada smartphone nya.
"Hari ini aku berhasil menjadi kepala chef kak. Kau tahu kak? besok adalah pengangkatan aku secara resmi sebagai kepala chef. Aku tahu kak, aku tak boleh lagi mengharapkan dirimu, tapi hidupku ini hanya memiliki satu tujuan kak, berada di puncak karir sebagai chef terhebat demi dijemput pulang oleh dirimu kak. Ya pulang. Pulang kembali ke keluarga Gongzie, masuk kembali ke keluarga dimana seharusnya aku berada. Maafkan aku kak, maafkan aku jika aku tak pernah bisa melupakanmu dan rahasia janji kita berdua." Brianna terus mengucap pada dirinya sendiri dan smartphone nya.
Brianna akhirnya ketiduran setelah lelah menangis semalam. Pagi ini sudah dipastikan matanya terlihat sangat sembab dan bahkan bengkak.
"Brianna, ada apa dengan matamu? apa kau baik-baik saja?" sapa Keanu saat Brianna barusaja masuk ke ruang lobby hotel dan berpapasan dengannya.
"Eh..Tuan Keanu, tidak. tidak ada apapun, saya hanya kurang tidur semalam." sahut Brianna tersenyum canggung.
"Baiklah, sebaiknya kau segera memesan kopi untuk menyegarkan dirimu sepanjang hari ini." ucap Keanu dan dibalas anggukan kepala Brianna.
Keduanya berjalan ke arah yang berbeda, Brianna ke arah ruangan loker karyawan, sedangkan Keanu menuju lift untuk menuju ke ruang kerjanya.
"Hei Bree, selamat ya atas promosi kenaikan jabatanmu." ucap Harry saat bertemu di ruang loker.
"Eh.i.iya...terima kasih Harry." sahut Brianna tersenyum canggung.
Harry adalah sesama Chef yang masuk bersamaan dengan Brianna sejak awal sebulan yang lalu.
"Kau hebat Bree, aku ikut bangga sebagai teman sekerja. bagaimana jika kita merayakan promosi mu dengan makan malam bersama teman-teman di dapur? kami akan membuatkan masakan khusus untukmu." usul Harry dengan antusias.
"Baiklah, tapi kalian sebaiknya tidak memakai stok bahan yang mahal ya, karena aku tidak mau gajiku dipotong dalam jumlah besar karena pesta hanya semalam." sahut Brianna, lalu mereka segera ke dapur setelah memakai apron mereka masing-masing.
Saat malam hari Brianna dan Harry bersama teman chef lainnya bersenang-senang menikmati pesta sederhana setelah jam restoran selesai. Malam ini mereka ada 8 orang sedang menyantap Barbeque dish yang mereka siapkan bersama-sama di rooftop hotel. Mereka saling melontarkan candatawa, namun Brianna tetap hanya tersenyum dan seperti biasa lebih banyak diam.
"Ehem! sepertinya ada yang sedang bersenang-senang secara tersembunyi disini." tegur sebuah suara yang secara mendadak dan seketika menghentikan canda tawa mereka.
Brianna sebagai kepala chef segera berdiri dan berjalan menghampiri pemilik suara itu.
"Tuan Keanu, selamat malam." sapa Brianna dengan tersenyum.
"Ada yang akan kau jelaskan padaku Bree? sedang apa kalian disini?" tanya Keanu.
"Maaf Tuan, mereka hanya ingin merayakan promosi saya hari ini. Tapi semua tagihan atas semua bahan yang kami gunakan ini semuanya sudah masuk ke dalam tagihan penghasilan saya tuan. Semuanya sudah saya informasikan pada bagian purchasing." sahut Brianna.
"Emmmmm....kau tidak akan mengundangku? Bagaimana jika kau ijinkan aku bergabung dengan kalian? besok aku akan menarik tagihanmu malam ini dan masuk ke tagihanku, apa kau setuju?" tanya Keanu dan Brianna pun menoleh ke belakang meminta persetujuan teman-temannya.
Semuanya tentu saja tak ada yang berani menolak Tuan Keanu, secara pria itu adalah pimpinan mereka di hotel ini. Semua teman Brianna pun mengangguk setuju dengan kehadiran Keanu bergabung bersama mereka.
"Baiklah, malam ini kita semua setara, anggap aku sebagai teman kalian, bukan boss kalian, ok?!" ucap Keanu melangkah mendekati meja barbeque dan melewati Brianna begitu saja, sambil melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya. Brianna akhirnya mengekor di belakang Keanu dan membantu Keanu untuk meletakkan jas nya di tempat yang bersih.
__ADS_1
Malam ini semuanya bergabung bersama, canda tawa kembali hadir pada pesta barbeque malam ini. Brianna bersyukur, dirinya bisa sejenak melupakan kesedihan hatinya kemarin karena pernikahan Kenjiro dan Lady Lou.
"Biar aku yang mengantarmu pulang." ucap Keanu saat satu persatu mulai berpamitan untuk pulang, dan hanya tersisa Keanu, Brianna, Harry dan Melinda.
"Ah! tidak perlu merepotkan anda Tuan Keanu. Saya bisa pulang berdama Harry dan Melinda. Tempat tinggal kami searah." sahut Brianna.
"Kalau begitu aku akan mengantar kalian sekalian bertiga, bagaimana?" usul Keanu lagi.
"Anda akan kelelahan jika mengantarkan kami bertiga. Sebaiknya kami naik taxi bersama saja." sahut Brianna lagi menolak dengan halus.
"Hei Brianna Dorothy, apa kau lupa siapa aku ini? Aku selalu memakai sopir pribadi kemanapun, jadi aku tidak akan lelah sekalipun mengantarkan kalian bertiga sekaligus kelima orang yang lain tadi. Bagaimana?" ucap Keanu. Brianna akhirnya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, betapa susahnya menolak pria ini.
"Baiklah Tuan, maaf kami jadi membuat anda tidak bisa langsung pulang dan beristirahat." sahut Brianna.
"Aku tidak lelah Bree, aku justru ikut bersenang-senang dengan kalian, apa kau tidak melihat betapa senangnya aku bersama kalian tadi?" ucap Keanu, Brianna hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka berempat akhirnya bersama menuju ke lobby hotel. Harry dan Melinda berjalan di belakang Keanu dan Brianna.
"Lihatlah, mereka berdua terlihat serasi." bisik Melinda pada Harry.
"Kau benar, aku rasa Tuan Keanu sedang berusaha mendekati Bree." sahut Harry dan Melinda pun mengangguk setuju.
"Apa kau tahu? Selama aku bekerja di hotel ini, Tuan Keanu tidak pernah terlihat berdekatan dengan para karyawannya. Meskipun dia baik terhadap para karyawannya, tapi sejak ada Bree di hotel ini, Tuan Keanu bahkan mau duduk makan bersama dengan kita bahkan bercanda bersama kita. Tadi itu bahkan pertama kalinya dia mau bercanda dengan karyawannya." bisik Melinda lagi.
"Ok! Boss kita dipastikan sedang mendekati atasan kita. Tapi Bree sepertinya bukan wanita yang mudah untuk didekati." bisik Harry dan Melinda kembali menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana Ken? apa kau tahu semua daerah tadi?" tanya Keanu pada sopir pribadinya.
"Ya Tuan, kita akan mengantarkan Harry lalu Melinda dan terakhir Brianna, karena apartment nya terletak searah dengan jalan pulang kita." sahut Ken.
"Baiklah, kalau begitu tunggu apa lagi? kita ikuti rute mu." ucap Keanu lalu mobilpun mulai melaju ke jalan raya.
Harry dan Melinda sudah tiba di tempat tinggal mereka masing-masing. Kini hanya ada Keanu dan Brianna di kursi belakang bagian penumpang.
Diam, hening, tak ada pembicaraan apapun di antara keduanya. Suasana mendadak canggung setelah Melinda turun dari mobil itu.
"Jadi, orang tua mu apakah pernah menghubungimu selama kau disini?" tanya Keanu memecah keheningan di antara mereka.
"Tidak pernah, kami sangat dilarang berhubungan lagi. Satu bulan ini dan untuk selanjutnya, aku ini adalah manusia yang hidup sebatang kara." sahut Brianna.
"Apa kau pernah mencoba menghubungi mereka?" tanya Keanu lagi.
"Tidak. Aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap keluargaku jika kakek Gongzie sampai mengetahuinya." sahut Brianna.
"Kau bisa menganggapku dan kedua orangtuaku sebagai keluargamu sekarang." ucap Keanu.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan." sahut Brianna.
"Hei.....Bukankah kita sudah sepakat bahwa kau tidak akan memanggilku Tuan jika hanya ada kita berdua di luar kantor? apa kau lupa?" Protes Keanu.
"Tidak, maafkan aku." sahut Brianna tersenyum menganggukkan kepala.
Keanu sudah mengenal Brianna sejak wanita itu pertama kali datang ke negara Barat ini. Keanu adalah putra tunggal dari pemilik hotel yang juga adalah teman dari ayahnya Brianna alias Hylen. Keanu sudah berjanji akan menjaga rahasia asal usul Brianna dulu sebelum pindah ke negara Barat ini.
"Tersenyumlah lebih sering, kau terlihat sangat manis saat tersenyum." ucap Keanu dan membuat Brianna seketika menjadi salah tingkah.
"Bree, bagaimana dengan pria yang kau cintai itu? Apakah dia pernah mencarimu?" tanya Keanu lagi
"Entahlah, aku diharuskan untuk menghilangkan seluruh data diriku dan juga sosial mediaku, karena dia ahli IT." sahut Brianna.
"Bukankah dia sudah menikah? Bagaimana denganmu sekarang? Apa kau akan tetap mengharapkan dia? atau kau sudah memutuskan untuk hatimu mulai terbuka bagi cinta yang lain?" tanya Keanu, namun Brianna hanya diam dan memilih menatap keluar jendela di sampingnya.
"Bree, apa dalam keluargamu itu tak pernah ada satupun keturunan wanitanya yang berani melawan tradisi gila itu? Mungkin saja jika kau melaporkannya pada organisasi dunia yang membela tentang hak wanita, mungkin tradisi gila itu bisa kau hapuskan." ucap Keanu lagi.
Brianna menoleh sambil menghela napas panjang menatap pada Keanu.
"Sebelum perkara itu berhasil dipersidangkan, kemungkinan besar aku dan keluarga intiku sudah tewas tanpa jejak. Lalu, apa manfaatnya bagiku?" sahut Brianna.
"Segila itukah kakekmu mempertahankan tradisi nenek moyang kalian?" tanya Keanu terdengar merinding karena ucapan Brianna barusan.
"Dia tidak gila. Kakekku itu bukan orang yang gila. Menurutku dia juga salah satu korban dari tradisi nenek moyangku ini." sahut Brianna.
"Korban??? bukankah kakekmu itu justru yang menegaskan tentang tradisi itu?!" tanya Keanu masih tidak paham.
"Tidak banyak tahu tentang kehidupan pribadi kakek saat muda dulu. Aku rasa bahkan papaku sebagai anak kandungnya pun belum tentu tahu segala yang terjadi pada kakek saat muda. Ada sebuah rahasia besar yang disembunyikan kakek dari seluruh keluarga besar. Hanya nenek, aku dan kakak tertua saja yang mengetahuinya." sahut Brianna.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Keanu.
"Aku dan kakak tertua setiap hari selalu bermain dengan nenek, jadi kami tahu." sahut Brianna tersenyum lebar.
"Cantik sekali senyumannya." Batin Keanu terpukau pada senyuman lebar Brianna.
"Baiklah, aku sudah sampai. Terima kasih Keanu, terima kasih Ken. Kalian berhati-hatilah di jalan. Sampai bertemu besok." pamit Brianna lalu membuka pintu dan melangkah keluar turun dari mobil.
Keanu meminta Ken untuk menunggu hingga Brianna masuk ke dalam gedung apartmentnya dan baru mereka melanjutkan perjalanan pulang ke tempat Keanu.
*****
kalian suka ceritaku ini atau tidak ya????
bantu klik tanda jempol dong...
__ADS_1
terima kasih 🙏😊👍