Tragedi Hati

Tragedi Hati
05. Tragedi


__ADS_3

" Wah.....Ikan hiu tertangkap" Ucap bos yang memerintah untuk menangkap Laska beserta istrinya.


" Mau kita apakan bos?"


" Emmm, ikat laki-lakinya dan......ikat istrinya di atas meja dengan kaki terbuka lebar, tutup matanya. Ha ha ha" Ucap bos itu dengan tawa menyeramkan.


" Kau akan rasakan kehilangan yang tidak akan kau lupakan! berani bermain dengan keluarga Jaya, berarti siap untuk menerima akibatnya....."


Laska mulai sadar, rambutnya basah oleh keringat dengan kedua tangan terikat kuat membentang. Laska mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba mencari sosok istrinya.


" Brengse*!!!" Teriak Laska saat melihat istrinya yang dalam keadaan tidak sadarkan diri terikat di atas meja dengan mata terikat kain, tangan dan kaki yang juga terikat. Terlihat jelas perut buncitnya di balik daster, entah kemana Coat yang menutup tubuhnya sampai ke mata kaki yang tadi di kenakan Dira.


" Brengse*! siapa kalian? lepaskan istriku!" Bentak Laska.


" Wah...sudah terjaring pun si hiu masih menampakan gigi-gigi tajamnya" Tepuk tangan pria yang seumuran dengan Laska, keluar dari balik kursi putar.


" Siapa kamu?" Mata Laska memicing berusaha mengenali sosok pria yang keluar bersama 4 pria tinggi besar yang terlihat seperti anak buahnya.


" Kelewatan! kamu tidak mengetahui siapa aku? waw!"


" Lepaskan istri ku, jangan berani mencoba menyentuh istriku!" Teriak Laska.


" Wah! ide yang bagus....menyentuh?"


" Akan ku hancurkan kau sampai tidak berbekas!"


" Bukannya kau sudah menghancurkan ku! Sekarang giliran ku"


" Menghancurkan?"


" Ya! Jaya's Shine, kau pasti mengetahuinya. Perusahaan yang kau hancurkan sampai tak bersisa, membuat si pemilik meninggal, padahal kami tidak pernah mengganggu anda!"


" Haha.....pria bermental lemah, mati hanya karena perusahaan yang menjalankan bisnis ilegal itu bangkrut!"


" Ckckck, pria itu adalah ayahku brengse*" Ucap Bima sambil mengeratkan giginya. " Kau akan merasakan menjadi pria bermental lemah sejak malam ini dan seterusnya" Bima memajukan telunjuknya, para anak buahnya langsung mendekati Dira.


" Sekali kalian berani menyentuh istriku, ku pastikan hidup kalian akan hancur!" Laska mencoba menarik kuat tangannya namun sia-sia yang ada tangannya terlihat lecet dan memerah.


Salah satu anak buah menuangkan air dari botol ke wajah Dira, membuat Dira sadar dan gelagapan.


Dira sadar dan berteriak" Mas!"


" Dira, mas di sini, kamu jangan takut sayang" Ucap Laska.


" Syukur mas di sini, Dira takut mas! Kita ada dimana? kenapa mata Dira ditutup mas?"


" Kalian di rumah ku....nikmati saja!"


" Anda siapa?" Tanya Dira.


" Aku bukan siapa-siapa, tapi akan menjadi orang yang paling di ingat oleh suamimu"


" Aku mohon lepaskan kami" Pinta Dira, membuat Laska tersayat mendengar istrinya memohon.

__ADS_1


" Melepaskan? Emm... tidak bisa! Suamimu bertanggung jawab atas semua ini"


" Lepaskan istriku, masalah mu hanya dengan ku"


" Waw, seorang Laska meminta aku melepaskan istrinya, menarik"


" Aku akan mengembalikan perusahaanmu, lepaskan istriku"


" Mengembalikan? aku ingin kau mengembalikan ayahku, kalau bisa aku akan melepaskan istri dan calon anak mu!"


" Jangan bercanda...." Ucap Laska frustasi.


" Aku tidak bercanda, kau yang memulainya dan di akhiri oleh mu!" Bima menjentikkan jarinya.


Para anak buahnya menaikan daster yang di kenakan Dira.


" Jangan aku mohon jangan!" Ucap Dira sambil menangis.


" Stop! jangan berani menyentuh istriku!" Teriak Laska.


" Kalau berani menyentuh kau mau apa?" Tanya Bima.


" Ku pastikan kalian tidak akan bisa hidup dengan tenang!" Ancam Laska.


" Takut! aku yang akan memberimu kehidupan yang tidak tenang" Bima menjentikkan lagi jarinya.


" Jangan! tolong! ku mohon" Tangis Dira semakin kencang bercampur takut.


" Aku mohon lepaskan istriku....aku akan memberikan mu apapun yang kau mau"


" Terserah! tapi jangan sentuh istri ku! bebaskan dia, dia tidak tahu menahu masalah ini semua, ku mohon!" Laska menangis melihat para anak buah Bima mulai menyentuh Dira, melepaskan satu persatu kain yang menempel di tubuh Dira.


Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan, semua berlangsung dengan jerit, tangis dan permohonan yang terus keluar dari mulut Laska.


Dira yang mengalami terus berteriak histeris, berusaha sekuat tenaga menolak atas semua yang diperbuat anak buah Bima di tubuhnya. Dira dengan mata tertutup tapi mulutnya tak berhenti mengucapkan permintaan semoga dia dan suaminya di bebaskan.


Laska sendiri berusaha menarik kuat tangannya dari tali yang mengikat kuat di pergelangan tangannya sampai meneteskan darah dan kakinya yang tidak terikat terus memberontak melakukan tendangan yang sia-sia.


Semua berlangsung terasa sangat lama bagi Laska dan Dira, detik demi detik sangat menyiksa Dira. Di gilir oleh empat orang laki-laki bertubuh besar di hadapan suami sendiri, Dira lebih baik memilih mati detik ini juga.


Laska yang melihat dengan mata kepalanya bagaimana istri yang sangat di cintai dan di jaganya di permainan oleh empat laki-laki dengan sangat kasar. Ingin rasanya Laska membunuh mereka semua tapi keadaan yang tidak memungkinkan, sementara para bodyguard yang di bayarnya mahal-mahal untuk menjaga dirinya dan seluruh keluarganya akan mengetahui keadaannya pada pagi hari, karena Laska pergi tanpa memberitahukan kepada mereka sesuai peraturan. Mereka akan terus mengawasi Laska sesuai permintaan Laska, itu isi perjanjiannya karena Laska juga ingin punya privasi dengan istrinya. Tapi perjanjian itu yang membuatnya celaka.


Tangis dan teriakan Dira menggema memenuhi rumah yang terlihat seperti gudang. Laska sangat mengkhawatirkan istri dan janin yang berada di dalam kandungan istrinya. Hampir dua jam Dira setubuhi oleh ke empat laki-laki anak buah Bima.


" Cukup!" Teriak Bima pada ke empat anak buahnya. Salah satu anak buah Bima menutupi tubuh Dira dengan daster yang tadi Dira kenakannya.


" Cukup, segera akhiri dan tinggalkan! Hapus semua jejak kita, aku tidak mau terjadi masalah dengan rencana kita"


" Baik bos" Jawab ke empat laki-laki tadi.


Satu laki-laki memegang minum yang entah apa isinya dan yang lain membuka mulut Dira, Dira yang sudah tidak bertenaga menerima dengan pasrah minuman yang tadi di berikan paksa kepadanya.


" Apa yang kalian berikan kepada istri ku bajingan!" Teriak Laska marah.

__ADS_1


Setelah memberikan Dira minum mereka pergi sambil menghapus jejak yang bisa membuat mereka dalam masalah.


" Dira? sayang?" Panggil Laska setelah mereka di tinggal berdua.


Tidak ada jawaban dari Dira, tapi Laska yakin Dira masih sadar melihat dari tubuh Dira yang bergetar, Dira menangis tanpa suara dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


" Sayang? semua akan baik-baik saja, percayalah sayang" Ucap Laska yang dirinya pun tidak yakin semua akan kembali seperti dulu lagi.


Laska berusaha membuka ikatan tangannya, sampai terdengar suara tulang patah dan teriakan Laska menggema.


" Aargg" Jari Laska patah saat Laska menarik kuat tangannya. Setelah ikatan terlepas, Laska langsung menghampiri istrinya. Melihat keadaan Dira dari dekat sungguh sangat mengerikan, perlahan Laska membuka ikatan demi ikatan dari tangan dan kaki Dira.


" Sayang semua akan baik-baik saja" Ucap Laska menangis, sambil membuka ikatan kain di mata Dira.


Laska membuka jaket dan menutup tubuh Dira sambil beberapa kali mencium perut istrinya.


" Baik-baik di dalam dek, kuatkan mommy" Laska merengkuh tubuh Dira, menatap Dira yang terlihat memandang kosong.


Namun semua tidak seperti yang mereka bayangkan, tubuh Dira kejang dengan perlahan darah segar keluar dari bagian inti Dira.


" Sayang, kamu kenapa? Sabar sebentar lagi pengawal kita akan datang" Laska tidak bisa menghentikan air mata yang turun dengan derasnya, mengkhawatirkan keadaan istri dan anaknya.


" Mas, terimakasih" Tangan Dira mencoba menggapai wajah Laska.


" Mas yang harusnya berterimakasih sayang, kamu sudah menjadi wanita terbaik dan terkuat yang mas miliki" Laska meraih tangan Dira dan sesekali menciumnya.


" Dira....akan....selalu mencintaimu mas" Ucap Dira terbata.


" Iya, kita akan selalu bersama sayang, mas juga mencintai mu. Sabar sebentar lagi mereka akan tiba"


" Aaakkkhhhh" Dira teriak sambil meremas perutnya.


" Kenapa sayang?" Wajah Laska semakin panik, tak kala melihat darah segar terus mengalir dari pangkal paha istrinya, dan sedetik kemudian Dira membuka sedikit kakinya masih dengan meremas perutnya, segumpal daging yang terlihat seperti bayi dengan anggota tubuh lengkap berlumur darah keluar dari bagian bawah Dira.


Laska mengambil janin itu dengan tangan gemetar, memeluk bayinya.


" Dira........dia benar laki-laki...." Laska menangis.


" Dia.......pasti tampan.....jika lahir sempurna" Ucap Dira menangis, tangannya mendekat menyentuh bayi kecil yang sudah tak bernyawa.


" Pasti, pasti tampan! apalagi memiliki mommy yang cantik seperti mu" Mereka terlihat tersenyum tapi terbingkai sedih di wajah mereka.


Dubrak!!!!


Pintu terlepas, di tendang dari luar oleh anak buah Laska.


" Tetap di sana dan lemparkan Jaz kalian sekarang, tanpa berbalik!" Laska mengintruksikan para bodyguardnya yang datang pada pukul 6.


Laska mengambil dan menutupi tubuh istrinya dengan beberapa jaz yang di lempar anak buahnya dan mengangkat Dira dengan janin bayi berlumur darah dalam dekapan Dira.


" Bertahanlah sayang" Laska memeluk Dira di kursi belakang dengan salah satu bodyguard menjadi supirnya. Air mata terus mengalir membasahi pipi Laska, meski anak sudah tidak bisa di selamatkan, Laska berharap banyak pada istrinya untuk tetap bertahan.


" Mas....kami.....bahagia" Dira tersenyum menatap suaminya.

__ADS_1


" Bertahanlah sayang"


__ADS_2