Transmigrasi Dengan System Kultivasi

Transmigrasi Dengan System Kultivasi
Chp 12: Pulang.


__ADS_3

Tatapannya secara bergantian menatap antara hasil buruan dan wajah Jun Lian. Begitu juga dengan beberapa orang pengunjung yang sedang mencari sesuatu di kios itu.


Rahang mereka terbuka lebar.


"D- darimana kau mendapat hasil buruan ini?" tanya pria baya itu dengan gugup karena terkejut.


"Dari Hutan Kematian." jawab Jun Lian santai.


"Nak, tidak, Tuan Muda, tolong masukkan kembali, kita hitung di dalam." pinta pria paruh baya itu dengan sopan.


Seketika sikapnya berubah terhadap Jun Lian.


Setelah dilakukan perhitungan, pria paruh baya itu berbicara kepada Jun Lian, "Setelah dihitung, total semuanya 20.000 koin emas, bagaimana Tuan Muda?"


"Aku terima." Jun Lian mengangguk setuju.


Lalu ia mengambil setumpuk koin emas yang diberikan oleh pria tersebut dan memasukkannya ke dalam cincin ruang.


"Tuan Muda, jika anda berburu lagi, jangan sungkan untuk datang ke kios saya. Saya akan melayani anda dengan baik" ucap pria paruh baya itu dengan antusias.


"Baiklah, terima kasih" kata Jun Lian lalu langsung kembali ke keluarga Jun.

__ADS_1


"Anak yang luar biasa. Tehnik apa yang dia gunakan untuk berburu?", desah pria paruh baya itu sambil memandangi punggung Jun Lian yang semakin menghilang dari pandangannya.


"Bukankah itu Jun Lian dari keluarga Jun? Bukankah berita yang tersebar bahwa dia diterkam binatang buas?" tanya seorang pejalan kaki kepada rekannya.


Diperjalanan, banyak pasang mata yang menatap ke arah Jun Lian dengan penuh tanya, heran, terkejut dan takjub.


"Hei, ia sudah berada di Tahap Pembentukan Tubuh tingkat-5! Siapa yang bilang Tuan Muda Jun Lian masih di Tahap Kelahiran?" pejalan kaki lainnya juga mengajukan pertanyaan.


Jun Lian tidak menanggapi tatapan dan ucapan beberapa pejalan kaki yang di dengar dan dilihatnya. la terus berjalan dengan santai menuju rumahnya.


Sesampainya di pintu gerbang keluarga Jun. Dua orang penjaga langsung terkejut.


"Tuan Muda, Anda kembali. Tuan dan Nyoya


Melihat kedua penjaga itu tampak ramah, Jun Lian menanggapinya dengan senyuman dan memberi mereka masing-masing 1 koin emas.


"Terima kasih Tuan Muda, terima kasih", sambil menatap punggung Jun Lian yang meninggalkan mereka di pintu gerbang, dua penjaga itu saling memandang dengan penuh syukur.


Bagaimana tidak 1 koin emas setara dengan 100 koin perak. Sedangkan upah mereka dalam sebulan hanya 10 koin perak.


Dengan 1 koin emas dapat menghidupi keluarga kecil mereka selama beberapa bulan.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Jun Lian mereka diam - diam menetapkan hati untuk selalu setia kepada Jun Lian dan keluarganya.


Jun Lian langsung menuju rumahnya yang sederhana. Semenjak ayahnya tidak lagi menjabat sebagai penatua di keluarga Jun, mereka dipindahkan di fasilitas biasa di


keluarga.


Sesampainya di depan pintu, Jun Lian melihat ibunya duduk di kursi sambil menangis. Jun Mei, adik Jun Lian juga menangis di sebelah ibunya.


Hanya Jun Xa yang terdiam sedih berdiri agak jauh dari ibu dan adiknya. Merasa ada seseorang di pintu, Jun Xa langsung menatap ke arah pintu dengan ekspresi yang sangat terkejut.


"Nyonya, Tuan Muda telah kembali!"


mendengar ucapan Jun Xa, ibu dan gadis kecil itu langsung terdiam dari tangisnya dan serentak menoleh ke arah pintu.


"Anakku/Kakak!"


Langsung saja sang ibu dan Jun Mei berlari ke arah Jun Lian dan memeluknya erat- erat.


"Kamu hidup ... kamu masih hidup, nak...", ucap Jun Qionglin dengan terbata-bata.


Di samping, Jun Mei juga memeluk pinggang Jun Lian dengan erat. "Kami sangat mengkhawatirkan mu, kak!", sambungnya.

__ADS_1


"Ibu, Mei Mei ... aku sudah kembali dengan sehat dan tanpa goresan sedikitpun. Jadi tidak usah khawatir lagi." Jawab Jun Lian sambil tersenyum dan memeluk ibu dan adiknya.


Ada perasaan hangat di hati Jun Lian karena mendapatkan keluarga yang baik di kehidupannya saat ini.


__ADS_2