
#Keluarga Jun#
Hari sudah menjelang pagi, namun Jun Lian belum juga kembali membuat Jun Qionglin semakin cemas akan keselamatan anaknya itu.
Apalagi Jun Xa juga tidak menemukan keberadaan Jun Lian di pinggiran Hutan Kematian bahkan di area pinggiran dalam.
Pagi hari, Jun Qionglin bergegas ke Ayah mertuanya untuk memberitahu situasi Jun Lian saat ini.
"Ayah, Jun Lian belum kembali dari Hutan
Kematian." kata Jun Qionglin berkata kepada patriak sekaligus kakek Jun Lian sambil menangis.
"Apa? Kapan Jun Lian pergi ke Hutan Kematian? Kenapa ia dibiarkan pergi sendirĂ?" Tanya Kakek Jun Lian terkejut mendengar Jun Qionglin yang menangis.
"Jun Lian mencari Rumput Awan untuk cidera suamiku. Kami tidak memiliki cukup koin emas untuk membelinya. Jadi, tanpa sepengetahuanku Jun Lian pergi ke Pinggiran Hutan Kematian untuk mendapatkannya. Maafkan aku Ayah"
Jun Qionglin yang menangis dengan menyesal. Mendengar yang diucapkan menantu perempuannya, Kakek Jun Lian langsung terduduk.
la benar - benar terkejut dan merasa bersalah karena perhatiannya mulai berkurang kepada Jun Lian.
Hal ini juga bukan tanpa alasan, semenjak Jun Lian tersumbat meridiannya, usaha keluarga Jun juga mulai menurun.
Usaha keluarga Jun berbasis pada obat - obatan, ada juga sebagian usaha dari penjualan kayu bermutu dan berbagai bahan lainnya.
Namun, akibat dampak dari berita bahwa Jun Lian tidak mampu lagi berkultivasi telah mengakibatkan pelanggan beralih ke pengusaha lain.
Bahkan ada rumor yang mengaitkan kesialan jika berbisnis dengan keluarga yang sial.
__ADS_1
"Tenanglah, ini koin emas untuk membeli obat untuk suamimu. Jangan sebutkan ini kepada saudaramu yang lain agar tidak ada
kecemburuan."
"Siang ini Jun Fian dan lainnya kembali dari kota, mereka akan mencari Jun Lian di pinggiran Hutan Kematian. Hari ini aku harus bertemu Walikota dan tidak mungkin bagiku untuk mengabaikan pertemuan ini."
Kakek Jun Lian berkata sambil menyerahkan 10 koin emas kepada Jun Qionglin.
"iya, Ayah. Aku mengerti." jawab Jun Qionglin dan mengambil koin emas dari ayah mertuanya.
Jun Qionglin segera berjalan menuju toko obat.
"Apakah kamu sudah mendengar bahwa Jun Lian sudah mati?" ucap seorang pejalan kaki paruh baya kepada rekannya.
"Darimana kamu mendengarnya?" sahut rekan paruh baya itu.
Lanjut pria baya seolah ia mengetahui
kejadiannya.
"Jangan mengada - ngada. Kita tidak tahu
kejadian yang sebenarnya." sanggah rekannya.
Perbincangan di tengah jalan itu semakin
membuat hati ibu Jun Lian khawatir. la berlari ke rumahnya dari toko obat.
__ADS_1
"Suamiku, berita yang disampaikan Jun Xa kemarin sudah jadi perbicangan orang banyak. Aku takut..aku takut.." Jun Qionglin langsung menangis. di samping suaminya.
"Jun Lian anak yang cerdas. Tidak mungkin
anak itu melakukan tindakan gegabah. Apalagi melawan binatang buas yang bukan
tandingannya. Kamu ibunya, pasti lebih tahu bagaimana sifat Jun Lian kan?" sahut Jun Hui Jun memegang tangan Jun Qionglin menenangkan kekhawatirannya.
Padahal, di dalam hatinya, Jun Hui juga sangat khawatir akan keselamatan Jun Lian. Namun ia tidak menampakkan di luar.
Jun Qionglin mengangguk dan mengusap air
matanya. la memberitahu suaminya tentang apa yang disampaikan kakek Jun Lian.
#Keluarga Liu#
"Hahaha, biarkan orang tahu bahwa Jun Lian dimakan binatang buas. Biarkan keluarga Jun semakin terpuruk, lalu kita akan menawarkan bantuan dengan jaminan yang tinggi" ucap Liu Za sambil tertawa di
depan Panatua keluarga.
Liu Za adalah Patriak dari keluarga Liu.
Kekuatannya setara dengan Kakek Jun Lian yakni pada Tahap Kesempurnaan Roh tingkat-9.
Selangkah lagi menuju tahap Prajurit Alam.
"Liu Haosan, kamu benar - benar bekerja dengan baik kali ini. Kakek akan memberimu hadiah nanti" sanjung Patriak Liu kepada Liu Haosan.
__ADS_1
"Terima kasih, kakek. Ini semua karena rencana kakek yang luar biasa." Sahut Liu Haosan dengan gembira karena menerima hadiah dan juga mendapat sanjungan langsung dari Patriak di depan semua Panatua keluarga.