
Setelah selesai sarapan pagi bersama keluarganya, Jun Lian meminta izin untuk pergi berlatih ke pinggiran luar hutan kematian.
Namun tampaknya Ibunya masih tidak merelakannya pergi.
"Anakku, kami baru saja pulang kemarin dan sekarang mau pergi lagi ke hutan kematian itu? Tentu saja ibu tidak akan mengizinkannya!"
"Ibu, aku berjanji tidak akan masuk lebih dalam dari pinggiran luar hutan kematian, aku hanya ingin berburu disana sambil berlatih. Ibu tahu sendiri kan kalau aku tidak diizinkan untuk berlatih di halaman keluarga?" ujar Jun Lian memberikan alasan.
Dia dan keluarganya memang sudah dikucilkan dari keluarga besar Jun, bahkan sekedar untuk berlatih di halaman keluarga mereka sudah tidak boleh.
Jun Qionglin terdiam karena perkataan anaknya itu memang benar.
"Sudahlah, Jun Lian bukanlah anak yang lemah, jadi izinkan saja dia untuk pergi." ucap Jun Hui sambil mengusap punggung istrinya.
"Terimakasih banyak ayah!"
"Untuk jaga-jaga biarkan saya ikut bersama tuan muda!" Jun Xa menawarkan diri untuk ikut namun di tolak mentah-mentah oleh Jun Lian.
__ADS_1
"Aku tidak akan bisa fokus latihan jika ada orang yang mengawasiku."
"Tapi bagaimana jika orang-orang dari keluarga Liu itu membuat masalah lagi dengan Tuan muda?" kata Jun Xa khawatir.
"Aku bisa pastikan jika mereka akan mendapatkan nasib yang buruk jika berani menggangguku sekali lagi." jawab Jun Lian penuh percaya diri.
"Sudahlah, kami membiarkanmu untuk pergi ke hutan kematian, tapi berjanjilah kalau kau akan kembali sebelum matahari terbenam, mengerti?" sahut Jun Hui.
"Aku mengerti ayah!"
Jun Lian melihat ke arah adiknya, Jun Mei yang tampak cemberut dan berkata, "Mei Mei, nanti kakak akan membawakan banyak daging rusa tanduk satu, jadi jangan bersedih ya?"
"Iya Iya."
Setelah perpisahan yang cukup panjang itu, Jun Lian akhirnya beranjak pergi dari kediamannya menuju Hutan kematian.
Sembari berjalan, tidak lupa Jun Lian menyembunyikan keberadaannya menggunakan teknik pernafasan agar tidak diketahui oleh keluarga Jun lainnya.
__ADS_1
Sebenarnya Jun Lian tidak begitu peduli meskipun rumor tentang dirinya yang telah kembali tersebar, namun ia tidak ingin terlibat masalah yang membuang-buang waktu.
"Aku hanya punya waktu sampai matahari terbenam, jadi aku harus cepat!" gumam Jun Lian mulai berlari ke arah hutan kematian.
Sebenarnya Jun Lian berbohong dengan mengatakan ingin berburu dan berlatih di hutan kematian, tujuannya ke hutan kematian adalah untuk menemukan kolam dan menyerap esensi darah naga kuno miliknya.
Sesampainya di pinggiran luar hutan kematian, Jun Lian langsung menyuruh System untuk mencari keberadaan kolam yang aman dari para monster.
[Ding, 200 meter di arah barat ada sebuah gua dengan kolam di dalamnya, itu adalah tempat yang sempurna untuk menyerap esensi naga kuno karena terhindar dari para monster.]
Mendengar itu, tanpa pikir panjang lagi Jun Lian langsung berlari menggunakan teknik langkah angin untuk menghemat waktu.
Hingga kurang lebih 10 menit, Jun telah sampai di goa yang disebutkan System tadi.
Jun Lian memasuki goa dan lagi-lagi terpukau dengan banyaknya tanaman obat di dalamnya.
"Apakah goa memang tempat tumbuhnya banyak tanaman obat berharga?"
__ADS_1
[Ding, Goa merupakan tempat ideal untuk tumbuhnya tanaman obat karena banyaknya energi Qi yang tersebar dalam goa, namun tidak semua goa berisi tanaman obat, ada juga goa yang berisi banyak perangkap dan energi kematian.]