Transmigrasi Dengan System Kultivasi

Transmigrasi Dengan System Kultivasi
Chp 8: Membunuh Binatang Buas


__ADS_3

Jun Lian langsung menuju celah batu setelah usai dengan tanaman obat yang dia petik.


Tapi karena hari sudah mulai gelap, ia bisa merasakan bahwa di luar celah batu ada banyak binatang buas api melalui instingnya yang sudah menajam.


Setidaknya ada 20 binatang Api yang menunggunya.


"Sepertinya dia memanggil kawanannya..." gumam Jun Lian.


[System, berapa poin system untuk kartu undian?"


[Ding, 100 poin system untuk satu kartu undian]


"Cukup mahal, tapi sepadan untuk apa yang bisa di dapatkan. System, Tukar 200 Pts untuk kartu undian dan langsung undi." suruh Jun Lian.


[Ding, selamat Tuan, telah menukar 200 Pts untuk 2 kartu Undian. Poin System anda saat ini adalah 60 Pts]


Jun Lian hanya tersenyum pahit melihat jumlah Pts miliknya yang bisa habis dengan sekejap mata.


[Ding, selamat tuan mendapatkan pedang angin tingkat bumi]


[Ding, selamat Tuan mendapatkan tehnik Mata Dewa, apakah Tuan ingin mempelajarinya?]


"Pelajari." ucap Jun Lian pelan.


[Ding, selamat anda telah mempelajari tehnik Mata Dewa. Tehnik Mata Dewa adalah tehnik mata yang dapat melihat objek secara detail meskipun jaraknya sangat jauh. Anda juga dapat melihat kondisi dalam kegelapan maupun kondisi berkabut.


Ketika pada level yang cukup, tehnik Mata Dewa dapat menciptakan ilusi yang dapat membunuh lawan hanya dengan memandangnya. Level saat ini adalah 0/10]

__ADS_1


"Dapat membunuh tanpa bergerak? ini sungguh gila." Jun Lian menggelengkan kepalanya pelan memikirkan segila apa teknik yang dia dapatkan kali ini.


Tanpa pikir panjang, Jun Lian langsung meminta system untuk memasangnya.


Segera setelah itu mata Jun Lian terasa gatal dan sakit tak tertahankan. Jun Lian memejamkan matanya dan merapatkan giginya untuk menahan rasa sakit yang dialaminya


Sekitar dua sampai tiga menit, rasa sakit mereda dan Jun Lian merasakan perubahan pada matanya. Pandangannya semakin cerah, bahkan ia dapat melihat jumlah sayap seekor nyamuk yang terbang di depannya.


Namun, karena levelnya sangat rendah, Jun Lian hanya dapat melihat detail objek pada jarak 500 meter di depannya.


Jun Lian mulai berlatih tehnik Mata Dewa berulang kali sesuai dengan pengetahuan yang masuk ke dalam pikirannya.


Setelah beberapa kali berlatih, akhirnya levelnya meningkat ke level 1. Dengan begitu, Jun Lian dapat melihat objek secara detail pada jarak 1 km.


Kriuuuukkkk..


Terdengar Suara dari perut Jun Lian.


"Bukankah ada banyak daging lezat di luar sana?" lanjut Jun Lian menyeringai sambil menatap luar celah.


Ia kemudian mengaktifkan teknik mata dewa, segera pandangan visualnya berubah dari gelap menjadi hijau terang.


Jun Lian mengambil pedang angin tingkat bumi yang baru saja di dapatkannya dan mengalirkan energi Qi ke pedang itu.


"Ayo mulai!"


Slassshhh.

__ADS_1


Tebasan vertikal keluar dari dalam celah batu dengan kecepatan yang tinggi dan langsung menghantam tubuh salah satu binatang buas yang ada di luar.


[Membunuh Srigala Api Level 3. Poin Pengalaman +1000]


Kejadian yang sangat tiba-tiba itu membuat semua binatang buas langsung menjadi waspada karena salah satu kawanannya telah terbunuh dengan mudah, insting mereka menegang dan langsung melancarkan serangan api ke celah batu.


Bamm!


Bamm!


Bamm!


Serangan beruntun itu sukses menghancurkan celah batu tersebut, namun Jun Lian sudah terlebih dahulu keluar dari sana.


Dengan teknik pernafasannya, Jun Lian menjadi tak terlihat di depan ke-20 binatang buas bertipe api itu.


Jun Lian berlari memutari mereka dan bersiaga di arah belakang, setelah mendapatkan momentum yang bagus, ia langsung melakukan tebasan vertikal yang sama dengan sebelumnya.


Slassshhh!


"Grooarrgh!"


Tebasan pertamanya sukses membunuh satu lagi dari mereka, namun Jun Lian tidak berhenti sampai disana karena ia terus melakukan tebasan yang sama. Menghujani binatang buas yang tersisa dengan puluhan tebasan pedang surgawi.


"Fiuhh..."


Jun Lian menghela nafas kasar ketika berhasil membunuh semua musuhnya dan hanya menyisakan satu ekor saja, itu adalah binatang buas yang menyerangnya pertama kali.

__ADS_1


"Sekarang aku lebih kuat darimu, aku akan membuatmu menyesal karena telah menjadikanku sebagai mangsamu..." ujar Jun Lian dengan dingin.


Dia sukses membuat binatang buas di depannya yang sudah sangat babak belur itu gemetaran hebat...


__ADS_2