
"Bu, dimana ayah?" tanya Jun Lian mengganti topik agar tidak berlanjut akan kesedihan.
Jun Qionglin langsung menggandeng lengan Jun Lian ke kamar ayahnya dan berkata, "Ayahmu masih berbaring di kamarnya, ibu sudah memberinya obat yang sesuai, tapi belum ada hasil".
"Ibu membelinya?"
"Ya, kakekmu memberi ibu 10 koin emas untuk membeli tanaman obat."
"Jun Lian, kau sudah pulang, kenapa baru pulang sekarang?!"
Ayah Jun Lian berteriak marah ketika melihat istri dan anak pertamanya yang memasuki kamarnya.
Dia sangat marah namun kesedihan tidak dapat dia sembunyikan dari air matanya yang mengalir deras.
la berusaha bersikap tegas tapi hatinya tidak mampu menutupi kekhawatirannya selama dua hari terakhir.
Melihat air mata di wajah ayahnya, Jun Lian tersenyum namun matanya sudah memerah. la merasa memiliki keluarga kembali, tidak seperti di kehidupan sebelumnya.
"Ayah, aku mendapatkan Rumput Awan Merah di Hutan kematian. Gunakan ini untuk menyembuhkan cidera ayah!"
Jun Lian mengeluarkan satu rumpun Rumput Awan Merah dan menyerahkannya kepada ibunya.
"Kamu mendapatkan tanaman obat ini?" tanya Jun Hui tidak percaya.
__ADS_1
Tanaman yang di bawa Jun Lian adalah tanaman yang sangat langka. Bahkan di daratan Nebula sangat sulit menemukan tanaman obat itu karena itu bukanlah tanaman obat biasa.
"Iya, aku mencari ini dengan susah payah, jadi tolong di terima." balas Jun Lian.
"Biar ibu merebusnya." ucap Jun Qionglin.
Beberapa saat kemudian, Jun Qionglin kembali dengan semangkuk air rebusan rumput awan merah yang juga memiliki warna merah.
Dengan dibantu kedua anaknya, Jun Hui Jun meminum semangkuk air rebusan rumput awan merah dari Jun Qionglin.
Seketika muncul cahaya keemasan dari seluruh tubuh Jun Hui sebelum ia memuntahkan banyak darah berwarna hitam.
Tetapi setelahnya, Jun Hui langsung duduk tegak tanpa bantuan dari Jun Lian atau orang disekitarnya.
Menarik nafas dalam - dalam, Jun Hui membuka matanya, lalu menoleh ke arah Jun Lian.
Suasana haru menjadi kesan tersendiri di keluarga kecil itu. Jun Qionglin, Jun Mei bahkan Jun Xa juga meneteskan air mata melihat adegan di depan matanya.
Jun Lian tersenyum dan berkata, "Ayah, tidak perlu mengucapkan terima kasih. Ini sudah menjadi kewajibanku sebagai anak."
Jun Hui menatap anaknya dengan penuh perhatian, selang beberapa saat matanya kembali membelalak dan berseru, "Jun Lian, kultivasimu.? Bagaimana bisa dalam dua hari kamu sudah menembus Pembentukan Tubuh tingkat-5?!?"
Baik Jun Qionglin maupun Jun Xa juga terkejut atas peningkatan kultivasi Jun Lian yang di luar imajinasinya karena mereka mulai menyadari hal itu.
__ADS_1
"Sebenarnya ini adalah rahasia, ketika berada di hutan kematian aku menemukan sebuah gua dengan banyak harta berupa pil dan tumbuhan-tumbuhan, oleh karena itu kultivasiku meningkat dengan cepat. Selain itu cideraku juga sudah sembuh." ujar Jun Lian memberikan jawaban yang dapat meyakinkan.
"Ayah, ibu aku juga berburu beberapa binatang buas. Bahan - bahan yang berharga sudah kujual dan dagingnya sebagian aku bawa pulang untuk persediaan di keluarga." lanjut Jun Lian sebelum keluarganya dapat berbicara.
"Benarkah? Hore... kita makan daging..." teriak Jun Mei dengan gembira.
Untuk keluarga mereka, daging sudah termasuk sesuatu yang berharga.
Jun Lian langsung mengeluarkan daging rusa tanduk satu. Daging rusa ini mengandung energi yang melimpah dan dapat memperkuat tubuh hingga memperlancar peredaran darah.
"Kamu mendapat daging rusa tanduk satu sebanyak ini?" seru Jun Hui takjub.
"Tuan Muda, apakah Tuan Muda masuk ke area pinggiran perbatasan?" Tanya Jun Xa penasaran karena binatang buas rusa tanduk satu hanya dapat di temukan di bagian perbatasan.
Jun Lian hanya mengangguk sebagai tanggapan dan Jun Xa sangat tercengang.
"Dari hasil jualanku sebelumnya, aku mendapatkan beberapa koin emas yang cukup untuk kebutuhan keluarga kita." kata Jun Lian lalu mengeluarkan sekantong koin emas dari cincin ruang senilai 10.000 koin emas.
"B- banyak sekali!"
Seketika, satu keluarga itu di buat terkejut lagi dengan apa yang dilakukan oleh Jun Lian.
Melihat senyuman di wajah putranya, tanpa sadar air mata mengalir di pipi Jun Qionglin.
__ADS_1
la langsung memeluk Jun Lian dengan erat. "Terima kasih nak, kau adalah penyelamat Keluarga kita.."
Jun Lian membalas pelukan ibunya dan berkata, "Mulai sekarang, tidak boleh ada yang merendahkan keluarga kita."