
Di bagian luar hutan kematian terlihat sebuah kereta kuda mewah dan antik yang tengah diserbu oleh beberapa orang bandit.
Di samping kiri dan kanan kereta kuda tersebut memiliki lambang kepala singa yang tampak sangat gagah perkasa, itu adalah lambang kerajaan Eliaser.
Kota Visce termasuk dalam naungan kerajaan Eliaser yang terkenal dengan kekuatan tempurnya.
Namun entah kenapa pemandangan kereta bangsawan yang tengah diserbu oleh para bandit dengan tingkat Kultivasi hanya berada di tahap Pembentukan Tubuh.
Hanya satu orang yang berada di tahap Tranformasi, dia adalah seorang pria berwajah garang yang terlihat seperti pemimpinnya.
Pertempuran berlangsung cukup lama dan menewaskan cukup banyak pasukan kerajaan dan hanya meninggalkan satu orang pria yang tampak seperti pelayan.
Ia mengalami luka yang cukup serius namun masih bersikeras untuk berdiri sambil mengacungkan pedangnya ke arah para bandit.
"Sialan kalian semua, kalian akan mendapatkan hukuman yang sangat berat karena telah menyerang dan menipu keluarga bangsawan Xia!" teriak pelayan tersebut.
"Kekeke, tidak ada yang dapat menghukum kami karena tempat ini adalah hutan kematian, ada orang yang tewas di tempat ini sudah menjadi hal yang biasa. Lagipula sepertinya keluarga Xia tidak akan rugi banyak jika kehilangan salah satu anggotanya yang dianggap aib keluarga."
Ketua bandit itu menunjukkan jika dirinya tidak gentar menghadapi keluarga bangsawan dari ibukota kerajaan seolah ia mendapatkan jaminan atas nyawanya.
__ADS_1
Sementara itu sang pelayan keluarga Xia merasakan ada yang janggal dengan penyerangan tersebut.
Kedatangan mereka ke kota Visce sangat dirahasiakan, mereka bahkan rela melewati hutan kematian untuk menjaga kerahasian perjalanan mereka.
Karena melewati hutan kematian yang terkenal akan bahayanya, jadi sudah ada banyak pengawal kereta yang tewas karena serangan monster. Jika tidak maka ia tidak akan kesulitan menghadapi para bandit itu.
Para bandit itu tiba-tiba muncul sesaat sebelum mereka keluar dari hutan, seolah kedatangan mereka telah diprediksi dan dijaga.
'Mungkinkah ada orang dari keluarga Xia yang membocorkan perjalanan kita?' batin pelayan tersebut.
Di tengah kebingungannya, tiga orang bandit langsung melancarkan serangan ke arahnya dengan cepat.
"Xia Lou!" teriak seorang gadis dari dalam kereta kuda yang berhasil mengalihkan perhatian semua bandit.
Pandangan mata mereka menatap sosok gadis cantik yang tertunduk ketakutan di dalam kereta.
"Apa yang anda lakukan, Nona Muda. Masuklah ke dalam!" teriak Xia Lou sambil menyemburkan darah segar.
"Kekeke, aku hanya mendengar rumornya tapi ternyata Nona Muda dari keluarga Xia benar-benar cantik, sayangnya kecantikan itu tidak ada gunanya di dalam dunia kultivator ini. Tapi tenang saja karena aku dengan senang hati akan merawat kecantikan sepertimu..."
__ADS_1
Salah satu bandit mendekati Nona Muda dengan kecantikan yang luar biasa itu dan membuatnya ketakutan setengah mati.
Ia ingin melawan ketika tangan kasar bandit itu menggenggam lengannya.
"Sebaiknya kau menurut saja Nona Muda! atau kau akan-"
Crassh!!
"Ukrrg!"
Sebuah tebasan angin yang sangat tajam memotong tangan bandit yang memegang lengan Nona muda dari keluarga Xia.
Kejadian itu membuat semua bandit termasuk sang pelayan yang tengah tersungkur di tanah setelah dikalahkan oleh ketua bandit.
"Apa yang terjadi? Siapa yang menyerangmu hei!" teriak sang ketua namun beberapa serangan angin yang sama menebas anggota bandit lainnya.
"Aku tahu kau ada disana, keluarlah!" teriak ketua bandit sambil menoleh ke semak-semak belukar.
"Apa kau kira dengan menyerang perempuan akan membuatmu terlihat keren?" tanya Jun Lian yang muncul dari semak-semak.
__ADS_1