Transmigrasi Dengan System Kultivasi

Transmigrasi Dengan System Kultivasi
Chp 17: Darah Naga Kuno


__ADS_3

Jun Lian memetik semua tumbuhan obat yang tumbuh di goa itu terlebih dahulu sebelum beranjak ke kolam jernih yang terdapat di dalam sana.


Kebanyakan dari tanaman obat itu berjenis rumput awan merah yang jumlahnya mencapai 300 rumpun, Jun Lian langsung menukarkan semua tumbuhan obat yang dia miliki sehingga mendapatkan 550 poin System.


Setelah itu ia langsung menuju kolam jernih yang terdapat di tengah-tengah goa tersebut lalu menuangkan esensi Darah Naga Kuno ke dalamnya.


Dengan ajaib kolam yang awalnya jernih itu berubah menjadi berwarna merah darah dan memiliki bau yang pekat.


"Sekilas ini sangat menjijikkan, tapi aku harus menahannya untuk mendapatkan kekuatan yang besar..." gumam Jun Lian kemudian menceburkan dirinya ke kolam darah.


Namun seketika la merasakan sekujur tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum yang sangat menyakitkan.


"Sialan, kenapa sakit sekali?!"Jun Lian mengutuk.


Ia ingat rasa sakit ketika mengintegrasikan Tubuh Kekosongan. Rasa sakit di kolam darah tidak berarti dibandingkan dengan mengintegrasikan Tubuh Kekosongan.


Perlahan Jun Lian merendam tubuhnya lebih dalam dan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Lima menit kemudian, rasa sakit yang ditimbulkan dari kolam darah mulia mereda, bahkan digantikan dengan rasa nyaman.


Jun Lian memejamkan matanya dan tanpa terasa sudah satu jam berlalu ditandai dengan notifikasi system.


[Ding, selamat Tuan, telah memiliki garis


keturunan Naga Kuno tertinggi dan memiliki tehnik penguatan tubuh. Level saat ini adalah: 1/30.000]

__ADS_1


Jun Lian tersenyum miring, "Akan butuh usaha yang sangat mematikan untuk menembus level ini.."


Jun Lian mendesah di dalam hatinya. Namun ketika membuka matanya, Jun Lian melihat air di kolam sudah tidak lagi berwarna merah.


"Karena urusanku sudah selesai, lebih baik aku langsung pergi saja." gumam Jun Lian.


Ia kembali mengenakan pakaiannya dan langsung keluar dari goa, Jun Lian tidak menyangka jika dirinya akan selesai secepat ini, bahkan ini belum lewat tengah hari.


Jadi dia sedikit kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Namun tiba-tiba Jun Lian mendengar suara pertempuran dari arah arah barat.


"Mata Dewa, aktifkan!" ucap Jun Lian tegas mengaktifkan mata dewanya lalu melihat ke arah pertempuran yang terjadi sekitar 150 meter darinya.


"Aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya, apakah mereka dari kerajaan?" gumam Jun Lian melihat sebuah kereta mewah yang sedang diserang oleh beberapa bandit.


...----------------...


## Keluarga Liu ##


"Bagaimana? Apa kau sudah memverifikasi


kebenaran berita tentang Jun Lian?" tanya Liu Haosan kepada seorang mata-mata yang diutusnya untuk menyelidiki berita yang tersebar.


Belakang ini tersebar rumor jika Jun Lian dari keluarga Jun telah kembali, tentu saja hal ini sangat mengejutkan Liu Haosan.


"Berita itu benar, Tuan Muda, " jawab sang mata-mata.

__ADS_1


"Terus pantau pergerakannya! Sampaikan


padaku setiap saat!" perintah Liu Haosan


dengan ekspresi kesal.


"Bagaimana mungkin dia masih hidup? aku sendiri yang melemparnya ke jurang. Lalu, bagaimana pula kultivasinya langsung


meningkat? Kebentungan macam apa yang


didapat bocah itu?" Liu Haosan berpikir keras dengan wajah kusut.


Ia langsung menuju ke aula tamu untuk menemui kakeknya.


"Kakek, Jun Lian memang kembali. Dan semua berita yang tersebar benar adanya." Liu Haosan menyampaikan informasi sesuai


yang didapatnya dari mata-mata.


"Anak itu mungkin mendapatkan keberuntungan. Terus awasi! Ketika ada


kesempatan baik, Kakek akan membunuhnya,"


"Apa kakek akan membunuhnya langsung? Itu sama saja dengan mengibarkan bendera peperangan kepada keluarga Jun."


"Tentu saja tidak, aku akan menyuruh seseorang untuk membunuhnya..." ujar patriak Liu dengan licik.

__ADS_1


__ADS_2