Transmigrasi Dewi Perang

Transmigrasi Dewi Perang
Meracik obat


__ADS_3

Pelajaran sudah berakhir, Yu jie langsung melesatkan Motor sport nya menuju kediaman Xi, dia akan langsung pergi ke kota Fujian, dan telah memesan tiket saat di kantin tadi, dengan tergesa gesa dia pun pergi membersihkan diri dan mengemas pakaian yang akan dia bawa


"Tak, Tak, Tak"


Nyonya Yin menatap ke arah putrinya, Yu jie sudah sangat cantik dengan pakaian casual nya, dan hal itu membuat nyonya Yin penasaran


"Kau mau Kemana Jie'er"? tanya nyonya Yin


" Aku akan pergi ke kota Fujian Bu, katakan pada ayah, tolong mintakan izin pada kepala sekolah, bahwa aku tidak akan belajar selama satu minggu, kakek Tianzi mengalami kecelakaan Bu, Tianzi membutuhkan ku saat ini" Ucap Yu jie


"Oh, ya Dewa, Baiklah pergilah nak, itu memang tugasmu, sebagai tunangan nya kau harus memberikan nya kekuatan agar tidak terpuruk" ucap Nyonya Yin


Yu jie mengangguk, dan secepatnya pergi menuju bandara, Seperti biasa, disaat emergency dia akan memanggil Sun.


"Apa yang terjadi dengan Tuan Muda, nona"? tanya Sun, ketika melihat Raut kecemasan di wajah Yu jie


" Kakek nya mengalami kecelakaan Sun, cepatlah mengemudi, jangan banyak Tanya" ucapan Yu jie berhasil membungkam mulut Sun, karena Yu jie sangat menyeramkan jika serius begitu


"Bruuuummmm"


Yu jie telah sampai di bandara, lalu pesawat nya pun lepas landas, tiga puluh menit kemudian, dia dan Sun pun akhirnya sampai di Kota Fujian, Dia menggunakan Alat p3lacak yang di pasangkan Tianzi di ponsel nya, dan akhirnya dia bisa menggunakan nya juga


"Tak, tak, tak"


Yu jie berjalan mendekati seorang pemuda yang sedang menunduk di sebuah kursi


Tuan Xao melihat kedatangan Yu jie, namun dia tetap diam , hingga akhirnya sebuah sentuhan mengagetkan Tianzi


"Sayang" ucap Tianzi tak percaya


Yu jie duduk dan memeluk Tianzi


"Tenanglah, semua akan baik baik saja" ucap Yu jie


"ini salahku, harusnya aku duduk diam disini mendampingi kakek, aku hanya mementingkan ego ku saja sayang"


Yu jie menatap Mata Tianzi yang penuh dengan Kesedihan, dia juga pernah merasakan kesedihan seperti Tianzi, Namun Kesedihan itu tercipta dari penghianatan Adiknya sendiri,


"Aku bersamamu Tuan Tampan" Hibur Yu jie, dan Tianzi pun kembali memeluk kekasihnya, dia sangat beruntung memiliki Yu jie didalam hidup nya


"Ayah, apa yang terjadi dengan Kakek"? Tanya Yu jie pada Tuan Xao


" Dia mengalami patah Tulang, terutama tulang leher, dan hal itulah yang menyebabkan dia menjadi koma" ucap Tuan Xaon


"Koma itu apa"? Bisik Yu jie ditelinga Tianzi


Tianzi Yang sedang Bersedih hampir saja tersedak, mendengar ucapan Yu jie, sebenarnya Yu jie ini pintar atau b0doh kenapa dia tidak tau apa yang di sebut koma


" Koma itu, di bilang mati dia hidup, tapi disebut hidup dia tidur saja seperti orang mati" Bisik Tianzi mencoba menjelaskan

__ADS_1


Tuan Xao menatap nya datar, kedua pasangan didepan nya sangat aneh menurutnya, dan dia malah merutuki putra nya dalam hati


"Andai kesayangan ku tidak pingsan, aku bisa lebih mesra dari kalian huh, lihat saja nanti" Bathin Tuan Xao


"Aku turut berduka Ayah, tapi jika ayah setuju, aku bisa membuat kakek cepat sadar"


Ucapan Yu jie membuat mata Tianzi melotot, apakah Yu jie seorang Ahli obat atau Bagaimana, dilihat dari wajahnya dia seperti tidak tau apa apa


"Pergilah jika kau bisa" ucap tuan Xao datar


Yu jie merasa kikuk, Tuan Xao memang ayah Tianzi, mereka berdua sama sama bermuka tembok ketika dihadapan orang lain


"Hey Tuan Tampan, bawa aku ke sebuah Toko obat tradisional" ucap Yu jie


"Baiklah, Ayah, aku akan pergi dulu dengan Yu jie, jika ada apa apa, telpon saja" ucap Tianzi


"Pergilah" ucap Tuan Xao singkat


Yu jie dan Tianzi pun pergi ke sebuah toko obat obatan Tradisional


"Permisi Tuan, apa kah kau punya akar teratai seribu tahun, bunga lotus air, dan akar ubi jalar"? tanya Yu jie pada Tuan pemilik toko


" untuk apa nona, boleh saya tau"? tanya nya


"Aku ingin membuat obat penyambung Tulang"


Tuan toko itu terkejut, baru kali ini ada seseorang yang mengerti tentang fungsi obat obatan itu, sudah puluhan tahun Farmasi itu berdiri, baru kali ini ada seseorang yang datang membeli bahan tersebut


"Aku tidak perduli, mau berikan atau tidak, bagiku nyawa kakek lebih berharga dari uang" ucap Yu Jie Tajam


Tuan Pemilik toko gemetar melihat tatapan mata Yu jie yang menakutkan, dia cantik dan menyeramkan pikirnya


"Ba, Baiklah nona, ini dia bahan bahan nya" ucap Tuan pemilik toko memberikan satu persatu bahan yang Yu jie inginkan


"Aku yang akan bayar, menggunakan ini" ucap Tianzi memberikan sebuah Black Card


"Hey Tuan Tampan, kenapa kartu milikmu berbeda dengan ku" Bisik Yu jie, karena dia masih memakai kartu atm yang biasa


"Nanti akan kuberikan satu untukmu, jika kau berhasil menyembuhkan kakek" ucap Tianzi


Mata Yu jie berbinar Dan mengangguk dengan cepat


"Baiklah, ini dia nona Terimakasih karna sudah belanja di toko saya" ucap Tuan pemilik toko bahagia, akhirnya dia mendapatkan penghasilan lumayan tinggi dari barang dagangan nya


Yu jie dan Tianzi pun kembali ke arah Rumah sakit dan langsung izin kepada dokter untuk menggunakan ruang Laboratorium yang ada disana


Para perawat menatap takjub ketika melihat tangan Yu jie dengan lihai meracik obat obatan tradisional itu


"Hebat sekali nona ini, sumpah aku sangat mengidolakan nya, dia cantik dan smart, beruntung sekali keluarga Lee ini, menemukan sebuah berlian yang tak ternilai" Bathin seorang dokter

__ADS_1


"Nah sudah selesai" ucap Yu jie


Tianzi menatapnya penuh kekaguman, Yu jie benar benar paket sempurna Cantik, baik, cerdas dan juga pandai dalam segala hal


"Ayo kita sembuhkan kakek mu" ucap Yu jie semangat, sudah lama dia tidak mengobati orang, dulu ketika dia masih di zaman kuno, dia sering. membuat obat sendiri untuk mengobati para anggota yang terluka dalam peperangan, karna itulah, ketika sang Dewi mati, mereka semua berhenti dan memilih untuk menjadi rakyat biasa


"Ceklek"


"Selamat malam kakek, permisi, izinkan aku menyembuhkan mu ya" ucap Yuxia lembut


lalu dengan perlahan dengan di bantu oleh seorang perawat Yu jie menyaksikan bagaimana jarum itu bekerja


Perawat tersebut, menyuntikan ramuan Yu jie kedalam Selang infus Tuan Wu, setelah itu mereka menatap apa yang akan terjadi selanjutnya, terlihat disana ada pergerakan, tangan Tuan wu Bergerak Membuat mata semua orang berbinar Takjub


"plup"


Mata tuan Wu terbuka, lalu dia menatap kekanan dan kekiri, disana ada Seorang perawat bersama dengan cucu dan cucu menantunya


"A, air"


"Kakek, syukurlah kakek sadar, ya dewa terimakasih" ucap Tianzi menangis haru, sedangkan Yu jie dengan telaten memberikan air putih untuk minum tuan Wu


"Terima kasih sayang, entah bagaimana caraku untuk membalas semua budi jasamu" ucap Tianzi memeluk Yu jie


"Berikan saja aku kartu hitam seperti punyamu tadi ahaha" Yu jie tertawa cengengesan


"Apakah ini adalah ulahmu gadis cantik"? tanya tuan Wu


" Hehe"


"Terimakasih cucuku, karena mu kakek masih berumur panjang" ucap Tuan Wu pelan


Perawat tadi keluar dengan mata penuh kekaguman, dia sangat menyukai gadis cantik cucu dari pasien nya itu.


"Ayahh"


Nyonya Zhu berlari dan langsung memeluk Ayah mertuanya


"Ayah, berjanjilah kau akan baik baik saja, jika ayah tidak ada Aku harus mengadu pada siapa ketika Suami ku menyebalkan ayah huuu" nyonya Zhu menangis di pelukan Tuan Wu, sedangkan Tuan Xao sudah sangat gerah saat melihat istrinya memeluk pria lain


"Jangan Bahagia ayah, dia adalah istriku, jangan coba coba kau merayu nya" ucap Tuan Xao


"Ya Dewa kenapa aku harus memiliki putra yang gila seperti dirimu Xao, aku benar benar merasa taubat" Gerutu tuan Wu


"Hahahaha"


Sementara Yu jie hanya bisa Tertawa saja melihat ke abnormalan Ayah mertuanya itu.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Maaf Up satu satu, tangan Author masih sakit, Ini ngetik pake satu tangan, jadi nya lama,, πŸ€—πŸ€—


Happy Reading Gayss


__ADS_2