Transmigrasi Dewi Perang

Transmigrasi Dewi Perang
skors


__ADS_3

Zhao Ran dan Gu Shong telah mendapatkan hukuman, mereka berdua di skors dan tidak boleh masuk kampus selama satu minggu, dan hal tersebut membuat Fu Zhao Ran terus uring uringan, saat ini mereka sedang berkumpul di Roftop sekolah


"Arghh sial, guru bk itu benar benar menyebalkan" umpat Zhao Ran


"Hey, apa kalian tidak masuk kelas"? tanya zhao Ran pada ketiga teman nya


" Tidak, mana mungkin kami membiarkanmu prustasi sendirian" ucap Ze Yu


"Hemmm"


Dilihatnya di bawah ada Gu shong dan Juga Yu jie, dia terlihat sangat perhatian kepada Gu Shong


"Ingat kakak Gu, aku tidak mau mendengar mu berkelahi lagi setelah ini ya" ucap Yu jie


"Baiklah aku berjanji, asal si manis tidak marah lagi, o, ya apa kau ada waktu, ibu bilang ingin bertemu dengan mu" ucap Gu Shong


"Tentu saja, bukan kah dia ibuku juga, maka aku pasti akan mengosongkan semua jadwalku demi ibu" ucap Yu jie


"Manis sekali" ucap Gu Shong mencuil Hidung mancung Yu jie


Di atas sana Zhao Ran Dan Xiao Tang mengepalkan tangan nya dengan erat, hingga muncul ide konyol di kepala Zhao Ran, bagaimana pun caranya dia akan menjauhkan Gu Shong dari Xi Yu jie


"Bro, menurutku kau berhenti lah mengejar Yu jie, dan Kau juga Xiao Tang, kau dekati saja Feitian, dia tidak kalah cantik dengan body nya yang cukup menarik" ucap Kwun sha pada Xiao Tang dan Zhao Ran, dia tidak mau persahabatan Mereka Hancur karena seorang wanita


"Tidak akan" ucap mereka bersamaan


lalu mata mereka saling pandang


"Bukankah kau pernah menolaknya, kau juga pernah menyakiti nya, berhentilah berharap Tang" ucap Zhao Ran


"Kalau aku bisa mendapatkan dia, maka aku akan berhenti menjadi seorang Playboy" ucap Xiao Tang


"Baiklah, kalian bersaing lah dengan sehat, jangan sampai mempengaruhi persahabatan kalian" ucap Kwun Sha pada Zhao Ran dan Xiao Tang


...****************...


Jam sekolah sudah berakhir, Yu jie sedang berjalan dengan Er San, lalu dia di Hadang oleh Ye Nanchi, dan dibelakang nya ada kawan kawannya, minye dan Suli Ada juga Feitian namun dia hanya diam saja menunduk


"Hey, Minggir" ucap Ye Nanchi pada Er San, dia sengaja mencari gara gara dengan Yu jie setelah jam sekolah, agar tidak mendapat hukuman seperti Para Bunga sekolah


"Wey, tunggu Dulu ada apa ini"? tanya Er San


Kawanan Ye Nanchi pun memegangi Er San agar tidak ikut campur


" Mau apa kau, lepaskan sahabatku" ucap Yu jie Tajam, kaki Nanchi tiba tiba terasa seperti jelly, ketika Yu jie mengeluarkan Aura intimidasinya


Feitian semakin gemetar, merasakan aura Yu jie yang terasa seperti mendiang kakak nya Fei yu dan sampai saat ini dia masih menyangkal untuk percaya bahwa kakak nya ikut bertransmigrasi


Yu jie menyeringai ketika melihat tubuh adiknya gemetar, bahkan Ye nanchi masih terduduk di lantai


"Wow, Yu jie luar biasa sekali, hanya dengan satu kali tatap mereka langsung tidak berkutik" ucap Er San dalam hati


"ADA APA INI"!!

__ADS_1


Suara berat terdengar menggelegar


" Tuan tampaann" teriak Yu jie berlari ke arah Tianzi, ternyata sesuai dengan janjinya, sepulang sekolah dia akan menjemput Yu jie


"Heem ada apa ini sayang" ucap Tianzi menatap Dingin ke arah semua orang


"Tidak ada apa apa" ucap Yu jie


"Kalian, akan berurusan denganku jika berani menyentuh kekasihku" ucap Tianzi menunjuk Ye Nanchi dan kawan kawan nya



Tianzi dan Yu jie pun pergi dan diikuti oleh Er San di belakang


"Bruuummmm"


"Siaaall, kenapa kaki ku terasa lemas setiap melihat tatapa tajam dari nya, kenapa dia selalu beruntung kenapaaaaa" Teriak Ye Nanchi tak terima


"Tenang saja kakak Ye, masih ada Aku, ayo kita kerja sama untuk melenyapkan gadis sialan itu" ucap Feitian


Ye Nanchi pun bangun dibantu oleh teman teman nya, lalu dia menatap Feitian heran,


"Kenapa kau ingin membantuku, apa kau punya masalah dengannya"? tanya Ye Nanchi


" Ya, aku ingin Tianzi menjadi miliku, dan Zhao Ran akan aman denganmu" ucap Feitian, lalu mereka pun berjabat tangan, mereka akan merencanakan sesuatu yang sangat jahat untuk Xi Yu Jie


Sementara Yu jie saat ini sedang bersama si tuan tamvan Tianzi, mereka melajukan mobilnya menuju kediaman Xi


"Lalu bagaimana denganku sayang, aku kesini hanya untuk mu, aku akan berada di tiandong selama satu minggu kedepan, sekalian memantau proyek perusahaan yang ku dirikan" ucap Tianzi


"ikut saja ku rasa ayah kakak Gu akan senang melihat kedatangan seorang pengusaha besar seperti mu tuan tamvan" ucap Yu jie


"Baiklah, aku ikut katamu saja" ucap Tianzi


"Ckiiiittt"


Mereka pun sampai tepat di halaman rumah kediaman Xi, terlihat disana Lim dan Ron sedang mencuci motor sport milik Yu jie


"Hai Bro, rajin sekali, terimakasih ya, sudah membersihkan motorku" ucap Yu jie


"Salam Tuan" sapa Lim dan Ron


"Kau adalah kakak iparku, panggil saja aku Tianzi" ucap Tianzi datar


"Baiklah, mari masuk" ucap Lim mencoba tidak tegang lagi ketika berhadapan dengan bos yang telah menjadi adik iparnya itu


"Tianzi kamu datang nak, "? sapa Nyonya Yin mencium pipi Tianzi


" Ya, bibi apa kabar "? ucap Tianzi datar


" Tentu saja baik nak, kamu datang menjemput di sekolah ya"? tanya nyonya Yin, kikuk


"iya" ucap Tianzi tanpa ekspresi

__ADS_1


Nyonya Yin tersenyum, dia sangat beruntung putrinya sangat di cintai oleh pria sukses seperti Tianzi walaupun ekspresi sangat datar, sementara Yu jie saat ini sedang membersihkan diri sebelun turun bergabung dengan keluarga nya


"Ayah mana bu"? tanya Yu jie tiba tiba


" Ayahmu sedang Ada proyek di kota Yanbo, dia sedang mendirikan anak cabang perusahaan perhiasan milik keluarga kita" ucap nyonya Yin


"Lalu kenapa kakak malas malasan, bukan nya membantu ayah" ejek Yu jie pada Lim


"Besok kakak baru akan berangkat lagipula tadi juga aku sudah mulai bekerja, ya kan bu" ucap Lim


"Ya, tadi kakak mu sudah menduduki kursi Ceo nya, besok kakak mu juga akan membantu ayahmu disana" ucap Nyonya Yin


"kamu cantik sekali, mau pergi kemana"? Tanya nyonya Yin


" oh, aku di ajak Kakak Gu makan malam bersama keluarga nya, ayah dan ibu angkat ingin bertemu" ucap Yu jie tersenyum


"Hormati mereka layaknya ayah dan ibu ya nak" ucap Nyonya Yin menasehati


"Tentu bu, o,ya Tianzi juga akan ikut dengan ku, biar sekalian saja bu kasihan juga Tuan tamvan ku jika di tinggal sendiri" ucap Yu jie


"..... "


Tianzi Hanya diam saja dan tidak berkata apa apa, mungkin terlalu malas untuk bicara


Yu jie memelototi Tianzi, dan membuat Tianzi gelabakan, tangan Yu jie membentuk senyum di bibir Tianzi


"Kalau kau tersenyum kau lima kali lipat lebih tampan" ucap Yu jie


"Aku hanya akan tersenyum untukmu" sahutnya singkat


Nyonya Yin, Lim dan Ron hanya bisa menyaksikan Ke Absurdan kedua pasangan kekasih itu saja, tanpa bisa berkomentar


Hari mulai gelap Yu jie dan Tianzi pun pamit untuk pergi ke kediaman Gu Shong


"Bruuummm"


Kendaraan mewah milik pengusaha sukses itu telah tiba di kediaman Gu, para pelayan menyambut mereka dengan berjajar, benar benar penyambutan yang sangat menakjubkan, mata Yu jie terus menelisik ke setiap interior rumah Gu Shong, rumah itu bergaya eropa dan semuanya serba putih


"Selamat datang Tuan, dan nona cantik" sapa Gu shong


"Salam paman dan bibi" sapa Yu jie


"Selamat malam nak, ini kah nona Xi itu Gu"? tanya Nyonya Gu Ningsya, sedangkan Tuan Gu Anbai masih memperhatikan mereka berdua, dia mengingat ngingat dimana dia pernah melihat pemuda di depan nya itu, lalu tiba tiba dia terkejut ketika ingat bahwa pemuda itu adalah seorang pembisnis nomor satu di kota Fentian


" Selamat datang Tuan muda Tianzi, maaf saya telat mengenali anda, jadi kalian ini saling mengenal ya, silahkan duduk, beruntung sekali tuan muda Tianzi mau datang ke kediaman kami" ucap Tuan Gu


"kamu cantik sekali nak, mengingatkan ku pada Gumi hiks" air mata nyonya Gu tidak dapat dibendung lagi, ketika kerinduan terhadap putrinya mulai datang padanya


"jangan menangis bu, aku putri mu sekarang hemm" ucap Yu jie mendekat dan mengusap air mata Nyonya Gu


"Terimakasih nak, ketika Gu shong mengatakan dia telah mengangkatmu sebagai adik, kami sangat bahagia, apalagi saat ini kau sudi datang memenuhi undangan kami" ucap nyonya Gu lagi


"Sudahi acara menangis nya bu, ayo kita makan, aku sudah lapar" ucap Gu Shong, dalam hati dia sangat bahagia, akhirnya dia bisa melihat senyum keluarga nya kembali dan semua itu berkat Xi Yu jie.

__ADS_1


__ADS_2