
Setelah selesai makan malam, Yu jie dan Tianzi masih di kediaman Gu, dan saat ini mereka sedang mengobrol di gazebo belakang kediaman Gu, Yu jie memutuskan untuk memanggil ayah dan ibu seperti Gu shong, dan dalam sekejap keluarga mereka sudah akrab dan menerima kedatangan Yu jie diantara mereka
"Terimakasih nak, kau mau datang kemari, ibu sangat senang" ucap nyonya Gu
"eyh bukankah aku juga putrimu sekarang, kenapa harus berterima kasih"? ucap Yu jie
"Ya, Yu'er benar bu, dan jika butuh sesuatu minta saja pada ayah nak, jangan sungkan" Sahut tuan Gu Anbai
Gu Shong hanya bisa tersenyum saja melihat keluarga mereka yang kembali harmonis, sedangkan Tianzi masih seperti biasa hanya diam dan tanpa Ekspresi, namun didalam hati Tianzi sangat bahagia melihat senyum tulus dari bibir Yu jie
Malam semakin larut, akhirnya Yu jie dan Tianzi pun kembali pulang ke kediaman Xi, disepanjang jalan tangan Tianzi tidak pernah lepas dari genggaman Yu jie
"Sayang, jika suatu hari aku tiada, kau harus berjanji, bahwa kau akan selalu bahagia" ucap Tianzi
Ucapan Tianzi benar benar terasa ambigu di telinga Yu jie, dan itu seperti suatu keanehan
"Kau jangan asal bicara Tuan tampan, aku tidak akan pernah bahagia tanpa dirimu" Sahut Yu jie
"Jodoh dan maut kita tidak pernah tau, jika hal itu terjadi, cobalah pandang ke depan, dan tutup matamu, di setiap kesedihan disitu pasti ada aku yang akan menghiburmu, bahagia lah untuk aku ya"? ucap Tianzi lagi
Yu jie merasa aneh dengan perkataan Tianzi
" Jangan pernah tinggalkan aku" ucap Yu jie bersandar di bahu Tianzi yang masih mengemudi, lalu Tianzi pun mengecup kepala Yu jie dengan Lembut, dia begitu sangat mencintai wanita penolong nya itu
"Brummm"
Akhirnya mereka pun sampai di Rumah Yu jie, karna hari sudah sangat malam Tianzi pun memutuskan untuk menginap di kediaman Xi
"Pakailah ini, malam ini sangat dingin" ucap Yu jie memberikan set piama, bekas dia dulu waktu masih menyamar menjadi anak laki laki
Tianzi tersenyum dan berbisik ditelinga Yu jie
"Bagaimana jika malam ini, kita tidur bersama, aku rindu" bisik Tianzi
Yu jie pun membalas bisikan Tianzi dengan Nakal
"Datanglah ketika semua orang sudah tidur pulas" bisik Yu jie
"Hey, apa apaan kalian, ayo cepat masuk Yu'er, besok kau sekolah, dan Tuan Tianzi yang terhormat mari temani aku bergadang" ucap Ling jie
Mata Tianzi terbelalak, baru saja dia berencana untuk masuk kedalam kamar Yu jie, namun kakak iparnya ini telah merusak segalanya
"Ayo nak, mari kita nonton bola malam ini" ucap Tuan Xi, Tianzi pun duduk menemani kakak dan ayah mertuanya
Tak lama kemudian acara televisi terus berjalan namun Tuan An dan Ling zhi malah tidur dengan pulas meninggalkan Tianzi yang masih bangun seorang diri,
__ADS_1
"Akhirnya orang orang aneh ini tidur juga" bathin Tianzi, dia sangat kurang ajar bukan haha,,
tanpa berbasa basi lagi Tianzi pun mengendap endap dan memasuki kamar Yu jie yang memang dengan sengaja tidak dikunci, perlahan lahan Tianzi naik keatas kasur Yu jie yang sedang tertidur pulas, Tianzi memeluk Yu jie dari belakang,
"Selamat tidur sayangku" ucap Tianzi
Dan akhirnya diapun ikut terlelap, tanpa dia sadari Yu jie tersenyum, karena sebenarnya dia tidak bisa tidur karena teringat dengan perkataan Tianzi yang akan mengendap endap masuk kedalam kamarnya
"Selamat malam juga sayang" bathin Yu jie dan dia pun ikut terlelap
...****************...
pagi hari Tianzi sudah siap dengan stelan Jas nya, dalam hati dia berjanji untuk segera mempersunting Xi Yu Jie, karema dia mulai kecanduan tidur bersama Yu jie, dan hal itu tidak bisa dibenarkan, terlebih Yu jie masih di bawah umur
"Selamat pagi semua nya" sapa Yu jie
"Selamat pagi juga sayang ku" sahut nyonya Yin suasana pagi ini begitu berbeda karna ada Tianzi disana,
"adik kamu berangkat dengan siapa"? tanya Ling Jie
" Aku yang antar" ucap Tianzi menyahut
"Oh baiklah" ucap Ling jie lalu mereka pun sarapan pagi dengan tenang
setelah selesai, Yu jie pun diantarkan oleh Tianzi sampai ke gerbang sekolah Tiandong Empress
Yu jie tersenyum, dan memeluk Tianzi
"Hati, hati aku mencintaimu" ucap Yu jie
Tianzi mengelus pipi Yu jie mobil Tianzi anti tembus pandang, dan tidak akan terlihat apapun dari arah luar
Mereka masih saling bertatap mata dengan penuh cinta, perlahan lahan Tianzi semakin mendekatkan wajahnya ke arah Yu jie, lalu mereka pun berciuman dengan mesra, tanpa emosi dan Hawa nafsu, mereka hanya sedang berbagi kasih sayang, dan itu adalah ciuman pertama mereka, mereka hanya mengikuti insting mereka saja
"Cup" Tianzi mengecup kening Yu jie ketika ciuman mereka telah selesai
"Anda sudah mengambil ciuman pertamaku tuan tampan" ucap Yu jie
"Begitu pun dengan ku, kau sudah mencuri ciuman pertamaku nona cantik" balas Tianzi
Mereka pun berpelukan kembali, dunia benar benar penuh dengan kupu kupu dan bunga pagi ini
"Hati hati, telpon aku jika sudah sampai di Kota Fentian" ucap Yu jie
"Ya,pergilah selalu jaga hati mu" ucap Tianzi, lalu Yu jie pun turun dan melambaikan tangan nya ke arah tianzi, sampai mobil kekasihnya itu tidak terlihat lagi oleh pandangan matanya
__ADS_1
Yu jie berjalan menuju ke kelasnya dan disambut oleh sahabat nya Er san
"Yow cantik, apakah tuan posesif mu itu sudah pulang"? tanya Er San.
" Ya, dia akan kembali lagi Lusa" sahut Yu jie, Ersan pun tidak bertanya lagi ketika bel berbunyi pertanda pelajaran akan segera di mulai
...****************...
Waktu istirahat sudah tiba,Er San Mendapat panggilan mendadak dari keluarga nya dan mengharuskan nya pulang, dan kesempatan itu di gunakan dengan baik oleh orang orang yang ingin berniat jahat, ketika Yu jie kembali ke kelasnya dia mendapatkan selembar kertas yang bertuliskan
"Temui kami di belakang gedung,setelah pulang sekolah"
Yu jie menyeringai, kelihatan nya para penjahat itu sudah mulai ingin menyerangnya, dalam hati tidak ada ketakutan sama sekali, justru mereka lah yang harus takut, karena berani berurusan dengan sang Dewi perang
Kelas telah berakhir Yu jie pun melangkah keluar dan berjalan menuju belakang gedung sekolah, samar samar telinga nya menangkap suara suara yang tak jauh dari tempat nya berada
"Nanti ketika dia berjalan kemari, kau langsung bekap mulutnya, sementara kau, langsung pukul leher belakang nya agar dia pingsan" ucap seseorang, namun tanpa suara, Yu jie melesat naik ke atas atap Sekolah, dia benar benar nampak seperti seorang Ninja, dia duduk saja sambil melihat dari atas, dibawah sana ada sekitar lima orang, dan mereka adalah Ye Nanchi, Feitian dan tiga sahabat nya
"Ckk ternyata mereka bersekongkol untuk mencelakai ku" gumam Yu jie
"Mana dia, kenapa dia tidak ada"? tanya Ye Nanchi
" Apa kau sudah menyimpan kertasnya ditempat yang benar suli"? tanya Feitian
"Apakah kalian mencariku"? tanya Yu jie
Mata mereka melotot dan seketika melihat Yu jie yang sedang berada di atas atap tempat mereka berdiskusi
" Kenapa kau ada disana hey, turun kau" ucap Ye Nanchi
"Awas aku turun" ucap Yu jie meluncur
"Brukkk"
"Awww, punggungku" ucap Suli dan temannya, mereka terjatuh dalam keadaan telungkup dengan Yu jie berada di atasnya
"Kalian Cobalah untuk menyakiti ku" ucap Yu jie Tajam menatap Ye Nanchi dan Feitian
"Brukk"
seperti biasa, kaki Ye Nanchi tiba tiba berubah seperti jelly ketika mendapatkan tatapan tajam mata Yu jie
Yu jie berbisik ditelinga Feitian
"Aku akan membalas apa yang pernah kau lakukan dulu padaku Fei Shu" ucap Yu jie
__ADS_1
Mata Feitian melotot, badannya gemetar tidak karuan, dia merasakan takut yang teramat dalam, dia tau bagaimana kekejaman Fei Yu ketika di medan perang, dia benar benar sial harus ber transmigrasi ke tempat yang sama dengan kakak nya.