
Tianzi dan Yu jie pergi ke tempat petugas sipil, Tianzi telah mendaftarkan nama nya dan Yu jie untuk dicatatkan didalam surat nikah mereka, Ya, Tianzi telah mempersunting Yu jie sebagai istrinya di hari itu juga, dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri atas apa yang telah dia lakukan pada Yu jie semalam, setelah semua nya selesai, Raut wajah Bahagia Tianzi dan Yu jie memancar sempurna, bahkan Zi Xian sampai menangis haru, karena dia terpilih untuk menjadi saksi pernikahan mereka Berdua,Tianzi tidak mengatakan apa alasan dia mempercepat pernikahan mereka, cukup Tianzi dan Yu Jie saja yang tau dengan apa yang telah mereka lalui tadi malam
"Selamat Tuan, Nona, atas pernikahan kalian, akhirnya Tuan Muda tidak sendiri lagi" ucap Zi Xian
Tianzi merangkul dan memeluk asisten yang sudah dia anggap sebagai saudara nya itu, dia sangat beruntung memiliki asisten setia seperti Zi Xian
"Ayo kembali ke kediaman Xi, aku harus meminta Restu dari Ayah dan Ibu mertuaku" ucap Tianzi mantap
Satu jam kemudian, mereka akhirnya sampai di kediaman Xi, Yu jie dan Tianzi masuk saling berpegangan tangan, sedangkan Zi Xian berjalan di belakang mereka, kebetulan ini adalah hari minggu, jadi semua penghuni rumah semuanya ada, terlihat Tuan Ruy dan Tuan An sedang membaca koran, Ling jie dan Ron bermain game, dan nyonya Yin yang sedang menyulam, mereka sibuk dengan aktifitas nya sendiri
"Selamat pagi semua" ucap Tianzi
"Selamat Pagi, nak, kalian dari mana saja, kami mencari kalian semalam"? tanya Nyonya Yin menghampiri putri nya
" Ada yang ingin kami sampaikan, harap kalian berkumpul sejenak, dan ini sangat penting"
Mendengar ucapan Tianzi, mereka semua berhenti dari aktivitas mereka dan mulai berkumpul di Ruang keluarga Xi
Tianzi menyodorkan dua buah buku nikah di hadapan mereka, dan hal itu membuat tuan An dan Nyonya Yin mengerutkan dahinya
"Maaf Ayah dan ibu Mertua, saya telah menikahi Yu jie Hari ini" ucap Tianzi
"Apa,, kurang ajarr, jangan karena kau adalah atasanku aku harus takut padamu ya, kau seenak nya menikahi adiku yang masih di bawah umur, apa maksudmu haaa"
Ling jie marah, dan langsung menyerang Tianzi, namun Tianzi diam saja, karena dia tau dia salah
"Maafkan aku ayah, ibu, kakek, dan kau, kakak ipar maaf" ucap Tianzi bersujud dan meminta maaf
Mata Tuan Ruy terbelalak Tianzi tidak melakukan kejahatan, tapi dia sampai berbuat seperti itu, apa yang sebenarnya terjadi pikir nya
__ADS_1
"Hentikan Kakak,kak Tian tidak bersalah, apa salahnya dia menikah denganku apaa" teriak Yu jie
"Hentikan, Kau katakan saja apa yang terjadi"? tanya Tuan Ruy
Ling jie mulai tenang, dan Tianzi pun duduk memulai pembicaraan
" Aku terlalu mencintai Yu jie, aku takut dia di ambil orang lain" ucap Tianzi berbohong, dia tidak tega untuk jujur kepada kedua orang tua Yu jie,karena sampai saat ini dia masih merasa bersalah pada istrinya
"Hahaha" tawa Tuan An Pecah, dia tidak percaya, di dunia ini akan ada laki laki yang sangat takut kehilangan cinta nya,
"Kenapa ayah tertawa"? tanya Yu jie
" Sudah lah Ling'er tidak usah marah, kau seharusnya bangga, karena adikmu di cintai oleh pria yang tepat, lagi pula dua bulan lagi, Yu jie berusia tujuh belas tahun, usia yang matang untuk menikah, kalian berbahagia lah, ayah merestui kalian" ucap Tuan An Bijak
"Terimakasih ayah" ucap Tianzi memeluk ayah Yu jie,lalu mereka oun bergiliran untuk mengucapkan selamat
"Maafkan aku Tianzi, aku marah karena aku terlalu sayang pada Yu'er, kau jaga dia, jangan sakiti dia, dia adalah permata keluarga kami" ucap Ling Jie
"kita adakan pesta kecil kecilan besok malam undang sahabatmu Er san, dan juga keluarga angkat mu, cukup kita saja dulu yang tau, setelah Yu jie lulus sekolah Nanti baru kita adakan acara yang meriah" ucap Tuan An
"Bagaimana kalau aku Hamil ayah"?
pertanyaan Yu jie berhasil mereka terdiam, mereka saling tatap satu sama lain, sampai suara tuan Ruy memberikan jalan keluar nya
" Kau Pakai dulu alat kontrasepsi, tidak baik jika kau mengandung di saat dirimu masih sekolah nak" ucap Tuan Ruy
Tianzi Mengangguk setuju, dia juga tidak ingin membatasi kegiatan Yu jie, dia masih muda dan masih butuh waktu untuk mereka siap menjadi orang tua
"Setelah malam pesta, keesokan harinya saya ingin meminta izin pada kalian semua, saya Akan membawa Yu'er ke Kota Fujian untuk bertemu kedua orang tua saya" ucap Tianzi sopan
__ADS_1
"Pergilah nak, mereka juga wajib tau dengan apa yang akan kalian lalui kedepan nya, minta juga restu dari mereka, agar keluarga kalian bahagia" ucap Nyonya Yin.
Setelah semuanya selesai di bahas Tianzi dan Yu jie pun pamit untuk pergi ke kediaman Gu
"Ting, tong"
"Selamat siang,bi, apakah kakak Gu ada"? tanya Yu jie
" Ada Nona, silahkan masuk"
"Siapa Yun"? tanya Nyonya Gu
" Selamat siang Bu" sapa Yu jie
"Ya Ampun putriku, mari kesini nak" sambut Nyonya Gu bahagia
Yu jie dan Tianzi pun masuk kedalam untuk memberi tahu tentang pernikahan mereka
"Selamat Nak, tidak masalah kalian menikah muda, asal kalian tau , ibu dan ayah juga menikah muda" ucap Tuan Gu
"Semoga kalian selalu berbahagia" ucap Gu Shong memeluk dan menciumi wajah Yu jie
"Maaf, Tuan muda Gu, yang anda cium adalah istriku sekarang" ucap Tianzi Tajam, hatinya terasa terbakar setiap kali melihat laki laki lain memeluk istrinya, walaupun itu adalah kakak atau mertuanya sendiri
"Yoooo, santai Bro, kau ini cemburuan sekali ternyata" ucap Gu Shong terkekeh.
Hari sudah sore, Tianzi dan Yu jie pun memutuskan untuk pamit pulang, karena mereka harus bersiap untuk acara nanti malam, Untuk Er San, Yu jie hanya menelpon nya saja, karena Er San tinggal sendiri di apartemen nya, karena keluarganya tinggal di luar kota, betapa terkejutnya Er san ketika Yu jie mengatakan bahwa dia sudah menikah,namun dia juga ikut bahagia atas kebahagiaan Sahabatnya itu, tak lupa juga Yu jie mengundang sahabatnya untuk hadir di acara besok
"Kapan kita akan membalas dendam pada keluarga Bod0h itu"? tanya Yu jie
__ADS_1
Tianzi hampir saja lupa, dia terlalu bahagia karena berhasil meminta Restu dari semua keluarga Yu jie
" Bagaimana jika malam ini kita membuat perhitungan " ucap Yu jie,Tianzi mengangguk lalu, dia dan Tianzi pun sama sama tersenyum devil