
Yu Jie masih duduk menatap orang orang yang berani mencelakai nya, terutama Feitian, tubuhnya terus gemetara, pikirannya terbang entah kemana, dia benar benar merasa ngeri dengan tatapan Yu jie yang tajam, bahkan dia masih ingat dengan benar, bagaimana cara dia menghasut dan memfitnah Fei Yu ketika dimedan Perang, dia sudah membocorkan kelemahan kakak nya pada musuh mereka, sehingga Fei yu mati dan bertransmigrasi, dia memikirkan cara untuk lepas dari Yu jie saat ini
"Kalian ingin apa dariku hahh"? bentak Yu jie
Tubuh mereka sampai berjengkit kaget ketika pertanyaan itu keluar dari mulut Yu jie
" Ka, Kami Hanya di suruh oleh kakak Ye" ucap Suli
Mata Ye Nanchi melirik tajam kearah mereka bertiga dan membuat mereka semakin ketakutan
"Ada apa ini, kenapa kalian belum pulang"? tanya seorang Security
Hari mereka berlima merasa lega karna ada seseorang yang menyelamatkan mereka dari tatapan yang menyeramkan dari Yu Jie
" Kami hanya sedang berdiskusi saja pak, benar kan"? tanya Yu jie menekan kan kata katanya pada mereka, dan dengan terpaksa mereka lun menganggukan kepala mereka
"Pulang, tidak ada alasan lagi, berdiskusilah di rumah kalian, orang tua kalian pasti sedang kebingungan saat ini" ucap Security itu lagi
"Urusan kita belum selesai" ucap Yu jie tajam, lalu diapun pulang lebih awal
"Huufft"
"Kakak Ye, setelah ini, kami sudah tidak mau lagi berurusan dengan Xi Yu jie, dia benar benar menakutkan, kami tidak berani" ucap Suli, lalu mereka bertiga pun berlari meninggalkan Feitian dan Ye Nanchi
"Apa yang akan kau lakukan setelah ini"? tanya Nanchi pada Feitian
" A, aku menyersh" ucapnya terbata bata, dia masih syok saat mengetahui Rahasia besar Yu jie
"Kau kenapa, jangan katakan bahwa kau juga takut" ucap Ye Nanchi
"Aku beritahu padamu, jangan coba coba mencari masalah dengan nya, jika kau sayang dengan nyawamu" ucap Feitian berlari meninggalkan Nanchi
"Mereka semua aneh sekali, aku tidak akan ouas sebelum berhasil mencelakai, Yu jie" ucap Ye Nanchi
...****************...
Saat ini Yu jie sudah berada di rumahnya, tepatnya didalam kamar, dia memutuskan untuk menelpon Tianzi untuk melupakan sejenak dendam yang ada didalam hati nya
"Hallo Tuan Tamvan" sapa Yu jie
"Hallo juga sayang, sudah makan kah"?
" Hmm sedang tidak ingin, kau sedang apa"? tanja Yu jie
"Latihan menembak, aku ingin menjadi pria yang kuat, dan bisa melindungi keluargaki, terutama kamu sayang" ucap Tianzi
__ADS_1
"Seru juga, lain kali kita latihan bersama, bagaimana"?
" Tentu saja dengan senang hati, sayang aku tutup dulu telponnya ya, pelatihku sudah datang, bye i love you"
"i Love you tou tuan tampan" sahut Yu jie, lalu panggilan pun berakhir, akhir akhir ini Tianzi semakin memperkuat Fisiknya, dia sudah tidak mau lagi melihat orang orang di sekitarnya terluka, dan dia hanya bisa diam tanpa melawan.
Lain lagi dikediamam Fei, Feitian pulang dnegan keringat yang terus membasahi keningnya, tubuhnya gemetar setiap mengingat kejadian di masa lalu antara dia dan kakak nya Fei Yu
"Nak ada apa dengan mu"? tanya tuan Fei
" Ayah, aku ingin pindah sekolah" ucap Feitian, dia sudah memikirkan nya dengan matang, dia hanya bisa kabur dan menghindari kakak nya saat ini
"Kenapa mendadak, apakaha ada seseorang yang menyakitimu disini"? tanya Nyonya Fei
" Tidak bu, aku hanya tidak betah saja disekolah ini" ucap Feitian
"Yang benar saja, siapapun menginginkan sekolah di Tiandong Empress, kamu malah bilang tidak betah, ada apa denganmu sebenarnya, katakan pada ayah"? selidik tuan Fei
" Pokonya aku ingin pindah, besok aku tidak akan pergi sekolah titik" ucap Feitian berlari menuju kamarnya
" Ada apa dengannya, aneh sekali"? ucap Tuan Fei bertanya tanya
...****************...
Ye Nanchi saat ini sedang berada di kediaman Fu, dia terus berusaha mengambil hati nyonya Rumi, dan Tuan Jin chen agar mereka terus mendukung hubungan nya dengan Fu Zhao Ran
Mata tuan Fu melotot, Xi Yu jie semakin berani semena mena di lingkungan sekolahnya, dan hal itu tidak bisa di biarkan, dia harus segera bertindak, dan melakukan rapat dengan para guru agar siswa nakal itu di keluarkan dari sekolah
"kau tenang saja, paman sudah menyiapkan rencana untuk membuatnya dikeluarkan dari sekolah"
"Siapa yang akan di keluarkan"? ucap Xhao Ran
" Kakak Fu akhirnya pulang juga, " ucap Ye Nanchi berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan
"Jangan mengubah topik, Ye Nanchi, aku tidak suka" ucap Zhao Ran tajam
"Hentikan Zhao Ran dia itu tunanganmu, sudah waktunya untuk kau bersikap baik pada Ye Nanchi, dia akan menjadi istrimu kelak" bentak Tuan Fu
"Jika ayah mau, menikah saja dengan nya"
"Plakkk"
"Kurang aj*r, mau jadi apa kau, hahh, selalu membangkang kepada orang tua, kau mau jadi apa Fu Zhao Ran" Tuan Fu kelepasan, dia menampar putranya dengan keras, tanpa berkata apapun lagi Zhao Ran masuk kedalam kamarnya, dia terlalu muak, karna selalu di atur oleh ayah nya
"Hemm lebih baik Aku pulang saja paman, aku tidak mau membuat suasanya semakin memanas" ucap Ye Nanchi Pamit
__ADS_1
Tuan Fu sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, dia salah karna terlalu keras pada Zhao Ran, sehingga membuat anaknya menjadi pembengkang seperti itu,
Di perjalanan pulang, Ye Nanchi terus berpikir bagaimana caranya agar bisa menaklukan Fu Zhao Ran, bibirnya menyunggingkan senyuman, ketika dia mendapatkan satu ide yang konyol
"Minggu depan adalah acara ulang tahun Tuan Fu, aku akan membuatmu menjadi milkku selamanya Zhao Ran, lihat saja nanti ikan yang besar tidak akan pernah aku lepaskan" gumam Ye Nanchi
Sebenarnya keluarga Ye saat ini sedang terancam bangkrut, karena banyak pegawai yang mengambil keuntungan sendiri, dan Tuan Ye hanya sibuk bermesraan dengan sekertaris di perusahaan nya, tanpa dia sadari kehidupan Ye Nanchi benar benar akan Hancur ketika berani mengusik kehidupan Seorang Yu Jie, yang memiliki pengaruh orang nomor satu di belakang nya, tapi begitulah manusia, terkadang mereka tidak akan pernah menyerah untuk menggapai apa yang menjadi tujuan nya
...****************...
Yu jie sedang berada di super market, dia ingin membeli sesuatu yang sudah tidak ada di kamarnya, seperti tisu, dan lain lain, biasanya dia diantar oleh kakak over protektive nya, namun sepertinya Ling Jie sudah mulai sibuk dengan Kursi Ceo milik nya
Tak di sengaja Yu jie bertemu dengan Sepulunya Gu nam
"Ow, tak ku sangka aku bisa bertemu dengan seorang penipu publik" ucap Gu nam dengan keras, sehingga semua orang melihat kearah Yu jie yang masih sibuk dengan belanjaan nya, dia pura pura tidak mendengar apapun, dan hal itu membuat Gu nam semakin jengkel
"Hey selain penipu, kau juga tuli ya rupa nya"? ucap Gu nam
" Maaf nyonya, apakah disini ada *njing yang sedang menggonggong "? Tanya Yu jie pada seorang wanita di sampingnya
Nyonya itu hanya diam, dia tidak mau ikut campur urusan anak muda tersebut
" Apa, kau bilang aku Anj*ng kau yang Anj*ng" maki Gu nam, dia siap untuk menampar wajah Yu Jie
"Hap"
Tangan Yu jie mengenggam erat tangan Gu nam yang hampir memukulnya
"Sekali saja kau menyentuhku, aku akan mematahkan tangan kananmu ini CUCU ANGKAT" ucap Yu jie menekankan kata katanya
Gu Nam semakin marah ketika mendengar ucapan pedas Yu jie
"Kau berani" tangan nya terasa kebas, dan tidak bida digerakan
"Apa hah, untuk menyentuh ku kau saja tidak bisa Kan, dasar peng3cut" umpat Yu jie
"Brakk"
"Kletak"
"aaargggg, tangankuuuu"
Yu jie mendorong dan menginjak tangan kanan Gu Nam, sehingga membuatnya menjerit kesakitan, namun seakan tak perduli Yu jie pergi ke kasir dan langsung pergi setelah membayar, mata Gu nam menyala nyala bagaikan api yang sudah tidak bisa di padamkan lagi, dia berjanji dalam hati nya akan menghancurkan Yu jie dan keluarga nya sampai sehancur hancurnya
"Bruuuumm"
__ADS_1
Yu jie melajukan kendaraan nya dengan penuh kekesalan, dia berpikir kenapa semakin hari semakin banyak orang yang mencari gara gara dengan nya, dia pikir hidup di Zaman Modern akan berbeda dengan di Zaman kuno, ternyata dia salah, dimanapun kita hidup, masalah akan selalu ada, dan tergantung dengan bagaimana kita menyikapi nya.