
Aisyah Sanjaya adalah namaku, aku biasa dipanggil Ai aku lahir dari pasangan Revan Sanjaya dan Kiara Putri dan aku memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Kenzie Sanjaya Halmiton, entah mengapa aku lebih suka bermain dengan hewan ketimbang manusia sepertiku. Orang tuaku pernah memisahkanku dengan mereka, tetapi aku malah jatuh sakit.
Nama daddyku Revan Sanjaya beliau adalah sosok yang penyayang dan selalu posesif dengan kedua pempuan yang disayanginya bukan berarti dia tidak menyayangi kakakku, tapi kalau dilur rumah dia akan selalu bersikap dingin, datar, cuek kecuali dengan sahabatnya.
Mommyku bernama Kiara Putri beliau adalah sosok yang penyayang, kalem (dalam artian saat tidak marah atau dia akan kembali dengan sifat bar-barnya). Entah apa yang merasuki mommyku aku diusiaku yang masih kecil dia mendidikku keras mulai dari bela diri dari berbagai macam negara bahkan aku juga sudah disuruh memegang senjata tajam maupun api, padahal kan sebagai anak perempuan yang seharusnya main boneka bukan memainkan mainan anak laki-laki.
Kenzie Sanjaya Halmiton adalah nama kakakku entah mengapa nama Halmilton harus dihapus dari namaku sedangkan kakakku tidak, dia sebagai kakak sama seperti mommyku aku disuruh latihan dengan keras bahkan dia tidak segan-segan menghukumku mulai dari lari, push up dan membawa barang yang sangat berat untuk dibawa perempuan.
15 tahun yang lalu
Di sekolah
Bel jam istirahat sebentar lagi berbunyi anak-anak yang tadinya serius memperhatikan guru didepan menjelaskan didepan mulai melihat ke arah pintu melihat sudah ada anak-anak yang keluar dari kelasnya tidak menyadari sampai ada seorang anak berterik dan mengejutkan semua orang.
" Ularrr.... ularrr..." Teriak anak itu histeris ketakutan.
Tett... tet... ( Anggap saja bunyi bel) bunyi bel istirahat bertepatan pada saat semua murid-murid dikelas Ai berteriak kecuali Ai yang terlihat santai.
" Aaaakh." Teriak semua murid termaksud guru perempuan yang sedang mengajar, Ai dengan perlahan mendatangi ular tersebut dan mengangkatnya tidak lupa dia mengelus kepalanya.
" Sudah gak apa-apa." Ucap Ai santai.
" Dasar anak aneh pasti kamu kan yang membawa ular itu." Tuduh salah satu teman kelasnya.
" Aku gak membawanya." Ucap Ai membela diri.
" Ai ikut ibu ke ruang guru." Ucap guru perempuan yang bernama Dessy kesel.
__ADS_1
" Tapi bu aku kan gak salah, kenapa aku harus ke kantor?." Tanya Ai bingung.
" Gak salah katamu? dengar Ai dengan kamu membawa ular ke sekolah itu bisa membahayakan orang-orang yang ada di sekitarmu." Ucap bu Dessy tetap menuduh Ai.
" Bu Ai tidak membawa ular itu, meski pun di rumahnya itu banyak ular Ai pasti membawa Nida." Ucap Aska membuka suaranya.
" Nida?." Tanya bu Dessy tidak mengerti.
" Iya dia ular karang biru kalau digigit sih minimal masuk rumah sakit maksimal kuburan dan banyak lagi jenis ular lainnya." Jawab Aska santai Ai menepuk jidatnya pelan sedangkan yang mendengarkan bergindik ngeri serta membelalakan matanya dengan mulut yang terbuka menatap Ai tidak percaya, bahwa anak yang mereka anggap aneh memelihara reptil yang berbahaya untuk manusia bukan hanya 1 tetapi banyak hingga membuat heboh seisi ruangan.
" Diam, kalian semua istirahat kecuali kamu Ai ikut ibu ke ruang guru." Ucap bu Dessy Ai pasrah ikut mau dia membela diri sampai mulutnya berbusa pun tidak ada gunanya dan sesampainya dikantor guru sudah ada beberapa guru yang duduk dikursinya masing-masing.
" Ada apa bu Dessy ? dan kenapa Ai membawa ular?." Tanya salah satu guru yang baru masuk ke ruang gurumelihat Dessy dan Ai memasuki ruang guru.
" Biasa anak yang bermasalah." Jawab bu Dessy ketus dan menatap Ai sinis karena memang dia tidak menyukai Ai.
" Kenapa kamu masih memeluk ular itu lepasin." Bentak bu Dessy Ai yang mendengarnya tersenyum sinis dan dengan bahagianya dia melepaskan ular itu dilantar, hingga terdengar teriakkan.
" Siapa yang suruh kamu lepaskan ular itu." Teriak bu Dessy.
" Bukannya tadi ibu sendiri yang menyuruh." Jawab Ai dengan wajah polosnya.
" Tapi tidak disini." Ucap Dessy geram.
" Tapi ibu tidak mengintruksi seperti itu." Ucap Ai ikut kesel.
" Kamu." Ucap bu Dessy tertahan rasanya dia ingin memakan Ai hidup-hidup.
__ADS_1
" Ibu guru ibu guru yang ada di sini siapa yang menyuruh untuk lepasin ular?." Tanya Ai sambil menatap guru-guru yang ada di ruang guru.
" Bu Dessy." Jawab guru-guru serentak.
" Terus apa ada bu Dessy bilang kalau jangan dilepasin disini?."
" Tidak." Jawab guru-guru serentak membuat bu Dessy semakin geram dengan Ai sedangkan Ai menyungingkan senyum manisnya, walaupun orang tuanya harus datang ke sekolah hari ini juga. Mommy Ara pasti tau siapa yang benar dan siapa yang salah, walau pada akhirnya dirumah dia akan terkena omelan yang membuatnya nyenyak tidur.😂😂
Ai sudah kelas 2 SD walau usianya masih 6 tahun itu berkat kenekatannya dan kepintarannya dalam memahami pelajaran, setelah pulang sekolah Ai langsung ke halaman belakang menemui hewan-hewan peliharaannya yaitu singa dan ular karena hanya itu yang di bolehkan oleh mommy Ara dan daddy Revan sedangkan burung-burung datang begitu saja menghampiri Ai.
" Hai teman-teman aku sudah pulang sekolah, bagaimana kabar kalian." Tanya Ai kecil dengan gembira mengelus ular yang baru dia keluarkan dari kandangnya.
" Ai sayang mommy boleh bicara sebentar sama kamu." Ucap Mommy Ara.
" Boleh mom memangnya apa yang mau mom bicarakan." Ucap Ai.
" Ai mommy mohon bertemanlah dengan teman-temanmu selain hewan-hewan ini." Ucap mommy Ara dengan menunjuk singa dan ular sambil bergindik, apa lagi setelah mendengar ucapan dari guru Ai disekolah tadi kalau Ai tidak mau berteman selain dengan Aska (anak Caca dan Agus). Bahkan guru yang melihat Ai selalu berbicara dengan kucing mengatakan kalau Ai adalah anak yang memiliki kelainan dan disana juga banyak anak-anak yang mengatakan Ai anak yang aneh, hal itu membuat mommy Ara geram dan tanpa berfikir panjang lagi memindahkan Ai dari sekolah.
" Ai kan sudah ada Aska mom ngapain harus cari yang lain lagi." Jawab Ai.
" Iya Ai mommy tau, tapi Aska tidak selamanya akan terus bersama denganmu paling tidak kamu memiliki teman perempuan. Bahkan mommy sudah memindahkanmu dari sekolah, Ai mommy mohon di sekolah barumu kamu jangan memperlihatkan kelebihanmu kepada orang lain lagi ya mommy takut kamu nantinya kenapa-napa.." Ucap mommy Ara sambil menanggis karena kalau dia tidak menangis Ai tidak akan mau menuruti kemaunya, Ai yang melihatnya mendekati mommy Ara dan menghapus air matanya.
" Baiklah mom Ai akan mencobanya mommy jangan menangis, tapi Ai akan dipindahkan sekolah dimana?." Tanya Ai.
" Ke London." Jawab mommy Ara membuat Ai membelalakan matanya terkejut tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" London mom?." Tanya Ai memastikan kalau dia tidak salah mendengar.
__ADS_1
" Iya kenapa?." Tanya mommy Ara menaikan kedua alisnya.
" Kenapa mommy membuangku jauh sekali." Ucap Ai sedih, jika harus berpisah dengan kedua orang tuanya dan kakak laki-laki satu-satunya.