TRAUMA DENDAM DAN CINTA

TRAUMA DENDAM DAN CINTA
Episode 5


__ADS_3

" Gila gila gila ada apa dengan diriku dia cuma menghembuskan nafasnya sudah membuat seluruh tubuhku bereaksi bahkan si Joni langsung sangat menegang saat dia mengigit kupijgku, ini tidak bisa dibiarin aku harus menjauh darinya dia sangat berbahaya untukku dan si Joni." Gumam pak Denny dalam hati, Ai tersenyum sinis dan menghentakkan kakinya dengan kuat membuat pak Denny terkejut akan lamunannya dan menatap Ai sekilas.


" Geser gak." Ucap pak Denny karena Ai berada didepan pintu ruangannya, Ai mengeserkan sedikit badannya pak Denny mengambil kunci yang ada di saku celananya lalu membuka ruangannya sedangkan Ai mengekor masuk dan langsung duduk tanpa diminta.


" Kamu ngapain nemuin saya?." Tanya pak Denny.


" Ya ampun ternyata bapak ini sudah tua padahal kan baru beberapa jam saya menghubungi bapak buat konsultasi, jadi mana mungkin saya mengoda orang tua seperti bapak. Sekarang aja sudah pelupa, apa lagi nanti kalau sudah jadi istri bapak mungkin bapak nikah lagi karena tidak ingat sudah punya istri." Ucap Ai menyindir dengan senyum sinisnya pak Denny mengusap wajahnya kasar frustasi setiap dia bertemu dengan Ai selalu aja ada pertengkaran diantara mereka, ini yang membuat dia yang tidak suka dengan daun muda dimana dia akan selalu menghindari mereka dengan mengeluarkan kata-kata pedasnya. Tapi berbeda dengan Ai yang selalu menjawab kata pedasnya dengan tidak kalah pedas, bahkan Ai paling suka menguji kesabarannya seakan daun muda yang satu itu tertantang dengan ucapannya.


" Ya kamu taruh saja nanti saya periksa dan kalau saya kabari, silahkan kamu keluar." Ucap pak Denny ingin menenangkan dirinya.


Ai menurutinya saat dia tidak sengaja melihat jam tangan Rolex Oyster Pearlmaster 39 yang melingkar cantik dikulit putihnya menunjukan pukul setengah 2 dan dia juga belum makan siang karena harus menunggu dosen sedangkan dia janjian dengan ketiga sahabatnya jam 2 di mall untuk melakukan perawatan, Ai keluar dengan membanting pintu dia tidak terima diusir ya walau sebenarnya dia juga ada janji.


Di ulang tahunnya yang ke 18 tahun mommy Ara memberikan Ai mobil Lamborghini Veneno sedangkan daddynya memberikan jamRolex Oyster pearlmaster 39


" Telat ni maka belum makan lagi pasti nantinya mereka ngomel-ngomel biarkan ajalah yang penting perutku terisi dulu." Ucap Ai langsung menuju ke kafe untuk makan sebelumnya ketiga sahabatnya ingin menungunya biar sekaligus makan siang bareng, tapi mengingat dosennya belum datang dia menyuruh mereka makan terlebih dahulu.


" Ai lama banget sih kasihan ni rambut gue butuh perawatan." Ucap Nadia kesel saat Ai baru sampai dihadapan mereka.


" Lebay banget sih kalau gak mau ngerawat ya botakin tu rambut susah amat." Ucap Ai cuek.


" Jahat banget sih lu Ai." Ucap Nadia memanyunkan bibirnya.


" Mbak saya mau hair spa dan antioxidant facial." Ucap Ai kepada salah satu karyawan salon.


" Enak banget ini anak datang belakangan, tapi pesan duluan." Ucap Nadia tidak terima.


" Ya siapa suruh kalian nungguin aku kan lebih baik sambil perawatan." Ucap Ai tanpa rasa bersalah.


" Ai kamu ada masalah?." Tanya Anggun yang melihat sikap Ai berubah.


" Gak cuma aku mau dijodohin." Jawab Ai.

__ADS_1


" Laki-laki sial mana yang mau dijodohin sama kamu?." Tanya Anggun basa-basi.


" Sialan kamu Anggun mana aku tau dan bukannya prihatin dengar sahabatnya mau dijodohin." Umpat Ai.


" Ai aku harap apapun yang terjadi nantinya kamu bisa bersikap dewasa, ingat aku akan selalu ada kapanpun kamu membutuhkan." Ucap Anggun pelan.


" Terima kasih Gun kamu sahabat pertamaku dan kamu juga yang mengenalkanku kepada Nadia dan Salsa." Ucap Ai tulus.


" Gimana kabar mereka?." Tanya Anggun dan yang dimaksud mereka adalah hewan-hewan peliharaan Ai karena diantara ketiga sahabatnya hanya Anggun yang pernah datang ke rumah Ai dan mengetahui kalau Ai memelihara hewan buas.


" Mereka baik." Jawab Ai singkat walau bagaimana pun Ai agak sensitif kalau berhubungan dengan hewan-hewan peliharaannya.


" Mereka siapa?." Tanya Nadia yang baru masuk ke ruangan ganti membuat Ai dan Anggun terkejut pasalnya sebelumnya Nadia ke kamar mandi.


" Biasa anak-anak lupakan saja." Jawab Ai santai.


" Yaudah yuk perawatan ntar keburu sore gak sempat shopping." Ucap Ai mengalihkan pembicaraan agar Nadia tidak banyak bertanya.


" Boro-boro banyak duit yang ada banyak pikiran kalau kamu mau minta bayarin minta tu ma pacarmu." Ucap Anggun yang dari tadi diam.


" Is kirain pengen traktir, kalau pacarku bilang kalau aku mau makan yang jangan makan di mall mending makan dipinggir jalan lebih nikmat, banyak dan romantis. Aku bilang lagi ni yang ada baju keluaran terbaru bagus eh dia bilangnya iya sih bagus, tapi mahal dan hanya dapat satu kalau kamu beli dipasar loak banyak yang bagus dan kamu dapatnya banyak jadi uangnya bisa kamu tabung buat masa depan." Ucap Nadia dengan menirukan bicara pacarnya.


" Bhahaha benar tu apa kata pacarmu kalau belanja itu harus hemat." Ucap Ai sambil tertawa karena lucu dengan apa yang di peragakan oleh Nadia serta membayangkan yang satunya boros dan satunya lagi yang di katakan hemat atau beneran pelit akan jadi apa nantinya rumah tangga mereka nantinya.


" Apa yang benar dia itu pelit tau." Ucap Nadia dengan nada sewot.


" Dia itu bukan pelit, tapi hemat." Bela Anggun.


" Antara pelit dan hemat itu cuma beda tipis sama ceweknya sendiri kok gitu seharusnya dimanja-manja." Ucap Nadia.


" Emangnya kamu siapa Nad minta dimanja baru juga jadi ceweknya bukan istrinya, nanti yang ada di bilang kamu cewek matre yang mau uangnya aja." Ucap Salsa yang dari tadi hanya dia langsung menimpali dia tidak habis fikir dengan sahabatnya yang satu ini kalau melihat apa-apa pengennya langsung dibeli semua itu antara nafsu dan serakah, Ai dan Anggun yang mendengarnya menahan tawanya.

__ADS_1


" Ok sebagai sahabat yang baik aku teraktir makan aja." Ucap Ai yang melihat wajah Nadia yang sudah kesel ketiganya sudutkan dan Ai menawarkannya diri agar Nadia tidak ngambek kepada mereka bertiga.


" Yah kok makan mending aku yang traktir makan kamu yang traktir kita belanja." Ucap Nadia tidak terima dan mencoba menawar.


" Ok, ntar tunggu aku nyetak duit sendiri baru ku bayarin kalau perlu toko-tokonya aku beli." Ucap Ai sambil terkekeh.


" Kalau nunggu kamu cetak duit sendiri yang ada kita keburu beruban atau malahan kita sudah tinggal nama." Ucap Anggun mengelengkan kepalanya pembicaraan yang awalnya apa dan berakhir dengan menyeleneh.


Malam hari


Malam pertemuan antara keluarga Sanjaya dan keluarga Pramana.


" Ai kamu pakai ya sayang." Ucap mommy Ara dengan membawa gaun berwarna merah yang akan membuat penampilan AI semakin cantik dengan kulit putihnya


" Wah gaunnya bagus banget mom." Ucap Ai senang dan memasukkan kembali baju yang dia pegang.


" Iya dong untuk putri kesayangan mommy yaudah pakai mommy bantuin make up nya." Ucap mommy Ara.


" Ok bos." Ucap Ai langsung masuk ke dalam kamar mandi.


10 menit Ai sudah keluar dan memutar-mutar badannya.


" Wah cantik banget sih putri mommy ini." Puji mommy Ara dengan senyum manis.


" Iya dong siapa dulu mommynya." Ucap Ai, lalu memeluk mommy Ara dan mereka tertawa.


" Ada apa sih ini bahagia banget kayaknya." Ucap daddy Revan langsung masuk ke dalam kamar Ai yang pintunya tidak di tutup rapat, melihat kedua perempuan yang dia sayangi sedang berpelukan dan tertawa membuatnya bahagia sampai meneteskan air mata.


" Daddy." Panggil keduanya terkejut dan lebih terkejut lagi melihat daddy Revan yang menitihkan air mata.


----------

__ADS_1


__ADS_2