
Hari pernikahan
Ai sudah di make up jantungnya berduguk dengan kencang walau di dalam hatinya belum ada cinta untuk Arga, tapi dia akan berusaha untuk membuka hatinya terlebih ini menyangkut pernikahan yang bukan main-main lagi.
" Aku harus bisa melupakan sebuah penghianatan yang dilakukan Angel ke kak Kenzie karena gak semua pasangan begitu terlebih yang aku lihat kalau mas Arga begitu mencintaiku." Gumam Ai dalam hati berusaha untuk selalu berfikir positif.
" Hey calon pengantin jangan melamun aja yang ada malahan ntar kesambet lagi." Ucap Anggun mengoda.
" Iya ni atau malah mikirin malam pertama lagi hayo ngaku, oh iya jangan lupa ya ceritain bagaimana malam pertamamu ke kita." Ucap Nadia ikutan mengodan dan ucapannya itu membuat ketiganya melotot sampai ketikanya menoyor kepala Nadia yang sekarang berotak mesum.
" Sialan kamu Nad membuat otakku jadi traveling kemana-mana." Ucap Ai menatap Nadia kesel jadi dia teringat vidio laknat yang pernah mereka nonton hingga membuat mereka menjerit histeris melihatnya dan Ai merasa jijik dengan apa mereka lakukan di dalam vidio itu.
" Iya ni Nad nanti juga kamu merasakannya kalau sudah menikah kalau sekarang itu haram hukumnya dan akan mendapatkan neraka karena Allah tidak akan mengampuni mereka yang melakukan zinah." Ucap Anggun menatap Nadia yang tidak tau malu, lalu menasehatinya yang dibalas dengan cengegesan.
__ADS_1
" Hehehe aku kan juga penasaran tanya sama Salsa gak dijawab terus." Ucap Nadia yang tudak mau mengalah.
" Makanya kalau kamu mau merasakan cepetan nikah." Ucap Salsa dengan menahan senyumnya.
" Ya bagaimana caranya mau nikah calonnya aja belum ada nongol." Jawab Nadia ketus apa lagi kalau mengingat dirinya yang sering disebut dengan toa berjalan membuat laki-laki menjauhinya karena suaranya yang nyaring itu.
" Hahaha banyak-banyaklah berdoa dan bersikaplah sedikit feminim yang ada malah laki-lakinya kirain kalau kamu itu sama seperti mereka." Ucap Salsa tertawa puas diikuti oleh Ai dan Anggun.
" Kalian ini sahabat-sahabat laknat walau kayak gini juga ada temannya tu Anggun sudah sesuai dengan namanya feminim, lemah lembut sama aja belum ada yang ada malah Salsa dan Ai yangkalem-kalem tapi diam-diam menghanyutkan." Ucap Nadia.
" Oh gitu ya mom." Ucap Nadia sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya anatara paham atau tidak hanya dia yang atau.
" Iya sayang gak semua yang kalian lihat sempurna itu benaran sempurna karena terkadang seseorang mencoba untuk sempurna dengan mengikuti gaya orang lain yang sebenarnya itu tidak perlu karena kita akan merasa aneh sendiri dan yang hanya ingin mommy katakan jadilah dirimu sendiri, kalau memang laki-laki itu memang mencintaimu dia akan menerimamu apa adanya bukan ada apanya apa didiri kalian mengerti." Ucap mommy Ara menasehati dengan tersenyum.
__ADS_1
" Iya mom." Ucap ketiganya bersamaan.
" Yaudah ayo kita turun." Ucap mommy Ara mengelengkan kepalanya Anggun dan Nadia mengandeng tangan Ai sedangkan mommy Ara dan Salsa mengikuti dibelakangnya sesampainya disana Arga yang duduk dihadapan daddy Revan terpesona melihat kecantikan Ai.
" Kedip Ga." Ucap Bryan sahabat Arga mengoda.
" Sabar Ga bentar lagi jadi bini lu entar puas-puasin lihatnya." Ucap Zay sahabat Arga ikutan mengodanya.
Ai yang dituntun sahabatnya sudah duduk di sebelah Arga dengan gugup walau belum ada cinta yang dia berikan kepada Arga pernikahan adalah hal yang dianggap sakral olehnya dan dia menginginkan untuk menikah satu kali seumur hidupnya seperti mommy dan daddynya, lamunan Ai buyar saat mendengar kata sah yang begitu nyaring di ucapkan oleh para saksi yang ada di hadapannya.
Ehem." Dehem daddy Revan untuk menyakiti Arga yang dibalas Ai dengan mengedipkan beberapa kali matanya dan mengangkat sebelah alisnya tak mengerti membuat daddy Revan membuang nafasnya panjang.
Salim suamimu sayang." Ucap daddy Revan menuntun Ai untuk menyalimi Arga.
__ADS_1
Ciee... yang sudah halal sampai lupa menyalami suaminya apa masih kegiatan pas pacaran ya Ai atau lagi gugup ni membayangkan malam pertamanya." Ucap Bryan mengoda membuat wajah Ai memerah menahan malu atas godaan Bryan.