
" Dasar anak kurang ngajar." Makinya kepada Kenzo tidak lupa dia mendorong Kenzo untung Kenzie dengan sigap langsing menahan tubuh anaknya agar tidak terjatuh ke lantai.
" Berani sekali kamu menyakiti anakku." Ucap Kenzie dingin menatap tajam dengan tangan yang mencengkram kuat tangan yang mendorong Kenzo hingga perempuan itu meringkis kesakitan.
" Sayang lepaskan ini sakit, kenapa kamu malah membela anak j***** yang belum tentu dia anakmu." Ucap perempuan itu yang bernama Laura perempuan yang menyukai Kenzie dari dulu, tapi Kenzie lebih memilih Angel dari padanya dan dia tidak terima kalau Kenzie sudah memiliki anak dari perempuan lain.
" Jaga ucapanmu dia anakku darah dagingku sekali lagi kamu berkata seperti itu mulutmu yang seperti sampah itu akan kurobek." Ucap Kenzie dingin dengan tatapan membunuh.
" Kamu tidak akan berani melakukan itu hanya karena anak j***** ini." Ucap Laura yang malah menantang Kenzie yang kupingnya sudah panas karena mendengar anaknya di hina dia menekan tombol remot untuk mengunci pintu ruangannya, dia berdiri menghampiri Laura sedangkan Laura memundurkan langkahnya hingga sampai pintu dia membukanya tetapi tidak bisa.
" Kamu tidak akan melakukannya kan." Ucap Laura dengan suara yang bergetar Kenzie tersenyum sinis melihatnya dan tanpa banyak bicara dia mengeluarkan pisau lipat dari jasnya langsung merobek mulut Laura.
" Aaaaa." Teriak Laura kesakitan saat mulutnya disobek dan teriakan pengasuh Kenzo takut yang melihat semuanya sedangkan Kenzo hanya melihatnya santai tanpa rasa kasihan.
" Itu akibat kamu benani menantangku." Ucap Kenzie, lalu menelvon seseorang untuk datang ke ruangannya dan membuka kunci pintu dengan remot yang sama.
" Tuan." Panggil Jimmy dan dia melihat Laura yang mulutnya rebel dengan wajah datar tanpa ekspresi.
" Bawa sampah ini pergi." Perintah Kenzie dingin Jimmy yang tau mood tuannya yang buruk langsung memapah Laura keluar dari ruangan tidak lupa dia memakaikan masker, dia tidak ingin karyawan-karyawan yang bekerja di perusahan ini terkejut melihat kondisi Laura.
" Papa uci angan aku gak au alah otornya mengenaiku." Ucap Kenzo saat Kenzie ingin menghampirinya.
" Baiklah jagoan." Ucap Kenzie yang langsung masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tangannya sedangkan orang yang berada di telvon mendengarkan semuanya merasa geram langsung mematikan telvonnya.
__ADS_1
5 hari kemudian
Setelah acara syukuran kelulusan diadakan Ai dan Arga dipingit sampai hari dimana dilaksanakan ijab kabul atau lebih tepatnya tinggal 2 hari.
" Cie yang sebentar lagi menyandang status sebagai istri dari Arga Pramana." Goda Nadia, tapi Ai hanya bersikap biasa saja.
" Iya ni akhirnya kamu menerima mas Arga juga atau yang kemarin-kemarin aku bujukin kamu malu-malu, tapi mau." Ucap Salsa itu mengoda sedangkan Anggun diam karena dia tau bagaimana perasaan Ai sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa mencegahnya semuanya ada di tangan Ai.
" Kalian berdua berhentilah mengoda Ai." Ucap Anggun tidak suka.
" Kamu kenapa sih Gun gak senang lihat Ai menikah? atau kamu suka lagi sama mas Arga?." Tanya Salsa curiga karena diantara mereka bertiga dari awal hanya Anggun yang tidak suka dengan pembahasan apapun yang berkaitan dengan laki-laki yang mendekati Ai sedangkan Ai, Nadia dan Anggun terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut Salsa.
" Aku tu." Ucap Anggun terpotong.
" Kamu itu apa-apaan Sa mana mungkin sahabat merebut calon suami sahabatnya sendiri itu yang namanya musuh dalam selimut dan aku paling membencinya, aku harap diantara kita tidak ada yang seperti itu kayak tidak ada laki-laki lain saja." Ucap Anggun tidak terima dengan ucapan Salsa.
" Iya sembarangan banget sih Sa bicaranya." Ucap Nadia yang bergindik ngeri kalau hal itu terjadi akan membuat persahabatan yang mereka jalin sejak lama hancur hanya karena laki-laki.
" Iya maaf kalau ucapanku menyinggung kalian semua terlebih kamu Gun, aku gak mau aja persahabatan kita hancur hanya gara-gara memprebutkan seorang laki-laki." Ucap Salsa, lalu mengigit bibir bawahnya takut karena sudah menyinggung perasaan sahabatnya.
" Udah ah gak usah dibahas lagi bikin bikin bad mood aja cari pembahasan yang lain." Ucap Ai melerai agar nantinya tidak merembet kemana-mana dan membuat hubungan mereka renggang jadilah mereka bernostagia pada saat waktu sma yang di mana mereka hobby banget keluar masuk bk karena berkelahi, terlambat, ngerjain guru dan lain-lainnya saking asiknya sampai mereka tak terasa hari sudah mulai malam.
" Eh aku pulang dulu ya kasihan anakku ku titipkan sama mertua." Ucap Salsa yang baru menyadari hari sudah mulai malam.
__ADS_1
" Wih enak ni punya mertua yang baik jagain anaknya sedangkan emaknya keluyuran mudahan mertuaku juga begitu." Ucap Nadia yang langsung mendapatkan toyoran dari ketiganya.
" Hu itu sih maumu." Ucap mereka bertiga berbarengan.
" Ya siapa yang gak mau punya mertua seperti itu." Ucap Nadia sewot akhirnya semuanya mengalah dan mereka bertiga pamit pulang.
Selang beberapa menit dari kepergian sahabatnya datang sebuah mobil dan turunlah 3 orang yang tidak lain adalah Agus, Caca dan Aska, Ai yang kebetulan tadi mau masuk ke dalam rumah memasang wajah tanpa ekspresi.
" Assalamu'alaikum anak gadisnya papa." Ucap Agus.
" Walaikumsalam mama papa akhirnya kalian ingat juga untuk datang ke sini ." Jawab Ai langsung menyindir tanpa mempersilahkan tamunya masuk karena Ai berdiri tepat didepan pintu masuk, ai tetap memanggil Caca mama sesuai dengan perjanjian mereka pada saat masih sma dimana Ara akan dipanggil mommy, Caca dipanggil mama, Ria dipanggil banda sedangkan Vera mami disetiap anak mereka masing-masing.
" Uh cup cup maafkan mamamu ini sayang, anak gadis mama yang cantik ini rupanya sudah besar dan sebentar lagi akan menjadi istri orang." Ucap mama Caca langsung memeluk Ai dengan senyum mengoda.
" Apaan sih mama gak mempan Ai marah sama mama dan papa." Ucap Ai dengan tersenyun sinis.
" Yang sebentar lagi jadi pengantin jangan marah-marah nanti wajahnya jadi jelek entar kabur lagi mempelai laki-lakinya." Ucap Aska sambil terkekeh karena dari tadi yang hanya disapa mama papanya sedangkan dia bagaikan tidak terlihat.
" Ih kok ada suara, tapi gak ada wujudnya seperti mulut manusia yang suka lupa janjinya." Ucap Ai menyindir dengan menatap tajam Aska.
"Ai aku tu gak bermaksud seperti itu kamu kan tau papa gak tiap hari ada seperti daddy di rumah, jadi aku sebagai anak laki-laki harus mengantikan papa untuk menjaga mama, tapi kamu tenang aja aku akan tetap menjagamu walau pun kamu sudah mempunyai suami karena aku sudah pindah kerja disini." Ucap Aska mencoba menjelaskan dan meyakinkan agar Ai mau memaafkan karena dirinya yang tidak bisa menepati janjinya, apa lagi setelah lulus sma dia langsung mendaftar menjadi polisi seperti papanya.
" Sembarangan aja kamu Aska menjaga istri orang yang ada malah suaminya cemburu melihatmu mendekati istrinya, jadi jangan macam-macam." Peringat papa Agus pada anaknya membuat Ai menahan senyumnya.
__ADS_1
" Ai siapa yang datang? kenapa tidak disuruh masuk malah ngobrol diluar?." Tanya mommy Ara yang baru turun dari tangga Ai mengaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal dengan cengegesan takut mommynya marah karena membuat tamu menunggu diluar.