
" Tidak apa-apa kalian bisa pendekatan lagi sebelum kalian menikah." Ucap papah Arga membuat Ai, mommy Ara dan daddy Revan terkejut pasalnya mereka belum membicarakan malah pernikahan daddy Revan aja belum memutuskan menerimaya. Papah Arga yang melihat keterkejutan keluarga Sanjaya langsung berdehem karena memang daddy Revan belum memutuskan untuk menerima, dia berbicara seperti ini karena Arga yang terus mendesak mereka untuk cepat-cepat melamar Ai.
" Maaf pak Revan kalau kami langsung memutuskan secara sepihak, tapi alangkah lebih baiknya kalau niat baik itu tidak di tunda-tunda." Ucap papah Arga membuat mommy Ara dan daddy Revan menatap Ai yang juga menatap mereka Ai memberikan kode lewat sorot matanya.
" Begini pak kami tidak bisa memaksa putri kami karena dialah yang akan menjalaninya dan kami akan memberitahu satu rahasia yang cuma sedikit orangn yang tau kalau putri kami ini sampai sekarang meniliki ketakutan yang berlebihan itu di akibatkan oleh trauma akan penghianatan yang di lakukan oleh kakak iparnya." Jelas mommy Ara menjeda ucapannya dengan melihat ekspresi dari ketiga orang yang ada di hadapannya.
Hal itu membuat putri kami susah untuk menemukan pasangannya bahkan dia selalu menghindar dan saya mohon kalau perjodohan ini berlanjut ke jenjang pernikahan tolong nak Arga jangan menghianatinya kalau bisa nak Arga menghilangkan traumanya." Jelas mommy Ara panjang lebar keluarga Pramana yang mendengarnya terkejut terutama Arga sekarang dia tau alasan Ai selalu menolaknya.
" Saya berjanji tidak akan menghianatinya tan." Ucap Arga penuh keyakinan.
" Saya pegang janjimu kalau kamu nantinya melakukannya saya akan mengambil putriku kembali." Ucap daddy Revan serius dengan kata ancamannya membuat Arga menelan ludahnya dengan susah payah.
Kalau saya tidak perlu janji buktikan saja ucapanmu karena manusia terkadang lupa dengan janjinya sendiri." Ucap mommy Ara tersenyum sinis menatap Arga mommy Ara memang tidak suka akan yang namanya janji, dia lebih suka orang itu langsung membuktikannya dari pada sesuatu yang hanya diucapkan terkadang manusianya sendiri tidak menepatinya.
Setelah pertemuan keluarga Arga gencar mendekati Ai, Ai membiarkannya dia melihat bagaimana perjuangan laki-laki itu untuk mendapatkannya. Ai pernah beberapa kali berjanjian dengan Arga seperti kemarin mereka janjian jam 10 pagi, tapi Ai baru datang jam 1 siang Arga tetap setia menunggunya sampai datang dan beberapa tes yang Ai lakukan sehingga membuatnya tidak bisa menolak lamaran Arga walau perasaan Ai masih sama seperti dulu.
Hari wisuda
Ai terlihat cantik dengan kebaya berwana biru dengan tatanan rambut braided updo gaya modern membuat kulit putihnya memancarikan sinarnya.
" Ai ke sini kita foto bareng." Teriak Nadia setelah dia berhasil keluar dari gedung wisuda membuat semua orang menatapnya heran, ya walau pun mereka satu kampus mereka berempat berbeda jurusan Ai memilih jurusan Arsitektur, anggun jurusan Kedokteran, Salsa jurusan fisika sedangkan Nadia mengambil jurusan Kehutanan yang membuat ketiganya heran dan bertanya-tanya kenapa harus mengambil jurusan itu? apakah karena diantara mereka yang sering berteriak dan paling banyak bicara sehingga memilih jurusan itu? kenapa tidak mengambil Sospol? itu hanya Nadia yang bisa menjawab.
__ADS_1
" Gak usah teriak juga kali mentang-mentang jurusan kehutanan jadi ngira ini hutan." Ucap Ai setelah berada dihadapan Nadia yang langsung mendapatka plototan.
" Kenapa ni matanya mau di keluar." Ucap Anggun membuat Nadia tambah kesel.
" Jangan kesel-kesel nanti cepat keriput lebih baik sekarang kita foto-foto karena aku gak bisa lama-lama suami dan anakku menunggu." Ucap Salsa ketika Nadia ingin membuka suaranya.
" Kenapa suami dan anakmu gak diajak ke sini aja sekalian kita kenalan tenang aja kita gak bakalan mengambilnya darimu musuh dibalik selimut." Ucap Anggun meyakinkan sekaligus heran dengan sahabatnya yang satu ini menyembunyikan suami serta anaknya membuat mereka terkadang berfikir kalau Salsa menikah dengan suami orang sehingga tidak berani mengenalkannya, tapi hal itu hanya bisa mereka ucapkan dalam hati.
" Iya siapa tau aja kita ada lihat dia jalan dengan perempuan lain, jadi kita langsung kasih tau." Ucap Nadia yang langsung mendapatkan toyoran dikepalanya oleh Ai dan Anggun.
" Bicara itu jangan sembarangan ingat ucapan adalah doa." Ucap Ai sedikit kesel dengan satu sahabatnya yang selalu ceplas ceplos ditambah dengan suaranya yang nyaring.
" Maaf ya mungkin lain kali aku perkenalkan." Ucap Salsa tidak enak.
" Ya kalau itu urusannya lain mungkin kamu akan menjadi musuh kita." Ucap Nadia ikutan.
" Kalau kalian bercanda mulu kapan kita fotonya kasih Salsa dia juga mau merayakannya dengan suami dan anaknya." Ucap Ai langsung merangkul Anggun dan Nadia menuju studio foto yang ada di depan gedung wisuda setelah sesi foto mereka selesai mereka semua berpisah untuk berfoto ke keluarga masing-masing.
" Sayang mommy akan mengadakan syukuran atas kelulusanmu dan menjelang hari pernikahanmu agar dilancarkan sampai hari H." Ucap mommy Ara memberitahu rencananya
" Ai terserah mom aja mana baiknya." Ucap Ai dengan tersenyum bahagia karena kedua orang tuanya masih berada disampingnya.
__ADS_1
" Ya Allah jangan engkau ambil dulu kedua orang tuaku sebelum aku membahagiakan mereka, apapun yang mereka minta sebisa mungkin aku akan mengabulkannya termaksud perjodohan ini semoga mereka bahagia." Gumam Ai berdoa dalam hati karena sampai sekarang dia susah banget membuka hatinya untuk Arga, apa lagi melihat orang tuanya yang bahagia dia tidak tega untuk menolaknya walau mereka menyerahkan keputusan kepalanya.
" Yaudah sekarang kita pulang kamu pasti capek kan sayang? apa lagi seminggu lagi kamu akan menikah." Ucap daddy Revan tersenyum Ai membalas dengan senyum setelah mereka selesai foto wisuda.
" Iya dad, jangan lupa telvon kak Kenzie dan Kenzo Ai merindukan mereka." Ucap Ai pasalnya Kenzie akan ke Indonesian setiap 6 bulan sekali itu pun hanya 1 minggu.
" Oh iya hampir aja kelupaan." Ucap mommy Ara yang langsung menelvon Kenzie.
Tut tut." Bunyi sambungan telvon tersambung dan tidak berapa lama terhubung.
" Assalamu'alaikum cucuku yang ganteng." Ucap mommy Ara ketika melihat wajah Kenzo kebetulan tadi Kenzo meminjam hp Kenzie untuknya bermain game.
" Aikumalam ema epa uti." Ucap Kenzo dengan suara cadelnya khas anak 3 tahun membuat ketiganya tertawa.
" Grandma grandfa dan aunty bukan ema epa uti ponalan aunty yang ganteng." Ucap Ai membenarkan perkataan Kenzo.
" Ema epa uti." Ucap Kenzo lagi Ai menghela nafasnya.
" Udah jangan pada ribut namanya juga cucuku masih kecil entar pas sudah besar pasti bisa bilang grandma grandfa dan aunty." Ucap daddy membela Kenzo membuat Kenzo tersenyum bahagia tidak lupa dia menjulurkan lidahnya Ai melototkan matanya tidak lupa memasang wajah cemberutnya membuat Kenzo tertawa dibuatnya, walau begitu Ai sebenarnya senang melihat keponakannya itu tersenyum di dalam lubuk hatinya dia kasihan anak sekecil itu sudah ditinggalkan ibunya demi selingkuhan dan tidak mendapatkan kasih sayang seperti dirinya.
" Dimana papa Kenzo?." Tanya mommy Ara yang tidak melihat Kenzie.
__ADS_1
" Tu pap agi keja." Ucap Kenzo setelah keluar dari ruang bermainnya dia mengarahkan kameranya hp dan langsung meninggalkannya ketika melihat ada perempuan yang mencoba merayu papanya.
" Aaaaa... " Teriak perempuan itu ketika Kenzo berlari dan langsung mengigitnya pahanya yang terbuka.