
" Tok Tok." Pintu kamar Ai diketuk dari luar.
" Apa mommy boleh masuk?." Tanya mommy Ara.
" Masuk saja mom pintunya tidak dikunci." Jawab Mutia yang lagi bersiap-siap.
" Sayang mommy terserah kepadamu ingin menerima atau tidak perjodohan ini karena itu menyangkut kehidupanmu kedepannya, saran mommy kamu pendekatan dulu kenali sifat dan perilakunya jangan terburu-buru mengambil keputusan." Ucap mommy Ara.
" Iya mom, sebenarnya Ai sudah mengenalnya cuma Ai takut dia akan menghianati Ai sama seperti anggle." Ucap Ai masih dengan rasa takutnya.
" Bagus dong kalau kamu sudah mengenalnya, mommy mengerti akan ketakutanmu. Tapi sampai kapan kamu akan seperti ini Ai mommy dan daddy tidak selama bisa ada di sampingmu untuk selalu melindungimu, kami sebagai orang tua juga sedih mendengar perceraian kakakmu Zie terlebih ada anak yang menjadi korban atas keegosan orang tuanya. Kita juga tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap disisinya yang ada malah menambah luka, belajarlah dari pengalaman kakakmu yang dulu. Sayang tidak ada salahnya mencoba tidak semua orang biaa kamu sama kan, lawanlah rasa takutmu yang berlebihan itu dengan bukalah sedikit hatimu untuk mengenalnya dulu." Ucap mommy Ara menasehati Ai menghela nafasnya.
" Baiklah Ai akan mencobanya." Ucap Ai dengan ragu-ragu.
" Malam ini kita akan bertemu dengan keluarga Pramana dan sebelum kamu memutuskan sholat istiharah mintalah terlebih dahulu mintalah petunjuk." Ucap mommy Ara memberitahu karena dia juga barusan mendapatkan pesan masuk dari daddy Revan yang mengatakan akan ada pertemuan keluarga nanti malamm
" Iya mom terima kasih atas nasehatnya terima kasih atas kasih sayang dan cinta yang telah kalian berikan kepada kami, maafkan Ai yang telah banyak merepotkan dan menyisahkan kalian." Ucap Ai dengan menangis yang sedih dia merasa akan berpisah dengan kedua orang tuanya.
" Kamu tidak perlu berterima kasih mommy dan daddy yang harusnya berterima kasih karena kamu ada untuk meramaikan keluarga kecil kita, mommy tidak menyangka gadis kecil mommy sebentar lagi akan menjadi istri orang dan akan pergi dari rumah mengikuti suaminya." Ucap mommy Ara sedih berat baginya melepaskan putri kecilnya untuk menjadi milk orang lain.
__ADS_1
" Mommy jangan bicara seperti itu walau pun nanti Ai sudah menjadi istri orang Ai akan menjenguk mommy, mommy jangan sedih ya." Ucap Ai dengan jari jempolnya menghapus air mata mommy Ara.
" Kalau ada apa-apa jangan pernah ragu meminta tolong kepada kita terutama mommy dan kakakmu akan selalu ada di depanmu." Ucap mommy Ara serius Ai menganggukkan kepalanya mengerti.
" Ada apa denganku? kenapa perasaanku menjadi tidak tenang setelah daddynya anak-anak mengutarakan keinginannya untuk menjodohkan Ai? semoga aja keputusan Ai nantinya tidak membuat traumanya bertambah parah dan bisa menghilangkan traumanya akan penghianatan yang dilakukan Angel, ya Allah tolong lindungi anak-anakku berkahilah setiap langkahnya." Gumam mommy Ara dalam hati ada rasa takut pada dirinya kalau sampai putrinya dihianatin seperti putranya dan dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.
" Mom Ai pergi dulu ke kampus dan nanti Ai bakalan lambat pulangnya karena mau pergi jalan-jalan duluke mall sama Nadia dan Anggun boleh kan mom." Ucap Ai meminta izin.
" Boleh sayang, tapi ingat jaga diri dan hati-hati dijalan jangan ngebut-ngebut." Ucap mommy Ara memperingati.
" Siap mom." Ucap Ai dengan memperagakan memberi hormat, tapi sebelum pergi dia menyempatkan untuk ke halaman belakang yang terdapat hewan-hewan peliharaannya.
Sesampainya dikampus Ai langsung menuju ruang dosen pembimbingnya untuk konsultasi walau sudah diberi kabar dosen akan datang jam setengah 10, tapi sampai Ai menunggu 3 jam pun dosen belum juga muncul batang hidungnya.
" Nasib-nasib demi tidak menjadi mahasiswi abadi dikampus aku harus rela menunggu berjam-jam begini belum lagi revisinya, tapi mudah-mudahan tidak banyak maka perut sudah demo minta diisi lagi." Ucap Ai kesel terus mengerutu
" Jangan banyak mengerutu kalau tidak mau revisi banyak kerjakannya yang benar dan kalau gak mau nunggu dosen lama jadi aja dosen." Ucap seseorang dibelakang Ai yang baru saja datang.
" Gimana mau jadi dosen kalau kuliah aja belum selesai dan ini dosen janjian jam berapa belum datang juga." Ucap Ai kesel tanpa melihat orang yang ada di belakangnya.
__ADS_1
" Ehem ehem." Dehem satu juniornya tidak jauh dari Ai dengan matanya yang di gerakkannke kiri dan kanan.
" Apaan sih pakai main mata segala sorry ya aku gak suka berondong." Ucap Ai yang menirukan cara berbicara dan kata-kata dosen pembimbing yang sedang dia tunggu.
" Terus kamu sukanya samw om-om." Jawab seseorang yang ada di belakangnya.
" Apa om-om emm." Ucap Ai ketus terhenti ketika dia berbalik badan terkejut akan orang yang ada di belakangnya dengan mata membelalak dan mulut sedikit terbuka, lalu Ai cengegesan tidak jelas dengan memamerkan deretan giginya serta tangannya mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Eh pak Denny siang-siang begini tambah ganteng aja uwu keringatnya hot banget." Ucap Ai memuji dengan tersenyum mengoda tidak lupa dengan menaik turunkan alisnya sedangkan pak Denny mendelik tidak suka karena Ai selalu saja mengodanya.
Denny adalah dosen yang berusia 27 tahun belum menikah, terkenal akan ketampanannya selalu bersikap cuek dan bermulut sedikit pedas terhadap semua mahasiswi yang ada di kampus karena dia tidak suka dengan yang namanya daun muda yang menurutnya mereka belum dewasa dan malah akan menyusahkannya.
" Jangan mengoda dosenmu sendiri karena itu tidak mempan kepadaku cari saja dosen yang lain." Ucap pak Denny membuat mata Ai membelalak sedangkan juniormya menahan tawanya agar tidak pecah saat pak Denny yang berkata seperti itu Ai yang menyadarinya menatap tajam mereka semua walau sebenarnya dia merasa malu, tetapi sebagai anak pemilik kampus dia tidak ingin ada yang menertawakannya mau ditaruh dimana wajah cantiknya. Terlalu kesel telah dipermalukan didepan juniornya Ai menginjak kaki pak Denny dengan kuat matanya menatap tajam dengan tangan yang mengepal.
" Aawww." Pekik pak Denny mundur beberapa langkah dari Ai.
" Kamu." Ucap pak Denny menahan emosinya, Ai berjalan mendekati pak Denny mundur dan punggungnya membentur tiang yang membuatnya tidak bisa mundur lagi. Ai mendekarkan wajah dengan wajah pak Denny hingga menyisihkan beberapa senti Ai melihat pak Denny menahan nafasnya dan dia dengan sengaja menghembuskan nafasnya ke wajah pak Denny membuat wajah pak Denny memerah entah dia malu, kesel atau mara lalu Ai berbisik.
" Apa seperti ini yang namanya mengoda pak? kenapa wajah bapak memerah begitu? apa bapak lagi sakit? saya peringatkan kalau sekali lagi bapak sembarangan menuduh saya mengoda bapak, saya akan buktikan bagaimana cara mengoda yang sebenarnya." Ucap Ai telinga pak Denny, lalu mengigit kecil telinganya dan menjauhkan tubuhnya sedangkan pak Denny jantungnya berdetak kencang seluruh tubuhnya bereaksi bahkan juniornya sudah sangat menegang dan dia tidak menyangka kalau Ai akan bertindak nekat seperti ini.
__ADS_1