TRAUMA DENDAM DAN CINTA

TRAUMA DENDAM DAN CINTA
Episode 9


__ADS_3

" Ayo masuk ma pa." Ucap Ai mempersilahkan mama Caca dan papa Agus untuk masuk sedangkan Aska dia menahannya diluar.


" Ara." Teriak mama Caca heboh memanggil mommy Ara maklum mereka sudah lama tidak bertemu sedangkan mommy Ara terkejut mendapati sahabatnya yang datang dan langsung memeluknya.


" Aku kangen banget sama kamu Ra." Ucap mama Caca begitu heboh dan mendrama.


" Aku juga." Ucap mommy Ara daddy Revan yang masih berjalan menuruni tangga melengkan kepalanya pelan melihat kelakuan istrinya dan sahabatnya yang sudah dia anggap adiknya sendiri.


" Hai pak polisi apa kabar." Ucap daddy Revan menepuk punggung papa Agus kuat .


" His sakit tau aku baik." Ucap papa Agus mengelus punggungnya yang ditepuk daddy Revan.


" Masa gitu aja sakit gimana sih pak polisi." Ucap daddy Revan tersenyum sinis dan duduk di sofa dengan santainya.


" Polisi juga manusia bisa merasakan sakit juga, apa lagi patah hati." Gerutu papa Agus ikut duduk disofa.


" Hahaha oh aku sekarang tidak membuka jadwal curhat." Ucap daddy Revan masih dengan kekehannya.


" Ck kamu ini gak pernah berubah dari dulu Van sudah tua juga." Ucap papa Agus berdecak sebel.


" Berubah? maksudmu berubah jadi power ranger, spiderman atau yang lainnya gitu? itu kan tontonan anak-anak masa dah tua masih menontonnya." Ucap daddy Revan pura-pura tidak tau apa yang di maksud oleh papa Agus dan berbicara begitu menyebalkan karena dia paling suka membuat suami dari sahabat istrinya ini kesel dan marah.


" Nyebelin tau gak, jadi malas bicara sama kamu." Ucap papa Agus sewot.


" Memangnya siapa yang mau bicara denganmu." Ucap daddy Revan datar tidak mau kalah akhirnya hanya ada keheningan sampai datang bibi yang mengantar minuman untuk mereka.


Sedangkan di luar rumah Ai sedang mengintrogasi layaknya seorang penyelidik terhadap tersangka dengan tatapan tajam seakan ingin menelan hidup-hidup mangsanya.


" Kenapa kamu gak menemuiku lagi setelah kepergianmu dulu kan kamu sudah janji?." Tanya Ai dengan melipatkan kedua tangannya diperutnya.

__ADS_1


" Kan tadi sudah aku jelasin aku menjaga mama karena papa pergi tugas terus." Jawab Aska memutar bola matanya malas.


" Jawab itu yang tegas jadi polisi gimana sih lempeng banget enak ditindas." Ucap Ai mengejek.


" Siap laksanakan komandan." Ucap Aska tegas dengan memberikan hormat Ai ingin tersenyum, tapi dia tahan.


" Beneran kamu mau tinggal dikota ini gak lagi phpin aku lagi kan?." Tanya Ai masih tidak mau membiarkan Aska masuk ke dalam rumahnya.


" Iya." Jawab Aska tegas.


" Gak ada maksud lain?." Tanya Ai.


" Ada." Jawab Aska membuat Ai memicingkan matanya.


" Apa?." Tanya Ai.


" Ya menepati janjiku yang sempat tertunda maaf baru sempat sekarang." Jawab Aska jujur


" Enak aja ya menjaga istri orang ya aku menjaga sahabatku lah dan siapa tau disini aku mendapatkan jodoh." Jawab Aska sewot tidak terima Ai langsung memeluknya dan Aska memeluknya balik.


" Ok permintaan maafmu ku terima." jawab Ai dengan tersenyum senang.


" Aku berdoa semoga pernikahanmu langgen sampai kakek nenek dan lupakan masa lalu, ingat aku sahabatmu akan selalu ada di sampingmu dalam keadaan senang maupun bahagia. Jangan sungkan ceritakan apapun siapa tau aku bisa bantuin masalahmu nantinya, tapi bukan maksud aku nantinya ikut campur dalam masalah rumah tanggamu aku hanya akan memberi saran kalau kamu yang meminta bantuan aku akan dengan senang hati membantumu." Ucap Aska tulus tangannya mengelus rambut Ai sebenarnya dia terkejut akan berita pernikahan Ai yang dia rasa itu mendadak.


" Oya apa aku boleh tanya sesuatu?." Tanya Aska serius dan melepaskan pelukan mereka.


" Apaan sih kalau mau tanya ya tanya aja kayak sama siapa aja."Jawab Ai sambil mengelengkan kepalanya pelan.


" Apa kamu sudah hamil duluan Ai?." Tanya Aska ragu-ragu

__ADS_1


" Bug." Aska langsung mendapatkan bogem mentah diperutnya.


" Awww sakit tau Ai bagaimana kalau nanti calon suamimu tau sifat aslimu yang mengerikan itu yang selalu kamu tutupi pasti dia akan langsung kabur." Ucap Aska bergindik ngerik mengingat beberapa tahun yang lalu apa yang dilakukan Ai dan sifatnya itu hanya diketahui oleh mommy Ara, ayah Rian, Kenzie, dan Aska dengan tidak sengaja.


" Emangnya kamu melihat tampangku seperti perempuan murahan apa? dan sekarang kamu doain dia pergi dariku jangan harap itu terjadi, apa lagi demi perempuan lain." Ucap Ai kesel mendengarnya.


" Gak akan aku biarin dia pergi karena dia yang menginginkan pernikahan ini, apapun yang terjadi nantinya jika dia menghianatiku aku gak akan melepaskanmu dari ikatan pernikahan ini yang ada aku akan membuat dirinya tersiksa secara perlahan ini adalah sumpahku." Gumam Ai dalam hati melanjutkan perkataannya dengan tatapan yang mengerikan serta tangan yang mengepal diikuti senyum yang menyeramkan membuat Aska yang melihatnya bulu kuduknya merinding.


" Ai dibalik wajah cantikmu terdapat sifat yang sangat menyeramkan sekali, aku sebagai sahabat hanya mengingatkan kalau kamu marah tahanlah dulu jangan kamu bertindak gegabah didepan umum kita bisa melakukannya dengan cara cantik." Ucap Aska memperingatkan Ai agar berhati-hati dalam melakukan setiap tindakan.


" Iya aku tau itu." Ucap Ai malas kalau sudah Aska menceramahinya yang sebenarnya rasa khawatir akan terjadi apa-apa dengan Ai.


" Ucapanku yang tadi jangan dimasuki ke hati aku hanya bertanya karena aku terkejut mendengarmu akan menikah walau katanya dijodohkan sama daddy Revan aku tau kamu gak mungkin dengan mudahnya kamu menerimanya, apa lagi kamu memiliki trauma akan suatu hubungan." Ucap Aska yang sekarang menatap Ai penuh penyelidik karena dia tau bagaimana sifat sahabatnya itu sedangkan Ai membuang wajahnya ke sembarangan arah membuat Aska mengerti ada sesuatu yang membuat Ai menerima perjodohan itu.


" Sok tau." Ucap Ai ketus.


" Ai apa kamu menerima perjodohan itu demi orang tuamu?." Tanya Aska yang tepat sasaran.


Deg


" Gak." Jawab Ai mencoba menghilangkan rasa gugupnya agar Aska tidak mengetahui alasan dia menerimanya.


" Bohong aku kenal kamu sejak kecil Ai walau mulutmu berkata gak, tapi hatimu berkata iya. Aku akan tetap mendukung dan memantau hubungan kalian gak akan aku biarkan dia menyakiti sahabatku." Ucap Aska membuat mata Ai berkaca-kaca dia terharu mendengarnya.


" Iya aku memang melakukannya demi kedua orang tuaku agar mereka tidak khawatir lagi kepadaku, tapi bukan hanya itu saja aku menerimanya karena aku ingin rasa takut akan penghianatan itu hilang." Gumam Ai dalam hati tanpa terasa air matanya jatuh juga Aska yang melihatnya langsung memeluk Ai memberikan ketenangan.


" Terima kasih Aska kamu selalu mengerti tentangku." Ucap Ai dengan seseguk.


" Itu namanya sahabat udah ah nangisnya mana Ai yang selalu kuat jangan hanya karena masalah kecil sudah membuatmu menjadi lemah, aku tidak suka itu." Ucap Aska sambil menghapus air mata Ai.

__ADS_1


" Mending sekarang kita mengenang masa lalu kita ditaman dan jangan ada drama sedih-sedih lagi." ucapa Aska yang langsung mengandeng tangan Ai meninggalkan rumah menuju taman dekat rumah Ai tempat mereka bermain dulu.


__ADS_2