TRAUMA DENDAM DAN CINTA

TRAUMA DENDAM DAN CINTA
Episode 3


__ADS_3

Ai memiliki 3 sahabat yang bernama Nadia, Salsa dan Anggun mereka mulai bersahabat saat mereka masih SD di London dan berlanjut sampai sekarang, walau ketiga sahabatnyanya adalah kakak kelas Ai yang dimana Ai yang pada saat kelas 2 dan ketiganya kelas 4 dengan perbedaan usia mereka 4 tahun yang di mana Ai paling muda dan Ai berhasil mengejar mereka pada saat SMA. Di antara mereka Salsa yang sudah menikah dan entah mereka tidak tau siapa suaminya yang terpenting bagi mereka tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing itu sudah cukup, setelah lulus SMA mereka memutuskan untuk melanjutkannya di Indonesia.


Ai mengendap-ngendap dibelakang ketiga orang yang sedang asik bercerita tanpa menyadari ada dirinya.


" Dor." Ucap Ara setengah berteriak hingga mengagetkan ketiganya.


" Eh buset ini anak dari dulu datang kayak setan aja maka gak ngucapin salam lagi." Omel Nadia masih dengan memegang jantungnya yang berdebar.


" Hehehe assalamu'alaikum." Ucap Ucap Ai dengan cengegesan memperlihatkan giginya dengan tangan yang mengaruk tengku lehernya yang tidak gatal.


" Walaikumsalam." Jawab mereka serentak.


" Ai jangan dibiasain takutnya disekitar kita ada yang mempunyai penyakit jantung." Ucap Anggun mempertingati.


" Iya selain itu kita lama-lama juga bisa jantungan kalau dikagetkan seperti ini terus.." Ucap Nadia kesel Ai hanya memutar bola matanya.


" Oh ya Ai tadi aku lihat mas Arga datang ke kampus pasti dia datang untuk temuin kamu, apa kamu sudah ketemu?." Tanya Salsa.


" Sudah." Jawab Ai singkat.


" Terus?." Tanya Salsa yang sebenarnya dia sudah tau jawabannya.


" Ya seperti biasa." Jawab Ai malas.

__ADS_1


" Ai mas Arga itu orangnya baik, apa kamu tidak ingin memberikannya kesempatan dulu jangan langsung mengeklain seseorang itu buruk karena sebuah kesalahan orang lain." Ucap Salsa memcoba membujuk untuk menerima Arga.


" Ada apa dengan Salsa? kenapa dia selalu membela mas Arga? bahkan kayaknya dia lebih banyak mengetahui tentang mas Arga, apa ada yang dia sembunyikan dariku?." Gumam Ai dalam hati bertanya-tanya karena Salsa adalah orang yang paling mendesaknya untuk menerima Arga.


" Kamu kan tau sendiri Sa semenjak kak Kenzie bercerai aku memiliki ketakutan berlebihan, kamu juga tau kan kalau aku paling benci yang namanya laki-laki mendua atau dimadu." Ucap Ai tetap kukuh dengan pendiriannya, apa lagi dulu Angel mengunakan anak sebagai alasan untuk memperbaiki masalahnya.


" Iya aku juga gak mau yang namanya dimadu walau sekuat apapun kita sebagai perempuan pengennya menjadi satu-satunya." Ucap Anggun menimpali.


" Eh kok jadi malah bahas dimadu sih serem amat nikah aja belum, tapi kalian tenang aja aku akan bantuin kalau ada pelakor terutama kamu Sa yang sudah menikah." Ucap Nadia bergindik ngeri dan mengepalkan kedua tangannya tidak membayangkan kalau itu terjadi pada dirinya maupun sahabatnya.


" Tapi mau sampai kapan kamu seperti ini Ai apa seumur hidupmu tidak mau menikah dengan alasan traumamu itu." Ucap Salsa geram sendiri.


" Mungkin." Jawab Aisyah ambigu.


" Aku balik dulu ya dospemku sudah datang." Ucap Ai setelah menerima wa dari dospemnya.


" Iya kalian hati-hati." Ucap Anggun dan tinggal Anggun dan Salsa.


" Sa aku gak mau kamu mencampuri urusan pribadi Ai biarkan dia yang memutuskan untuk dirinya sendiri, aku tau kamu menyayanginya. Tapi bahagia atau tidaknya Ai yang akan merasakannya seperti kita yang tidak pernah mencampuri urusan pribadimu mulai dari pernikahanmu, suami dan anak yang tidak pernah kita ketahui nama mereka." Ucap Anggun penuh penekanan dan terdapat kekecewaan di dalam ucapannya.


" Aku pergi dulu assalamu'alaikum." Ucap Anggun yang melihat Salsa yang terdiam.


" Walaikumsalam." Jawab Salsa menyesal atas apa yang dia sembunyikan dari ketiga sahabatnya.

__ADS_1


Beberpa minggu telah berlalu Ai fokus dengan skripsi yang sedang dia kerjakan karena sebelumnya dia sudah meneliti ke lapangan.


" Ai bangun sayang sudah pagi nak ayo kebawah kita sarapan bersama." Ucap mommy Ara sebenarnya Ai sudah bangun dari jam setengah 5, tapi setelah melaksanakan sholat shubuh dia tidur kembali walau sebenarnya itu tidak boleh.


" Iya mom bentar lagi Ai turun." Ucap Ai bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Di meja makan


" Ai ada yang ingin daddy sampaikan ke kamu." Ucap daddy Revan disela-sela makan.


" Apa dad?." Tanya Ai penasaran.


" Ada rekan kerja daddy yang ingin menjodohkan anaknya denganmu." Ucap daddy Revan yang membuat kedua perempuan yang ada di dekatnya itu terkenjut.


" Uhuk uhuk." Ai dan mommy Ara tersedak dengan makanannya karena terkejut.


" Daddy sudah berapa kali mommy bilang jangan menjodohkan anak biarkan mereka mencari sendiri." Ucap mommy Ara marah tidak terima.


" Daddy tau keputusan daddy ini pasti membuat terkejut ratu dan princess daddy, tapi daddy lakukan ini demi kebaikan princess. Sayang tidak semua hubungan itu akan berakhir dengan orang ketiga yang terpenting dihubungan itu adalah komunikasi yang harus tetap terjaga dengan baik, daddy tau kamu takut karena hancurnya rumah tangga kakakmu. Belajarlah dari kehancuran rumah tangga kakakmu dan jangan membiarkan satu perempuan mana pun untuk tinggal dirumahmu termaksud sahabat-sahabatmu, terlebih kamu tidak berada di rumah. Pantau lah setiap gerak-gerik suamimu yang mencurigakan atau sifat suamimu yang tiba-tiba berubah, lebih pekalah terhadap pasanganmu jangan terlalu cuek seperti mommymu." Ucap daddy Revan memberikan nasehat kepada Ai dan terdapat kata sindiran diakhir katanya yang tentu saja dia arahkan kepada mommy Ara yang sedang melototkan matanya.


" Daddy dan mommy memang memberikan kebebasan kepada kalian untuk memilih pasangan masing-masing dan kita sebagai orang tua sudah mengingatkan kepada kakakmu kalau perempuan yang dia pilih bukanlah perempuan baik-baik, tapi semua itu sudah menjadi pilihan kakakmu Zie dan itu adalah resiko yang harus dia terima. Jangan cuma gara-gara kakakmu yang salah memilih membuatmu jadi trauma, hidup akan terus berjalan dan kamu tidak bisa tetap berada dititik ternyamanmu seperti ini. Lihatlah sekarang umurmu akan menginjak 21 tahun padahal daddy belum lama mengendongmu, menimang, menidurkan, memandikan dan mengajakmu bermain." Jelas daddy Revan lagi melanjutkan, dia sebenarnya juga bingung kenapa rekan bisnisnya mendatanginya dan langsung menanyakan soal anak gadisnya yang tidak lain adalah Ai. Dengan perasaan ragu dia tetap menyampaikan keinginan rekan bisnisnya kepada Ai karena sebagai orang tua dia juga harus memikirkan kebahagiaan putri semata wayangnya yang ternyata sudah beranjak dewasa, hal itu terbukti ada seseorang yang ingin menimangnya.


" Daddy tidak akan memaksamu untuk menerima perjodohan karena kamu yang akan menjalaninya, pikirkan baik-baik dan ini foto anak rekan bisnis daddy yaudah daddy berangkat dulu." Ucap Revan memberikan sebuah foto kepada Ai, lalu memeluknya tidak lupa mencium pucuk kepala Ai. Setelah dirasa cukup daddy Revan mendatangi mommy Ara memeluk pinggangnya erat, lalu mencium kening dan bibir mommy Ara sebelum berlalu pergi sedangkan Ai yang melihat itu mengendus karena orang tuanya itu selalu saja memamerkan kemesraanmu.

__ADS_1


Setelah kepergian daddy Revan Ai pergi ke kamarnya dan dia melihat foto itu terkejut.


" ini kan mas Arga apa ini hanya sebuah kebetulan atau disengaja." Gumam Ai dalam hati mengudap wajahnya kasar.


__ADS_2