Tulang Rusuk Dan Tulang Punggung

Tulang Rusuk Dan Tulang Punggung
TIDAK!


__ADS_3

"AZAAAAAAAAA ...!" Ucap Taqwim berteriak kencang tepat di depan wajah manis gadis itu dengan penuh amarah.


"A-am-ampun ..., Kak!" Ucap Aza terbata-bata menatap Taqwim takut.


Telinga gadis itu sedikit pekak sekarang ini, itu semua ulah dari teriakan Taqwim padanya. Sedangkan Taqwim belum beralih dari posisinya, matanya terus menatap tajam ke arah Aza dengan penuh kabut amarah.


Nafasnya memburu menahan gejolak, sampai-sampai deru nafasnya jelas terasa memyentuh pipi dingin Aza beberapa kali. Gadis itu hanya bisa pasrah dan berdo'a meminta pertolongan dari Allah.


"Lo ...! Berani-beraninya buang sampah sembarangan di badan Gue ya ...!" Ucap Taqwim pelan namun penuh penekanan.


"Ma-maaf Kak, A-aza gak bermaksud be---." Jawab Aza sedikit bergetar dan tiba-tiba terhenti, karna ulah Taqwim.


"Maaf? Hebat banget ya mulut Lo ...!" Ucap Taqwim sambil tangannya menekan kedua pipi Aza hingga membuat bibir gadis itu membentuk huruf O.


Di perlakukan seperti itu tidaklah membuat Aza buntu akal untuk meminta maaf, ia langsung bergegas menggerakkan tangannya menuju pundak Taqwim mencoba membersihkan cairan kental aneh itu.


Namun belum selesai dengan kegiatan mulianya itu, pergerakan tangan mungil Aza sudah langsung di halau oleh Taqwim. Sekarang tangan kanan Taqwim, menggenggam erat kedua tangan Aza yang di letaknya tepat ke arah atas kepala gadis itu.


Sedangkan tangan kirinya masih asik menekan pipi gembil gadis itu, Aza yang di hadapakan dengan posisi tidak nyaman langsung meronta dan itu berhasil membuat rambut lurusnya menjadi acak-acakan dan menutupi sebagian wajahnya.


"Ahh ..., Sakit tangan aza Kak ...!" Aza melenguh meminta ampun dari Taqwim, berharap pemuda itu memberikan sedikit kemudahan.


Hembusan nafas hangat gadis itu seolah membelai wajah dingin pemuda di hadapannya, mata tajamnya perlahan mulai berubah menjadi tatapan sayu penuh harap. Entah apa yang sudah menguasai fikirannya, sehingga ia sedikit melonggarkan cengkramannya di pergelangan tangan gadis polos itu.


Arrgghhhh ..., sial ...! Kenapa suara sama ekspresinya malah bikin Gue jadi kalang kabut gini. Ucap Taqwim dalam hati, menahan tubuhnya yang sekarang malah mulai gusar menatap gadis imut di depannya itu.


"Astagfirullah ...!" Ucap Taqwim mencoba memulihkan kesadaran dengan mengucap istigfar.


Pemuda itu akhirnya mengubah posisinya, tangan kuatnya sudah lepas dari tubuh mungil gadis itu. Sedangkan Aza masih terlihat bernapas tak beraturan, akibat ulah Taqwim padanya.

__ADS_1


"Kak, maaf ...! Aza benar-benar nggak sengaja," ucap Aza tulus meminta maaf, "Aza janji bakalan nuritin semua permintaan Kaka asalkan Kakak jangan marah lagi, maafin Aza yaa ...!" Lanjut Aza bersemangat dan tak menyadari kalimat berbahya telah lolos dari bibirnya.


Tangan gadis itu masih setia di depan dada dengan posisi mengatup, yang berarti memohon. Matanya masih terpejam dengan wajah menunduk, setelah beberapa detik berlalu tiba-tiba gadis itu mengangkat wajahnya dan menunjukkan ekspresi menyesal.


Yak ampun ...! Ini mulut kok gak ada filternya siii ...? Mulut jahat ..., mulut jahat ...!" ucap Aza merutuki dirinya di dalam hati.


Sempertinya, ia sudah sadar betapa bahayanya ucapan yang terlontar beberapa menit lalu dari bibir manisnya itu. Sedangkan Taqwim langsung menyunggingkan senyuman smirk, dan terlihat jelas dari matanya niat tidak adil mulai tersusun.


"Owww ... Penawaran yang menarik, ok saya setuju." Ucap Taqwim dengan nada menyeramkan menurut Aza, entah kenapa suasana di dalam mobil menjadi lebih mencekam di bandingkan tadi.


"Tapi Kak, bukan kayak gi---," lagi-lagi perkataan Aza harus terhenti karna pemuda itu sangatlah pandai memotong pembicaraan.


"No ... no ... no, gak ada tapi-tapi. Ok langsung saja tugas pertama Kamu, tolong lepaskan baju menjijikkan ini dari badan ku sekarang!" Ucap Taqwim tak mau perduli pada hak Aza.


Mendengar permintaan Taqwim, seketika membuat mata Aza terbelalak tak percaya. Mana mungkin Aza lepaskan pakaian seorang pemuda di dalam mobil sempit begini, Aza gak berani ...! Ucap aza berteriak di dalam hati.


Taqwim prov


Ternyata gadis kampungan di sebelahku ini sedang menahan rasa mualnya, sampai-sampai pipinya menggembung.


Melihat itu dengan cepat aku meminggirkan mobilku, takut kalau-kalau dia sampai memuntahkan isi perutnya di dalam mobil mewahku.


Namun naasnya dia malah memuntahkan isi perutnya di tubuhku, rasanya aku sangat marah. Tapi ku akui, gadis kampungan ini malah sanggup meluluh lantakan amarahku saat itu. Tiba-tiba amarahku menjadi rasa yang aneh, rasa yang tak pernahku rasakan sebelumnya.


---


"Kenapa masih diem aja? Cepet bantu Gue lepasin ini baju!" Ucap Taqwim sedikit jijik melihat tubuhnya, sambil menutup hidungnya lembut.


"I-iya Kak ...," ucap Aza dengan wajah yang terus menunduk. Sedangkan tangan mungilnya perlahan mulai mendekat ke arah baju kaos yang di kenakan Taqwim.

__ADS_1


"Duhh ...! Lambat banget sii ...?!" Tutur Taqwim tak sabar sambil langsung memegang tangan Aza dan meletakkan tangan itu di tubuhnya.


Tubuh Aza tiba-tiba bergetar, jantungnya pun ikut bereaksi. Perlahan tapi pasti baju Kaos itu mulai tersibak dan menampakkan, otot six pack pemuda itu.


"Kenapa gemeteran gitu? Baru pertama kali ya liat badan sebagus ini?" Taqwim berkata dengan bangganya sambil menyeringai. Sedangkan Aza hanya menggeleng pelan sambil terus mengelap sisa cairan yang masih menempel di tubuh pemuda sombong itu.


Astagfirullah, percaya dirinya orang ini. Kalo gak karna kemakan ucapan, Aza gak akan mau di minta kayak gini! Ucap Aza dalam hati sambil terus membersihkan tubuh Taqwim dengan telaten.


"Tok ... tok ... tok!" Kaca mobil Taqwim di ketuk seseorang yang kedengrannya tak sabar.


Mendengar hal itu, dengan cepat Taqwim membuka kaca mobilnya dan terpampang dengan jelas beberapa orang sedang mengerumuni mobilnya dengan tatapan menyeramkan.


Aza yang melihat itu langsung mendekat ke arah belakang tubuh Taqwim mencari perlindungan.


"Kalian mesum ya?!" Tanya seorang pria dengan tatapan curiga.


Mendengar kalimat tuduhan itu, seketika membuat ekspresi wajah Taqwim dan Aza berubah.


"Mesum?" Taqwim malah balik bertanya dengan wajah bingung.


"Huuu ...! Dasar anak muda jaman sekarang, gak tau sopan santun ya. Udah gak usah bertele-tele, sok belagak gak faham! Lebih baik keluar dan ikut kami ke kantor polisi!" Ucap laki-laki itu garang, dan langsung di setujui orang-orang di sekitarnya.


"Kakak, Aza takut ...!" Ucap Aza sambil tangannya memeluk erat lengan Taqwim, refleks.


"Udah Kamu tenang aja, ok!" Tanpa sadar Taqwim menjawab dengan lembut ucapan gadis itu, seolah-olah ia akan melindunginya.


"Woyy cepet keluar!" Suara keras terdengar di barengi dengan beberapa pukulan di mobil Taqwim.


"Stop pak! Gak bisa kayak gitu dong asal nuduh." Jawab Taqwim terlihat sengit.

__ADS_1


"Ehh, bisa-bisanya mau niat ngelak. Bukti sudah di depan mata!" Ucap laki-laki lain mencoba memprovokasi dan niatnya itu berhasil, keadaan menjadi semakin riuh saat ini.


"Pak, ini istri saya sedang hamil muda! Dia lagi ngidam, pengen naik mobil tapi minta saya nyupir mobil gak paekek baju." Ucap Taqwim berbohong dengan alasan yang konyol, sambil tangannya mengelus perut datar Aza dengan lembut.


__ADS_2