Tumbuhnya Cinta Dalam Syahadat

Tumbuhnya Cinta Dalam Syahadat
Nasihat Aldi


__ADS_3

POV Abi on.


Bosan, itulah satu kata yang sedang terjadi dalam hidup gua saat ini.


Bagaimana tidak bosan coba, mau buat kerjaan dan kegiatan, gua mana bisa kerja, waktu di Jakarta aja, untuk uang harian masih dikasih orang tua, bagaimana mau kerja coba.


Mau jalan jalan, belum hafal jalan kota ini.


Sungguh, keadaan gua sangat membosankan saat ini, hingga anaknya pak Agus yang bernama Aldi mengajak gua jalan, dengan senang hati gua terima, tanpa berpikir panjang, kalau gua pikir panjang, yang ada nanti gak jadi jalannya, bisa mati kebosanan gua.


Dan sekarang, gua sudah siap dan turun ke bawah buat ngajak Aldi segera jalan dan mengusir semua kebosanan yang ada.


"Woi!," suara gua memanggil Aldi yang sedang duduk bersama adiknya di ruang TV yang ditemani dengan cemilan, serta film Upin Ipin kesukaan Riski/adiknya Aldi yang sedari tadi mereka nonton.


Aldi yang mendengar suara gua pun langsung membalikkan badannya dan menghadap ke arah gua.


"Udah siap lo?," tanyanya dengan perasaan tanpa bersalah serta cengengesan seperti biasa diwajahnya.


Sedangkan gua yang mendengar pertanyaan dari Aldi pun geram dibuatnya, dan hampir saja menepuk kepala Aldi dengan bantal yang ada di tangan Riski.

__ADS_1


Gimana gak geram coba, udah liat kita turun dengan setelan yang udah tampan, masih aja tanya udah siap apa belum, benar benar ni orang, buat orang naik darah aja.


"Gak usah banyak bacot lo!, yok berangkat, udah bosan nie gua!, dari tadi gak ada kegiatan," kata gua dengan perasaan yang sedikit kesal, dan hanya direspon dengan anggukan oleh Aldi, hingga membuat gua pun makin geram akan Aldi, tapi itu semua hilang, saat suara Aldi kembali terdengar berpamitan kepada adiknya.


"gak ada kegiatan ya?, biar gua pikir dulu, kegiatan apa yang cocok buat lo!" ucap Aldi dengan gaya sedang memikirkan sesuatu, serta jari tangan yang mengetuk kepalanya.


"Dek, pak Mamat gak masuk kan?" tanya Aldi kepada Riski, dan hanya dijawab anggukan oleh Riski, sehingga Aldi merasa senang dibuatnya.


"Gua udah tau, kegiatan apa yang cocok buat lo!" ucapnya dengan senyum sok misterius, jadi tambah muak gua kalau tingkahnya sudah kayak gini.


"Apaan emang?" tanya gua dengan malas.


" Disuruh bersihin Taman tu paling kak!" sahut Riski memotong pembicaraan abangnya sehingga membuat gua terkejut, bagaimana gak terkejut coba, seumur umur, belum pernah gua bersihin tanaman, bukannya bersih, yang ada rusak tanamannya nanti.


"Tu Taman kalau gua yang bersihin, bukannya bagus, malah tambah buruk tu taman!" sahut gua dengan sedikit kesal.


"Ya udah ayo!, Abang jalan dulu ya dek!, adek nonton aja sendiri ya!, bentar lagi mama turun!," ucap Aldi akhirnya mengalah dan juga berpamitan kepada adiknya, dan hanya dibalas anggukan oleh Riski, yang sedari tadi tidak mengalihkan matanya dari TV.


Ternyata, senakal nakalnya Aldi, tapi dia juga masih menghargai orang orang di sekelilingnya, salut gua, gua aja kadang kadang kalau jalan, lupa pamit sama orang tua.

__ADS_1


Dan yang gua kagumi dengan Aldi lagi, dia dengan adiknya kelihatan akrab banget, padahal Kalau teman teman gua dulu, kebanyakan banyak yang tidak suka kalau lahi bersama adiknya, katanya ganggu lah, bawel lah, atau apa pun itu yang gua tidak tau, soalnya gua kan gak ada adik heheh.


POV Abi off.


Setelah berpamitan kepada adik, serta mamanya, Aldi dan Abi pun pergi, dan tujuan mereka saat ini adalah mall, dimana tempat yang terdapat banyak orang, karna dengan banyak orang, dapat membuat kita terhibur itulah kata-kata yang keluar dari mulut keduanya, saat sang mama menanyakan kenapa harus ke mall jalan jalannya.


"Lo sayang sama risky?," tanya Abi di sela sela perjalanan mereka dan ditanggapi dengan tawa yang menggelegar oleh Aldi, karna menurut Aldi, pertanyaan Abi tidak masuk akal untuk ditanyakan.


"Ya sayang lah, orang dia adek gua, ngaco lo!," terdengar suara Aldi menjawab pertanyaan Abi, disaat tawanya sudah berhenti.


Sedangkan Abi yang melihat Abi tertawa dengan terbahak bahak pun heran dibuatnya, apa pertanyaan gua salah ya?, batin Abi menanyakan ke dirinya sendiri.


"Kenapa Lo tanya kayak gitu?, pasti teman teman Lo dulu banyak yang gak suka sama adiknya ya?, kalau Lo kan gak ada adik, jadi Lo gak pernah ngalaminya." tanya Aldi dan diangguki oleh Abi, sehingga membuat Aldi yang tadinya tertawa terbahak bahak, kini menanggapi jawaban dari Abi dengan serius.


"Gak ada orang yang tidak suka dengan kehadiran adiknya, karna dengan adanya adik, maka disitulah terletak kebahagiaan kita, sama seperti gua sekarang.


Tapi kenapa banyak yang jadi tidak suka akan kehadiran adiknya?, maka pertanyaan tersebut harus kita tanyakan kepada orang tua, apakah mereka memperlakukan anak anaknya secara sama, tanpa membedakan kelebihan serta kekurangan, karna banyak sekali orang tua yang membandingkan anak anaknya disaat salah satu dari mereka lebih kelihatan unggul, tanpa mengetahui bakat dari anaknya yang lain yang terpendam, sehingga dari itulah timbul rasa benci dan dendam dalam hati anak!," jawab Aldi dengan serius dan juga dengan mimik wajah yang tidak seperti biasanya yang kelihatan bobrok.


Abi yang mendengar pendapat dari Aldi pun terkagum kagum, tidak menyangka kalau Aldi mempunyai pemikiran yang seperti itu, kalau dilihat dari kesehariannya yang sangat bobrok.

__ADS_1


__ADS_2