
Akibat perjalanan yang jauh, sehingga membuat Abi tidak konsentrasi akan jalan yang di tempuhnya.
"Udah sampai om??" Tanya Abi saat menyadari kalau mobil yang dia naikinya sudah berhenti.
Pak Agus yang mendengar itu pun tersenyum dan berkata "Katanya tadi mau makan!! inii kita udah sampai di rumah makan langganan om!!, yuk turun" jawab pak Agus dan mengajak Abi untuk turun dan makan malam, karna jam sudah menunjukkan pukul 08:00 malam, yang berarti sudah waktunya untuk makan malam.
Pov Abi on
Dalam perjalanan aku cuma diam sambil bermain hp, mau ngajak om Agus bicarapun, tidak tau mau bahas apa, jadi menurut aku lebih baik diam aja daripada mengganggu pak Agus yang sedang menyetir, kan bisa bahaya nantinya.
Tapi ke terdiaman ku tersebut hilang disaat pak Agus memberhentikan mobilnya yang entah dimana, yang jelas aku tidak mengetahui tempat itu.
Aku yang bingung pun, kenapa pak Agus sudah memberhentikan mobilnya pun langsung menanyakannya, daripada bingung sendiri, lebih baik menanyakannya kan?? "udah sampai om??" tanyaku kepada om Agus yang sudah bersiap siap untuk menuruni mobil.
"Katanya tadi mau makan!! ini kita sudah sampai di tempat makan langganan om!!, yuk turun, kita makan malam." jawab om Agus sambil tersenyum tulus seolah olah aku ini adalah anaknya. Dan dengan itu pun aku semakin yakin kalau om Agus itu menerima ku bukan semata karna bersahabat dengan papa, tapi karna dia memang juga menganggap ku sama seperti anaknya sendiri, yang memang menjadi tanggungannya sekarang ini.
Dan aku juga memikirkan perkataan papa waktu masih di rumah, dan benar kata papa, kalau kita mau menghargai mereka, maka mereka juga pasti mau menghargai kita,
walaupun terdapat perbedaan yang sangat kentara Antara kita dan mereka yang tidak dapat untuk diubah.
Dan setelah aku menanyakan pertanyaan tersebut, aku dan pak agus pun langsung turun untuk masuk ke dalam rumah makan yang di singgahi oleh pak Agus, dengan rasa bahagia.
__ADS_1
Pov Abi off.
Abi dan pak Agus pun memasuki rumah makan yang di singgahi oleh pak agus tadi, karna jam sudah menunjukkan jam 8 malam, jadi rumah makan tersebut penuh oleh orang orang orang yang juga ingin makan malam.
"Mau makan apa dek abi??" tanya pak Agus kepada Abi.
"Terserah bapak!!, aku ikut aja, lagi pun, aku juga belum tu menu menu yang ada di sini!!" jawab Abi, dan setelah itu memfokuskan dirinya kembali kearah ponsel.
Pak Agus yang mendengar jawaban dari Abi, langsung meninggalkan Abi dimeja, dan pergi untuk memesan makanan.
Abi yang melihat pak Agus berdiri dan hendak memesan makanan pun bingung, kenapa pak Agus tidak panggil pelayannya saja, karna sudah kebiasaan Abi di Jakarta yang seperti itu, kalau mau pesan, kenapa tidak panggil pelayannya saja, kan tugas pelayan memang untuk menjamu pembeli, batin abi.
"Oh itu!!, om mau pesan makanannya!!" jawab pak Agus dan Abi yang mendengar itu pun hanya menganggukkan perkataan pak Agus, dan juga masih terselip rasa ingin taunya, kenapa harus pak Agus yang kesana.
Pak Agus yang melihat Abi mengangguk, pak Agus pun segera pergi meninggalkan Abi, untuk memesannya.
Lama pak Agus memesan makanan, dan akhirnya pak Agus pun kembali ke tempat duduk, dan Abi langsung menanyakan rasa penasaran yang sedari tadi dia pendam.
"Kenapa bapak yang kesana??, kan bisa kita panggil pelayannya ke sini saja untuk memesan!!" tanya Abi.
Pak Agus yang mendengar itu pun hanya tersenyum, dan memaklumi, kenapa Abi menanyakan hal hal seperti itu, mungkin sudah kebiasaanya di Jakarta yang seperti itu, jadi dia bingung, batin pak Agus.
__ADS_1
"Kebanyakan rumah makan yang ada di Aceh itu, kita harus memesannya sendiri, itu adalah salah satu hormat kita untuk orang yang jualan!!" jawab pak Agus dengan senyuman serta memberi pengertian kepada Abi.
Sedangkan Abi yang mendengar jawaban dari pak Agus pun hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja, dan Abi pun kembali memakan makanan yang diambil oleh pak agus tadi.
Pak Agus dan Abi memakan makanannya dalam diam tanpa pembicaraan, karna Abi yang memiliki kebiasaan yang tidak boleh berbicara disaat makan, sebagaimana yang di ajari oleh orang tuanya.
Dan pak agus yang selalu mengamalkan Sunnah nabi Muhammad, salah satunya yaitu harus memiliki adab disaat di depan makanan, yaitu dengan cara tidak berbicara di depan makanan.
Setelah beberapa menit pak Agus dan Abi makan, akhirnya acara makan tersebut pun selesai dan pak Agus pergi untuk membayar makanan mereka, sedangkan Abi, dia hanya duduk menunggu pak Agus sampai ketempat itu kembali.
"Mari Abi kita ke rumah om!!, ini tidak jauh lagi kok!!" ucap pak Agus setelah selesai membayar makanannya, dan mengajak Abi untuk melanjutkan perjalanannya.
Sedangkan Abi yang melihat makanannya dibayar oleh pak Agus, Abi pun berniat untuk mengganti uang pak Agus, tapi belum sempat Abi mengambil uang dari dalam dompetnya, pak Agus langsung menghentikan Abi agar tidak usah membayar uang nya kembali.
"Uang nya tidak usah diganti!!, sekali kali om traktir kamu, itung itung juga buat sedekah, kan gak akan rugi juga!!" ucap pak Agus yang mengetahui maksud dari Abi, yang hendak mengeluarkan dompetnya.
"Terima kasih ya om!!, baru pertama kali aja udah ngerepotin om, apalagi kedepannya!!" sahut Abi dengan nada tidak enak karna sudah merepoti pak Agus untuk yang pertama kalinya.
"Ya udah gak usah di pikirin lagi!!, yuk kita ke rumah bapak!!" ajak pak Agus ke Abi.
Abi yang mendengar itu pun hanya bisa mengikuti pak Agus dari belakang, dan melanjutkan perjalanan kembali.
__ADS_1