
Kriiiiiiiing.
Bunyi alarm, yang membuat si pemilik kamar terbangun.
"Hoammm!!" suara Abi yang menguap dan terjaga, saat Abi mendengarkan bunyi alarm yang di setel nya, Abi pun langsung bangun dari tidurnya, dan Abi juga bersiap siap ke kamar mandi dan setelah itu Abi pun turun ke bawah untuk menemui keluarga pak agus yang sudah Abi anggap sebagai orang tua kedua setelah ayah dan ibunya yang berada di Jakarta.
Flashback on.
"Ini, diminum minumannya!!" terdengar suara Maria/ istrinya pak Agus menyilah kan Abi, dan juga suaminya untuk meminum minuman yang telah dibuatnya.
"Semoga Abi betah ya tinggal disini!!" suara Maria terdengar kembali, sehingga membuat Abi dan pak Agus menoleh untuk melihat ke arah Maria.
"Ia ma!!" sahut Abi dengan tersenyum.
"Kamar tamu biar dipakai sama Abi dulu ya ma?, kan kamar itu juga jarang di tempatin!!" suara pak Agus memecahkan keheningan yang terjadi sedari tadi.
"Ia pa!!, ayo Abi, biar mama antar ke kamar kamu, kamu pasti capek kan?, biar sekalian istirahat" ajak Maria, dan diangguki oleh Abi.
Maria yang melihat Abi mengangguk pun langsung berdiri, dan menaiki tangga untuk menuju ke lantai 2, tempat dimana kamar tamu berada.
Pov Abi.
Aku yang melihat mama maria berdiri pun juga berdiri, dan mengikuti mama maria naik ke lantai 2, karna kamar tamu mungkin berada di lantai 2, jadi aku hanya mengikuti nya saja.
__ADS_1
Hingga kami sampai di depan sebuah pintu yang berwarna coklat, dan mama maria pun membuka pintu yang ada di depan kami.
"Ayo Abi, masuk aja, ini kamar yang akan kamu tempati!!, kalau kamu butuh apa apa, kamu tinggal panggil mama ya!!" suara mama maria terdengar dengan lembut sehingga dengan suara yang seperti itu mengingatkan aku kepada mama, tapi ingatan tersebut langsung aku buang sejauh jauhnya, supaya aku bisa betah di sini dan juga agar aku bisa mandiri, sesuai dengan keinginan mama dan papa.
"Iya ma!!" sahutku, dan mama maria pun tersenyum.
"Mama tau, kamu pasti kangen sama orang tua kamu kan?, tapi kamu harus bisa bertahan di sini, agar kamu bisa lebih mandiri, sesuai dengan keinginan mama dan papa kamu!!" ucap mama maria, sehingga membuat ku terkejut, kenapa mama maria tau?, kalau aku sedikit belum bisa mandiri, siapa coba yang bilang, bikin malu aja.
"Aku udah mandiri kok ma!" ucap ku dengan sedikit malu malu, karna mama mengetahuinya.
Mama Maria yang melihat ku pun hanya tersenyum menanggapinya.
"ya udah!, mama keluar ya!, nanti kalau ada keperluan atau apa saja yang kamu perlui, panggil mama aja, pasti nanti mama bantu." ucap mama Maria, dan beliau pun pergi dari kamar yang ku tempati sekarang ini.
Lama aku mempersiapkan serta bersih bersih di dalam kamar, aku pun bersiap siap untuk tidur dan tidak lupa pula, aku menyetel alarm, siapa tau, aku bisa sedikit berubah dari waktu aku masih di rumah.
Flashback off.
"Pagi om, ma," sapa Abi saat dia sudah sampai di ruang makan, tempat dimana seluruh anggota keluarga pak Agus berkumpul untuk sarapan.
"Pagi Abi!!" sahut Maria/istrinya dengan senyuman.
"Ayo makan!" ajak Maria kembali kepada seluruh anggota yang sudah berkumpul.
__ADS_1
Dan seluruh anggota keluarga pak Agus dan juga Abi pun memakan makanan dalam keadaan hening, tanpa ada suara yang berbunyi sedikit pun, kecuali bunyi sendok yang beradu dengan piring.
Hingga keheningan tersebut terhenti, dikala terdengar suara teriakan salam dari pintu rumah, sehingga Abi dan anggota keluarga pak Agus pun menghentikan sarapan mereka, dan pergi ke depan untuk melihat, siapa yang bertamu di jam yang masih dibilang pagi ini.
"ASSALAMUALAIKUM..," suara salam dari luar, dengan nada yang tidak bisa dibilang rendah, dan juga tidak bisa dibilang tinggi.
Seluruh anggota keluarga pak Agus, serta Abi yang sudah sampai di depan pintu pun membuka pintu, dan melihat seorang pemuda yang seumuran dengan Abi yang sedang cengengesan, akibat bisa mengerjai keluarganya yang sedang sarapan.
"Kamu ya, selalu saja ngerjain orang tua, gak bisa di ubah apa itu sifatnya!" kata Maria dengan nada yang berpura pura marah, disertai juga jeweran di telinga, sehingga Aldi yang di jewer pun segera meminta maaf kepada mamanya.
Sedangkan pak Agus serta Riski/anak bungsunya pak Agus yang melihat itu pun diam tanpa bersuara, karna mereka juga sudah terbiasa dengan sifat jahil dari aldi yang suka mengerjai anggota keluarga.
"Maaf ma, lepasin dong, sama anak kok galak galak sih, nanti cepat tua lho!" kata Aldi supaya sang mama bisa melepaskan jeweran di telinganya yang malang.
Tetapi bukannya melepaskan jeweran karna ucapan Aldi, Maria lebih menguatkan jeweran tersebut, sehingga Aldi yang merasakannya pun langsung berteriak.
"Aaaaa, lepasin dong ma!!, kasihan anakmu yang tampan ini!" suara Aldi terdengar lirih yang di buat buat, sehingga Maria yang melihat ke arah sang anak pun timbul rasa kasih sayang dan melepaskan jeweran di telinga anaknya itu.
Aldi yang sudah dilepaskan jeweran pun segera berlari menuju kamarnya sambil berteriak terima kasih kepada mama nya, sehingga Maria yang melihatnya pun geram akan tingkah anaknya yang terlihat sangat pencicilan.
Sedangkan Abi yang melihatnya hanya bisa tersenyum, karna dengan kejadian seperti itu, memperingatkannya kepada sang mama yang selalu sabar dalam menghadapi dirinya yang juga tidak jauh berbeda dengan sikapnya anak pak Agus andai papa tidak menyuruh ku kuliah di sini, mungkin sekarang aku masih bisa bermanjaan dengan mama, seperti biasanya batin Abi.
"Ya udah, yuk nak abi, kita kembali ke meja makan, maklumi sikapnya Aldi ya!, dia memang gitu kalau sama keluarganya!!," ucap Maria kepada Abi, sedangkan Abi hanya menanggapi perkataan Maria dengan senyuman.
__ADS_1