Tumbuhnya Cinta Dalam Syahadat

Tumbuhnya Cinta Dalam Syahadat
Aldi


__ADS_3

Dihari yang cerah, tanpa mendung yang datang, Abi terduduk di balkon kamarnya yang menghadap ke arah taman yang berada di depan rumah, sambil memikirkan, apa yang harus dilakukannya supaya tidak bosan ia duduk dirumah.


Karena, sewaktu di Jakarta, Abi merupakan orang yang tidak suka berdiam diri di rumah, apalagi tidak ada apa pun yang harus di kerjakan nya seperti sekarang.


Sibuk dengan pikirannya yang entah melayang kemana, hingga dia tidak menyadari, kalau kamarnya sudah dimasuki oleh Aldi/anak sulungnya pak Agus yang sifatnya hampir sama dengan Abi, yaitu sedikit pencicilan.


"Woi!, bengong aja lo!!," suara Aldi mengagetkan Abi, sehingga lamunan yang sedari tadi dipikirkan, hilang berterbangan tanpa bekas.


"Sejak Kapan lo masuk ke kamar gue," tanya Abi, karna Abi masih heran akan keberadaan Aldi yang sudah berada di dalam kamarnya, dan tanpa diketahui olehnya.


"Sejak tadi gua juga udah di sini kali!!, tapi Lo nya aja yang sibuk melamun entah kemana!!, emang Lo lagi pikirin apa sih??, jadi kepo nie gue!!,," ucap Aldi.


"Apaan sih Lo!!, sana pergi jauh jauh dari kamar gua, risih gua kalau ada Lo disini!!," usir Abi, karna risih dengan pertanyaan Aldi yang terlalu menyolok ke hal pribadinya.


"Kalau bukan karna mama yang nyuruh gua kesini, ogah kali gua kesini!!" sahut Aldi memberi tahu alasan dia masuk ke kamar Abi.


"Emang mama ngapain nyuruh Lo ke kamar gue??," tanya Abi penasaran akan maksud mama Maria menyuruh Aldi untuk ke kamarnya.


"Mama suruh gua ajak Lo jalan keliling kota ini, biar Lo gak sesat nantinya kalau udah ngampus, sekalian beli perlengkapan kuliah, Lo belum ada kan??, tanya Aldi.


"Ya udah ayo, gua udah bosan dari tadi gak ada kegiatan apa apa," suara Abi tanpa banyak berpikir kembali langsung mengiyakan perkataan Aldi yang mengajaknya mengelilingi kota yang ditempatinya ini.


"Yaudah, sana Lo siap siap, gua tunggu Lo dibawah!," ucap Aldi dan langsung meninggalkan Abi sendirian untuk bersiap siap.


Abi yang sudah melihat Aldi yang sudah keluar pun langsung menuju ke kamar mandi untuk bersih bersih, dan juga memakai pakaian casual yang pas di badannya.


...----------------...

__ADS_1


"Udah siap aja lo?," suara Aldi kembali terdengar saat Abi sudah di ruang TV.


"Gak usah basa basi lagi!!, yok pergi!," ucap abi yang malas mendengar ocehan Aldi yang unfaedah.


Aldi dengan Abi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk akrab, karena keduanya memiliki sifat yang sama, yaitu sedikit pencicilan. Walaupun sifat Abi yang pencicilan, tetapi sifat tersebut tidak diperlihatkan olehnya di depan keluarga pak Agus kecuali di depan Aldi ngapain kalem di depan Aldi, dia aja orangnya pencicilan, kalau di depan dia gak papa lah, batin Abi saat pertama kali mereka dikenalkan oleh orang tuanya Aldi.


Sehingga mereka pun mudah akrab, walaupun hanya dalam waktu yang kurang dari 6 jam.


Flashback on.


Sesudah membuka pintu untuk anak sulungnya yang sering mengerjai keluarga.


Akhirnya keluarga pak Agus dan juga Abi pun kembali melanjutkan sarapan pagi yang sempat tertunda, karena teriakan Aldi tiba tiba.


Hingga sarapan selesai, kini tinggallah Abi yang duduk seorang diri di ruang TV, tanpa tau harus melihat apa.


Karena keluarga pak Agus yang sudah pergi beraktivitas seperti biasanya.


"Aldi!," panggil Maria saat sudah sampai di depan kamar anaknya, hingga terdengar suara langkah yang menuju ke arah pintu dan membuka pintu, hingga terlihatlah wajah Aldi yang baru selesai mandi.


"Mama kenapa panggil aldi!, Aldi mau tidur nie, capek!," suara Aldi terdengar saat dia sudah membuka pintu kamarnya.


"Tidur, tidur, kamu gak liat ini km berapa, mau kamu rezeki papa kurang, hanya karna kamu tidur pagi pagi!!," suara Maria yang terdengar marah akan tindakan anaknya yang mau tidur di jam yang masih dibilang pagi.


"Heheheh, santai dong ma!!, jangan marah marah, nanti kecantikannya berkurang lho!!," sahut Aldi dengan cengengesannya mana mau aku kalau uang papa berkurang, bisa mati kelaparan gua kalau uang jajannya dipotong, batin Aldi.


"Ya udah, sekarang kamu turun ke bawah, temani Abi, dia kayaknya lagi bosan, gak tau mau buat apa!!" ucap Maria mengatakan maksudnya memasuki kamar sang anak.

__ADS_1


"Yaelah ma, kalau dia gak tau buat apa, kasih aja tugas, siram tanaman kek, cuci piring kek, atau apalah itu,hehehh" ucap Aldi dengan nada bercanda sehingga membuat Maria yang mendengarnya menjadi geram, dan langsung mengetok kepala Aldi yang cengengesan.


"Sudah, sana cepet turun!!," suara Maria yang terdengar memerintah, Aldi yang mendengar itu pun segera turun untuk menemui Abi sesuai perintah mamanya.


Di ruang TV.


"Hay bro, ngapain Lo bengong gitu?" tanya Aldi sok akrab, sehingga Abi yang mendengar itu pun membalikkan wajahnya dan melihat wajah Aldi yang cengengesan setelah menyapanya.


"Kamu anaknya pak Agus kan?" tanya Abi tanpa menjawab pertanyaan dari Aldi.


"Lo kalo sama gua gak usah formal formal, santai aja!" ucap Aldi mengomentari perkataan Abi yang menurutnya terlalu formal dan tidak enak untuk di dengar.


"Ya udah, ngapain Lo ke sini!!" tanya Abi dengan kata yang sedikit mengintimidasi, tetapi di tanggapi biasa saja oleh Aldi.


"Emang gak boleh, inikan rumah gua!!" ucap Aldi kembali dengan nada sombong serta memukul dadanya, dan tanpa dia sadari sedari tadi, Maria sudah berada di belakangnya dan siap untuk menarik telinganya.


"Rumah siapa hemmm??" tanya Maria dengan suara yang lembut serta senyuman di wajahnya, sehingga membuat orang berpikir dia seorang yang lemah lembut serta penyayang.


Tetapi berbeda dengan Aldi yang sudah mengenal jauh mamanya itu, dengan senyuman tersebut, berarti sebentar lagi dia akan menerima hukuman dari sang mama, gak boleh ni gue selalu kena hukuman, mending lari aja dah. batin Aldi dan langsung melarikan dirinya kedalam kamar, supaya tidak mendapat amukan dari sang mama.


Sedangkan Maria yang melihat kelakuan sang anak pun hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.


"Maafin sikapnya Aldi ya!, dia emang gitu orangnya, suka bikin kita kesel, tapi dia baik kok orangnya!," ucap Maria memberi pengertian kepada Abi akan sikap Aldi yang menjengkelkan.


"Gak papa kok ma!," aku juga gitu kalau dirumah, ucap Abi sekaligus batinnya.


"Ya udah, mama ke kamar dulu ya!, kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa panggil mama, ataupun aldi!," ucap Maria.

__ADS_1


"Ia ma!," ucap Abi, sehingga Maria yang mendengar jawaban dari Abi pun segera meninggalkan Abi di ruang TV untuk menuju ke kamarnya.


Flashback off.


__ADS_2