Tumbuhnya Cinta Dalam Syahadat

Tumbuhnya Cinta Dalam Syahadat
Pertemuan sesaat Adira


__ADS_3

"Kamu tadi kenapa lama kali sich dek?" ucap Almira memarahi adiknya yang telat datang untuk memberi dompet.


Flashback on.


"Gimana kak!, udah keren belom?"tanya Roni, sehingga Almira yang sedari tadi fokus akan televisi yang berada di depannya pun membalikkan tubuh, dan melihat adiknya berdiri dengan pakaian santai yang pas di tubuhnya.


"udah!, yuk kita berangkat!!, oh ya mama mana ya!!" ucap Almira kepada dirinya sendiri akan tetapi di dengar oleh Roni, sehingga Roni yang mendengar gumaman sang kakak pun langsung berteriak memanggil mamanya. "Maaaaaaaaaa!" teriak Roni, sehingga Almira yang berada disampingnya harus menutupi telinganya dari suara Roni yang bisa merusakkan telinga.


Sedangkan rianti yang semula berada dikamar pun harus turun untuk menemui anak anaknya yang berteriak.


"Ada apa dek, kenapa teriak teriak segala sih, kan malu kalau didengar sama tetangga!!" ucap rianti menasihati anak bungsunya yang selalu saja berteriak.


Sedangkan Roni yang sudah terbiasa akan nasihat dari sang mama pun hanya terkekeh pelan "hehehe!!, maaf ma!!" minta maaf Roni kepada sang mama entah untuk yang keberapa kalinya dalam kesalahan yang sama pula.


"Ya udah gak papa, kenapa kamu panggil mama??" pasrah Rianti bingung akan tingkah anaknya yang selalu meminta maaf, dan juga selalu diulangi kembali.


"Oh itu, kita mau pamit mau pergi ke Suzuya, boleh kan ma?" minta izin Almira ke Rianti dengan senyuman.


Rianti yang melihat anak anaknya yang sudah siap pun hanya bisa mengiyakan saja permintaan Almira, mau dilarang pun, mereka sudah siap, yang ada mereka kecewa lagi, ya udah lah, kasih izin aja. Batin Rianti.

__ADS_1


"Ya udah, yuk kak kita berangkat, let's go!" seru Roni dengan girang, dan langsung menuju ke bagasi untuk mengambil motornya, setelah mencium tangan Ranti.


"Mira pamit ya ma!, assalamualaikum" pamit Mira dan mencium punggung tangan mamanya.


Di mall.


"Kita kemana dulu ini kak?" tanya Roni saat dia sudah memarkirkan sepeda motornya di parkiran mall.


"Kamu maunya kemana dulu?" tanya Mira kembali, tanpa menjawab pertanyaan dari Roni.


"Aku mau makan dulu, boleh ya kak?" pinta Roni dengan memasang raut wajah, agar keliatan imut, sehingga Mira yang melihatnya menjadi geram, dan langsung mencubit pipi adiknya, tanpa mempedulikan tempat yang sedang mereka kunjungi tersebut, sehingga ada beberapa pengunjung lain yang melihat mereka seperti itu, mengira kalau mereka adalah sepasang kekasih.


Mira yang mendengar itu pun sempat bingung dibuatnya, tapi kebingungan tersebut hilang, saat dia sudah mengetahui maksud dari pembicaraan ibu itu yang mengira kalau mereka berpacaran gara gara dia mencubit hidung Roni.


"Maaf Bu, kita ini adik kakak, masak adik kakak pacaran sih Bu, hehehe!" ucap Adira dengan nada sedikit bercanda, agar si ibu yang menegurnya tidak malu, karna banyak orang yang melihat mereka saat ini.


"Oh, adik kakak toh, maafin ibu ya!" ucap si ibu, karna tidak enak sudah menegur mereka.


Sedangkan Mira yang melihat sang ibu meminta maaf dengan nada yang sedikit malu pun, hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


"Gak papa bu!, sudah seharusnya kita yang lebih tua memberi pelajaran bagi yang muda, jadi ibu gak usah minta maaf, karna tindakan ibu tadi sudah tepat kok!" ucap Mira kembali, sehingga membuat ibu itu tersenyum akan sikap Mira yang sangat dewasa di umurnya yang masih belia.


"Ya udah, ibu pergi duluan ya!, ibu minta maaf sekali lagi!" ucap ibu itu, dan pergi dari tempat dimana dia menegur Mira.


Mira yang melihat ibu itu sudah jauh pun segera mengajak Roni untuk masuk kedalam mall.


"Yuk dek kita masuk!" ucap Mira dan berjalan kearah pintu mall, yang hanya diikuti oleh Roni dari belakang.


Sampai didalam mall, Mira pun memberhentikan langkahnya.


"Kamu mau makan kan dek?" tanya Mira.


"Iya, emang kenapa kak?" tanya Roni kembali, tanpa tau maksud dari perkataan kakaknya.


"Emang kamu ada bawa uang?" tanya Mira kembali dengan perasaan yang geram akan sifat adiknya yang sedikit lemot dalam menanggapi. Sedangkan Roni yang disindir seperti itu pun baru mengetahui maksud kakaknya, dan hanya di balas dengan cengengesan, karna saat dia lihat wajah sang kakak yang menampilkan aura-aura yang berbahaya.


"Ini kamu bawa aja dulu dompet kakak, kalau udah selesai kmu makannya, kamu langsung nyusulin kakak ke toko buku!" ucap Mira dan meninggalkan Roni sendirian di tempat itu.


Sedangkan Roni yang ditinggal pun hanya menanggapinya dengan bodo amat, bodo amatlah ditinggalin, yang penting sudah ada uang buat beli makanan. Batin Roni, dan setelah itu, dia pun meninggalkan tempat itu, menuju ke tempat dimana dijual makanan favoritnya, yaitu KFC.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2