
...Jiwaku hancur terbawa dirimu yang pergi......
Flashback on
Jalanan yang tampak lengang itu pun berubah menegangkan tak kala sebuah kecelakaan tunggal terjadi.Tanpa belas kasih pada sang putri dia tega memerintahkan anak buahnya untuk menyabotase mobil yang di tumpangi Elvis dan Jessie.
Saat melihat sang putri tengah kesakitan dengan luka di sekujur tubuhnya,Dominic datang menghampiri nya dengan keangkuhan yang dia miliki.Tanpa rasa bersalah dia berkata
"itulah akibat jika kau mengingkari janjimu pada ku jessi”
Sungguh kejam dengan apa yang di lakukan oleh Dominic.Namun tetap saja nalurinya sebagai seorang ayah tetaplah kuat dalam hati dan jiwanya.
"Bawa mereka ke rumah sakit,capat !!!!" suruh Dominic pada sang anak buah
Dengan segera para bawahannya mengantar Elvis dan Jessie ke rumah sakit.Selama di perjalanan Jessi dan Elvis tidak ada yang sadarkan diri.
Sesampainya di rumah sakit Elvis dan Jessie langsung di bawa ke ruang emergency mereka langsung mendapat kan pertolongan.
Dominic menunggu mereka di ruang tunggu dia juga sudah menghubungi sang istri guna memberitahu bahwa Jessi mengalami kecelakaan.
Setelah menunggu cukup lama pihak dokter keluar dari ruang emergency dan memberitahu kan bahwa kondisi pasien dalam keadaan baik meski Elvis mengalami luka cukup parah pada kepalanya namun dia dapat bertahan dari masa kritisnya.
"Bagaimana keadaan putri saya dokter??" tanya Dominic dengan nada datarnya
"Keadaan putri anda baik tuan dia hanya mengalami luka luka ringan dan benturan di kepalanya juga tidak terlalu parah" ujar sang dokter
"Syukurlah" ujar dom yang dapat bernafas lega
" Namun keadaan prianya yang cukup parah dia..." ujar dokter yang langsung di potong oleh dom
"Saya tidak peduli pada pria brengsek itu !!!!! yang penting putri saya baik baik saja itu sudah lebih dari cukup" ujar dom
Mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Dom membuat sang dokter langsung pamit undur diri.
Tidak lama kemudian Ellie datang dengan wajah panik dan tegang,tanpa basa basi lagi Ellie langsung bertanya pada Dom yang duduk di kursi tunggu
"Dimana putriku???" tanya Ellie dengan suara ketus tanpa ekspresi
"Dia sedang di rawat di dalam sebentar lagi dia akan di pindah ke ruang rawat inap,kau duduklah dulu" ujar dom
"Cihh tak Sudi aku duduk bersama pria brengsek tanpa perasaan sepertimu !!!!! " ujar Ellie dengan kilatan marah dalam matanya
__ADS_1
"Itu hanya sebuah pelajaran agar dia bisa disiplin" ujar dom yang semakin membuat Ellie marah
" Apa kau bilang ??? pelajaran ???? apa kau akan membunuh anakmu sendiri begitu Dom !!!! tega sekali kau melakukan itu pada putri kandungmu dom !!!! dia anakmu kandungmu dom !!!!! kau bahkan tak pantas di sebut sebagai ayah !!!! " marah Ellie
"Dia memang putriku Ellie tapi dia harus di beri pelajaran agar dia bisa berfikir mana yang baik dan buruk baginya !!!!" ujar dom
"Aku tak mengerti dengan apa yang ada dalam pikiranmu Dom !!!! kau tega mempertaruhkan nyawa putrimu demi sikap otoriter mu itu !!!! aku sebagai ibunya yang mengandung dan melahirkannya tidak akan membiarkanmu menyakiti nya lagi !!!!! aku akan merestui hubungannya dengan pria yang dia cintai!!!" ujar Ellie dan langsung masuk keruangan Jessi
Dom yang mendengar itu pun langsung emosi dia melampiaskan semua emosinya ke bangku yang tidak bersalah
"Sialan!!!!" umpatnya sambil menendang bangku ruang tunggu
Disaat kalut dan emosi masih menguasai Dom tiba tiba dering ponselnya berdering,Dom lantas mengambil dan melihat siapa menelpon nya
"Damian" gumam Dom
"ehem ya ada apa dam???" tanya Dom
" hello,om ada di mana sekarang ???" tanya Damian
" Om sedang ada di rumah sakit Jessie kecelakaan" ujar Dom yang jujur ke calon menantunya tersebut
"apa Jessie kecelakaan om???lalu bagaimana keadaan nya sekarang????"tanya Damian
"Syukurlah sebentar lagi Damian ke sana om" ujar Damian
"baik om tunggu" ujar Dom lalu menutup sambungan telepon nya
" beruntungnya aku punya calon menantu yang perhatian seperti Damian" ujar dom dalam hatinya
Beda halnya dengan Damian di sana yang mengumpat tak jelas "Sialan si tua itu,jika sampai si Jessie cacat gak Sudi gue mau nikahin dia" ujar Damian
Damian segera pergi melihat kondisi Jessie dia ingin memastikan calon tunangannya itu tidak cacat,bisa malu dia menikah dengan orang cacat.
Sesampainya di rumah sakit Damian segera masuk dan bertanya pada resepsionis tentang ruang rawat inap Jessie,setelah mengetahui nya Damian langsung bergegas ke ruangan tersebut.
Ditengah perjalanan nya menuju ruangan Jessie Damian tak sengaja melihat Elvis yang tengah di pindahkan ke ruang ICU,langkahnya langsung terhenti dan berbalik menuju ruangan Elvis di rawat.
"Kau disini rupanya" gumam Damian
Setelah melihat keadaan sang rival dia langsung bergegas menuju ruangan Jessie.Tak lama dia melihat ada Dominic yang sedang duduk di kursi tunggu,Damian langsung merubah ekspresi wajah nya dan melangkah kearah Dom
__ADS_1
"Om" sapa Damian
"Kau sudah datang rupanya Dam" ujar Dominic dengan ekspresi sumringah
"Tentu om saya sangat mengkhawatirkan Jessie, bagaimana keadaan nya om??" tanya Damian
"Dia baik baik saja hanya mengalami luka lecet ringan" ujar Dom
"Syukurlah om,boleh saya melihat nya???" ujar Damian
"Tentu silahkan Dam" ujar Dominic sambil membawa calon menantunya menemui sang putri yang masih belum sadarkan diri
Saat Damian masuk Ellie tampak memasang tatapan tak bersahabat kepada mereka berdua..
"Tante" ujar Damian berusaha mencairkan suasana
"Kau rupanya" ujar Ellie
"iya Tante,apa Jessie masih belum sadar Tante" tanya Damian
"Belum" sahut Ellie datar dan dingin
Damian berusaha mendekat kearah Jessie dan hal itu membuat Ellie tidak suka
" Mau apa kamu" ujar Ellie
" saya hanya ingin dekat dengan Jessie Tante" ujar Damian
"Dengar ya Dam !!!! mulai sekarang aku sebagai mommy nya Jessie akan mendukung apapun yang menjadi kebahagiaan Jessie !!!! meski itu adalah keputusan Jessie memilih pendamping hidupnya !!!! aku akan mendukung nya !!!! sudah cukup putriku terluka secara fisik dan hatinya !!! aku akan menjadi orang terdepan yang melindungi dan mendukungnya !!!!" ujar Ellie lantang
Damian hanya bisa diam namun dalam hatinya mendumel "Sialan apa apaan nenek lampir ini ???" gumam Damian
"Ellie" bentak Dominic
"Tepi Tante saya benar benar menyukai Jessie sejak pertama kali bertemu dengannya,Sikap sopan dan santunnya membuat saya mencintainya Tante,jika memang Tante tidak percaya saya akan membuktikannya,tolong Tante beri saya kesempatan untuk membuktikannya" ujar Damian
Dom mengangguk dan memberi isyarat pada Ellie "See" lewat tatapan matanya
"Aku tidak bisa memberimu keputusan !!! karena semua keputusan ada di tangan Jessie " ujar Ellie
" Baiklah Tante, tapi izinkan saya mendekat kepada Jessie" ujar Damian
__ADS_1
" Baiklah" ujar Ellie lalu beranjak dari kursi dan pergi