
...Kepergian mu membawa luka di hatiku......
"Sialan si nenek sihir itu !!!! berani nya menentang ku !!!! Aku adalah Damian Gabrielle putra tunggal Gabrielle !!!! Apa yang aku inginkan selalu aku dapatkan termasuk wanita !!!!" gumam Damian
Dengan perasaan marah Damian berusaha tetap tenang dan tersenyum Tapi dia tidak tinggal diam dia mengirim pesan kepada bawahannya
"Bawakan aku barang kemarin,ingat jangan sampai ada yang curiga ataupun sampai ketahuan anak buah si tua Bangka itu" isi pesan Damian
Tidak berapa lama kemudian Damian mendapat balasan dari sang bawahan..
"Baik tuan"
Lihat saja sebentar lagi kalian pasti akan menangis darah setelah melihat keadaan putri tercinta kalian hahahaha gumam Damian
Tanpa di duga Damian Jessie sudah siuman...
"A-air" lirih Jessie membuat Damian menengok kearahnya,Damian langsung menyodorkan minumannya dan memanggil dokter
Setelah di periksa oleh dokter Dom dan Ellie langsung menengok sang putri yang tampak masih pucat..
"sayank apa kamu baik baik saja ???" tanya Ellie
"aku belum mati mom" ketus Jessie
"Maafkan mommy sayank" lirih
"Tapi kenapa kalian lakukan ini pada Jessie ??? apa Jessie begitu tidak berarti bagi kalian???jika iya bunuh saja Jessi sekarang ayo bunuh Jessie" ujar Jessie namun sedetik kemudian sang ibu langsung memeluk nya dengan erat
" maafkan mommy sayank...maafkan mommy yang masih belum bisa menjadi mommy yang terbaik untukmu...mulai sekarang apapun keputusanmu mommy akan mendukungmu sayank" ujar Ellie
Mata Jessie membulat Tek percaya dengan apa yang di ucapkan sang ibu,
"Apa itu benar mommy??? apa mommy merestui hubungan Jessie dan Elvis??"tanya Jessie
" tentu sayank jika itu yang menjadi kebahagiaan mu" ujar Ellie sambil tersenyum
Namun tidak dengan Dom dan Damian yang menatap dengan tidak suka kearah mereka berdua...
"Sialan si nenek lampir ini aku harus segara mengambil langkah yang tepat" gumam Damian
Setelah melihat hal memuakkan tersebut Damian pamit ke kamar mandi pada Dom
"Om saya ingin ke kamar mandi sebentar "ujar Damian
"iya Dam" ujar Dominic
Tidak jauh dari kamar Jessie Damian langsung menelpon bawahannya
__ADS_1
"Kau sudah sampai??" tanya Dam
" iya tuan"
"Baiklah temui aku di kamar mandi rumah sakit" ujar Damian lalu mematikan telepon nya
"Lihat saja sebentar lagi Jessie !!!! kau akan merasakan akibatnya !!! jika aku tak bisa memiliki mu maka orang lain juga tak boleh memilikimu !!!!!! karena tidak ada kata kekalahan di kamus Damian Gabrielle !!!!" gumam Damian
Damian Lantas menemui sang anak buah guna mengambil barang yang dia pesan..
"dimana barangnya???" tanya Damian to the point
"ini tuan " ujar sang bawahan
" bagus,kau boleh pergi !!!" ujar Damian
Lalu sang anak buah undur diri dari hadapan Damian.Damian menyeringai melihat cairan yang berada di sebuah botol ampul berbahan kaca tersebut
" Sebentar lagi kau akan menemui ajal mu !!!!!!!" gumam Damian
Damian mengambil spuit yang sudah di siapkan sang anak buah.Lalu dia bergegas keluar dari kamar mandi dan pergi menuju ruangan yang di tuju.
Dilain sisi Jessie berusaha memohon pada sang ibu untuk di izinkan menemui Elvis.
" mom Jessie mohon izinkan Jessie menemui Elvis mom, Jessie ingin melihat kondisi Elvis" ujar Jessie
" tapi sayang kondisi kamu masih belum stabil, Elvis baik baik saja sayank" ujar Ellie menenangkan sang putri
Ellie hanya bisa menghela nafas panjang nya
"baiklah sayank" putus Ellie
Jessie tersenyum lebar ketika mendengar putusan dari sang ibu.Ellie keluar mencari kursi roda guna membawa sang putri ke ruangan kekasihnya.Dom yang melihat itu hanya bisa menghela nafas kasarnya dan membantu sang putri.
Dengan berat hati Dom mendorong kursi roda sang putri menuju ruangan Elvis pria yang sangat dia benci
Saat di tengah perjalanan,banyak dokter dan perawat yang berlarian menuju ruang ICU, hal itu membuat Dom mengerutkan dahi nya
"ada apa???" gumam dom
Jantung Jessie berdetak kencang,melihat pemandangan di depan matanya.Para dokter dan suster berseliweran sibuk menangani pasien yang tiba tiba kejang kejang
"suster ada apa ini???" tanya Ellie
" maaf Bu kami sedang sibuk, pasien korban kecelakaan tiba tiba kejang dan sekarang kondisinya sangat kritis" ujar salah satu perawat
Sontak Jessie menutup mulutnya dengan kedua tangan dia tidak percaya sang kekasih kini sedang diambang Kematian
__ADS_1
"Elvis..." lirihnya sambil menitihkan air matanya
Cukup lama para dokter dan perawat melakukan penanganan terhadap Elvis hingga salah satu dokter keluar dari ruangan,dengan raut wajah yang sudah tidak mengenakkan lagi
"bagaimana keadaan Elvis dok???" tanya Jessie dengan raut wajah cemas
"Apa anda keluarga pasien???" tanya sang dokter
"Saya kekasih nya" ujar Jessie
"Maaf nona tapi saya butuh pihak keluarga pasien" ujar sang dokter
"Elvis hidup seorang diri..." lirih Jessie
"Katakan dokter ada apa biar saya yang mengurusnya" ujar Ellie
"Baiklah, Sebelumnya saya mewakili rekan yang lain ingin mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Saudara Elvis,saya mencari sanak keluarga guna membantu mengurus proses pemakaman saudara Elvis" ujar sang dokter
"Apa ???" Ellie tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar
"Tidak mungkin" gumam Dominic
Jessie masih terpaku tanpa suara namun air matanya jatuh menggenangi pipi...
"Korban mengalami henti jantung dan perdarahan pada otaknya,sehingga mengakibatkan mati batang otak" ujar sang dokter menjelaskan
" tapi dokter bukankah mati otak masih bisa bertahan??" ujar Dominic
" Kami sudah berusaha semaksimal mungkin pak tapi hasilnya tetap pasien tidak bisa di selamat kan,sekali lagi kami minta maaf pak" ujar sang dokter dan pamit undur diri
Dengan tatapan kosong dan air mata yang terus jatuh Jessie bangkit dari kursi rodanya dia berjalan menuju kamar Elvis.Ellie yang melihat itu langsung menyusul sang putri, Dominic merasa bersalah akan semua yang terjadi
Namun dalam benaknya bertanya tanya tanya bagaimana bisa Elvis jadi separah ini pasti ada yang tidak beres
Jessie yang sudah berada di samping brangkar Elvis langsung jatuh terduduk
"Bangun sayank...jangan tinggalkan aku...aku tak bisa hidup tanpamu..."lirih Jessie sambil menggenggam tangan dingin sang kekasih
Ellie menangis pilu melihat sang putri,dia tak berani mendekat ke putrinya
"Kau bilang akan menikahi aku,mengapa kau tidur disini El ayo bangun kita menikah di gereja impianmu...ayo El bangunlah.." ujar Jessie seraya berdiri dan mendekat kearah sang kekasih
"ELVIIISSSS BANGUNN...MENGAPA KAU HANYA DIAM EL BANGUN AYO KITA MENIKAH EL....KAU PERNAH BERJANJI PADAKU UNTUK TIDAK MENINGGALKAN KU SENDIRI MANA JANJIMU EL AYO BANGUN NIKAHI AKU...HIKS HIKS HIKS" teriak Jessie putus asa melihat itu Ellie mendekat dan memeluk sang putri namun sedetik kemudian
"LEPASKAN AKU B*NGS*T!!!!!SUDAH PUAS KAH KALIAN BISA MEMISAHKAN AKU DENGAN ORANG YANG KU CINTA !!!!! LIHAT ULAH KALIAN BERDUA !!!! KALIAN TIDAK PANTAS DI PANGGIL ORANG TUA !!! AKU BENCI KALIAN !!!!" teriak Jessie semakin histeris sambil mendorong Ellie dan menunjuk Dominic
Dominic dan Ellie hanya bisa mematung di tempat mereka tak bisa berkata apa apa...
__ADS_1
Hingga .....
Bruukkk....