
Kini di sebuah gedung tingkat 7,telah berkumpul para aparat hukum, beserta para kepolisian.
Yang kini seorang wanita yang berparas wajah cantik berpakaian seperti laki-laki
sedang dikepung, yang tak bisa berbuat apa-apa.
Lalu seorang wanita yang kini sedang memegang pistol yang siap ingin ditembak, mencoba mendekati wanita tersebut dan mencoba berkomunikasi.
"Eliza, kau dengarkan aku, aku takkan menyakitimu, kau harus bertanggung jawab atas semua perbuatan yang telah kau perbuat"
wanita tersebut seketika tertawa jahat
"whahaha,adikku kau berani memanggil namaku, dan kau tahukan bahwa kakakmu ini mafia pembunuh, kalian selalu mengejarku namun pada akhirnya aku berhasil lolos, cihh! bagaimana mungkin aku akan menyerah begitu saja"
Wanita yang kini dipanggil adik oleh Eliza yang bernama Aliza, kini berdiri dan menggertak kan gigi, menahan amarahnya.
Pov Aliza
Bagaimana mungkin aku akan membunuh saudara kembarku, kami sudah saling berjanji kepada ibu bahwa kami akan seling menjaga, aku tak menyangka jika kami akan mengambil jalan hidup yang berbeda.
Pov cerita****
Aliza yang kini memegang pistol dengan bergetar, ia begitu takut jika harus membunuh saudari kandungnya.
Tak beberapa lama terdengar langkah kaki yang bergerak begitu cepat.
"TAP TAP TAP"
Brukkk
suara pintu yang didobrak cukup kuat.
lalu munculah sosok lelaki yang begitu tampak kelelahan, keringat yang bercucuran diwajahnya dan dapat terlihat jelas dari kemeja putihnya yang kini basah karna keringatnya.
"Aliza cepat kau bunuh wanita breng*ek itu, huh huh huh" ucap pria itu dengan napas tersenggal.
"kau laki laki breng*ek berani sekali kau mengumpat ku, kau masih belum kenal diriku hah, aku adalah mafia pembunuh andalan, seorangpun aku bisa saja membunuhmu".
" cihhh!
__ADS_1
"kau wanita tak tau malu, kau bekerja hanya untuk membunuh orang" ucap laki laki tersebut sambil mendekat kearah Aliza.
"heh! asal kau tau aku memilih jalan ini karna satu hal , jadi kau tak perlu mengkritik jalan hidupku, dan asal kau tau kau itu juga lebih rendah dari binatang, kau mencoba... "
Ucapan Eliza terpotong karna laki laki itu lalu menahan Aliza dan mengarahkan pistolnya ke kepala Aliza.
"Jika kau berbicara sekali lagi, maka nyawa adikmu akan segera melayang dan akan bahagia bersama ibumu".
Hal itu sukses membuat Eliza terduam membeku dan tak bisa berbuat apa apa.
Pov Eliza
Bagaimana ini aku tak bisa gegabah, jika aku gegabah maka aku sama saja membunuh saudaraku, walau aku sangat membenci saudaraku tapi aku tak bisa melihatnya meninggal karna aku.
Saat itupun aku merasa aku tak bisa berbuat apa apa, dan hanya bisa terdiam membeku, aku hanya bisa menunggu, kesempatan agar bisa membunuh pria brengsek yang kini ada dihadapanku.
Pov Cerita
Suasana masih begitu tegang, belum ada sepatah kata pun dari mereka, bahkan semua orang hanya diam membatu karna kini ada satu nyawa tak bersalah yang sedang dipertaruhkan.
Lalu tak lama Aliza merasakan kalau pertahanan laki laki yang menahannya itu yang tak lain, laki laki itu ialah sahabat dekat Aliza, yang tak lain namanya Alfero.
Kemudian Aliza menyikut perut Alfero, lalu
pukulan yang diberikan Aliza berhasil membuat ia terlepas dari cengkraman Alfero, dan berlari menuju kearah Eliza.
"Ughh" suara erangan Alfero
"Cih! aku tak menyangka Alfero kau ingin menjadikan ku korban, dasar laki laki breng*ek" ucap Aliza sambil menahan amarah
"Heh wanita bodoh, kau memang benar benar bodoh, aku mendekatimu karna aku ingin dekat dengan kakakmu dan membunuhnya ditanganku, dan kau sukses berhasil mewujudkan mimpimu, aku berterimakasih padamu dan lihatlah kematian kakakmu"
Lalu Alfero mengarahkan pistol nya kearah Aliza yang kini berdiri di sudut bangunan, dan melepas tembakan.
"DORRR
Satu tembakan sukses membuat anak peluru mengarah kearah Eliza, namun...
" Bughhh
__ADS_1
Secepat kilat Aliza berlari kearah Eliza , dan mendorong Eliza agar peluru itu tak mengenai Eliza, tapi malah hal itu membuat mereka berdua jatuh dari gedung tersebut.
Disela sela hatinya mereka, mereka sempat saling berbicara.
"Kau adik yang bodoh, sama saja aku dari lubang buaya, jatuh ke lubang harimau sama saja akhirnya aku mati dan ditambah kau juga mengorbankan dirimu" ucap Eliza sambil berteriak
Tak ada respon dari Aliza, ia hanya diam mendengar setiap makian kakaknya, sambil membatin.
Pov Aliza
Memang benar, apa yang dikatakan kakakku bahwa aku memang bodong, aku tak sepintar dirinya, dan masih begitu lemah dan masih tak bisa menyamai kemampuan yang ia miliki, sekarang karna aku kami berdua mati dengan begitu tragis, andai aku bisa mengulang kembali waktu dan mengubah jalan hidupku, maafkan aku kakak, maafkan aku ibu, aku tak bisa mewujudkan impian ibu untuk membuat, kakak berubah.
Lalu Aliza menutup matanya bersamaan mereka bedua jatuh, darah dimana mana, kini jenazah Aliza dan Eliza dipenuhi oleh darah yang mengalir.
Tak beberapa lama para polisi beserta ambulans datang, kemudian jenazah Alina dan Eliza dibawa kerumah sakit untuk di otopsi.
Pov Eliza dan Alina
kini arwah mereka berada di sebuah tempat yang gelap gulita tak ada seberkas cahaya pun disana, posisi mereka kini berjauhan, sehingga tak bisa saling bertemu, jauh dari itu ada 2 ekor kupu kupu yang satu bewarna ******, dan yang satu lagi berwarna hitam, kedua kupu kupu itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.
Kupu kupu bewarna hitam terbang menuju kearah Eliza, yang kini areahnya sedang terbaring.
Eliza yang merasakan cahaya terang membuat nya terbangun.
"Hah! dimana aku, mengapa tempat ini begitu gelap, dan dimana Aliza "
Lalu Eliza melihat kupu kupu bewarna hitam tersebut, lalu menyentuhnya, namun yang terjadi arwah Eliza terserap oleh kupu kupu tersebut dan seketika menghilang.
"wussshhhh"
Pov Aliza
Arwah Aliza yang kini tak sadarkan diri, namun kini seekor kupu kupu berwarna putih mendekati arwah Aliza dan hal yang sama terjadi pada Aliza, seketika arwah Aliza terserap dan menghilang.
Lalu kedua kupu kupu itu menghilang bagai ditelan bumi.
Tapi kedua kupu kupu itu malah tiba di sebuah negeri yang diperintah oleh Raja dan Ratu , ya negeri ini adalah negeri zaman Inggris kuno.
Dimana saat ini negri ini sedang berduka akan meninggalnyadua orang putri kerajaan walau kedua putri ini selalu direndahkan dimata masyarakat, namun itu tak mengubah masyarakat sekitar untuk bersedih apalagi kedua putri ini selalu bersikap lemah lembut, walau mereka sering ditindas oleh putri dan Pangeran kerajaan lain , masyarakat disana selalu berusaha untuk melindungi mereka dan memberikan kasih sayang kepada mereka bedua, tapi naas karna pertarungan mereka yang ingin melindungi seorang gadis kecil yang sedang diganggu membuat mereka berakhir dalam kematian.
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa like koment vote and rate lima readers💖💖