TWO TWIN GIRLS

TWO TWIN GIRLS
Bab 6


__ADS_3

"Eh enak aja manggil aku lucnut, dasar kakak lucnut" ucap Putri Zuna.


"Adik lucnut", teriak Putri Zana.


"Kakak lucnut", teriak Putri Zuna


Mereka pun akhirnya bertengkar dan membuat si pelayan mendengar itu dan menuju ke kamar mereka.


Saat pelayan itu tiba disana ia ragu jika membuka kunci pintu kamar itu, jika ia membukanya maka mereka akan kabur, tapi karna takut terjadi apa-apa pada mereka berdua dan setelah akhirnya berpikir panjang , si pelayan itu pun membuka pintu .


" Ceklekk


suara pintu terbuka


Saat itu yang dapat dilihat oleh si pelayan tidak ada satupun orang yang berada disana, hal itu membuat ia takut dan masuk untuk memeriksa sekeliling, dengan melihat jendela yang terbuka membuat si pelayan berpikir kalau, Putri Zana dan Putri Zuna kabur melewati jendela.


Lalu si pelayan melihat kearah jendela, tanpa disadari oleh si pelayan ternyata Putri Zana dan Putri Zuna sedang bersembunyi dibalik pintu, kemudian perlahan kabur keluar , dan mengambil kunci yang dijatuhkan oleh si pelayan, kemudian mengunci si pelayan di dalam kamar dan keluar dengan berlari.


Saat sampai dikeluarkan mereka tertawakan terbahak-bahak, "haha rasain enak kan kenak kunciin hahaha ternyata kita pintar juga ya dek", ucap Putri Zana sambil tertawa.


" Hahaha kakak hebat juga dengan , apa yang kakak laku kan kita bisa keluar dengan mudah dari kamar itu, hahaha aku penasaran bagaimana ekspresi si pelayan itu" Ucap Putri Zuna disertai tawanya.


Jadi ceritanya, Putri Zana merencanakan semua ini, yang awalnya tidak diketahui oleh Putri Zuna.


Flashback On


"Adik lucnut", teriak Putri Zana.


"Kakak lucnut", teriak Putri Zuna.


" Yak dasar kakak , jahat, kejam , licik, ah semua nya dech, huh", ucap Putri Zuna dengan ketus.


Lalu Putri Zana mendengar langkah kaki seseorang, kemudian menarik Putri Zana untuk mengikutinya bersembunyi dibalik pintu.


"Augh ada apa ini", ucap Putri Zuna


" Hustt kau diam, saat ini aku sedang bersandiwara, kemungkinan menurutku pintu ini dikunci, jadi dengan kita pura-pura bertengkar maka seseorang pasti akan membuka kan pintu ini, jadi kau diam dan kita bersembunyi disini", ucap Putri Zana dengan menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Owh ternyata itu toh, wah kakak ku pintar juga ya gak nyangka bahwa mantan mafia, yang menjadi incaran para dunia ternyata sangat pintar", ucap Putri Zuna sambil menyentil kepala Putri Zuna.


" Augh kau ini huh, sudah lupa bahwa aku lebih tua dari mu", ucap Putri Zana, dengan nada sombong.


"Heleh cuman beda 5 menit juga huft", ucap Putri Zuna.


" Hah sudahlah lupakan pintunya mau dibuka, kau ikuti aku nanti", ucap Putri Zana sambil bersiap siaga.


"Oke ", ucap Putri Zuna sambil mengedipkan mata.


Flashback


" Hahaha jika diingat ingat kembali, ini membuatku ingin terus tertawa hahahh, aduh perutku sakit ahahah", Ucap Putri Zuna, sambil tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha sudahlah, kau sudah taukan bahwa kita sekarang berada ditempat yang berbeda, dengan tubuh yang berbeda dan nama yang berbeda jadi sekarang kau panggil aku kakak Zana oke, adikku Zuna", ucap Putri Zana dengan mengedipkan mata.


" Oke, asalkan jangan bilang aku adik lucnut lagi_-", ucap Putri Zuna.


"Hahah baiklah adik cantik ku, ayo kita pergi dan lihat sekeliling kerajaan ini, bagaimana kau setuju", ucap Putri Zana.


Lalu dibalas dengan anggukan oleh Putri Zuna , kemudian mereka berjalan menuju kearah taman belakang istana Colnight .


Pangeran Albert yang melihat ia bertemu dengan rubah kecilnya membuat ia tersenyum bahagia, kemudian mencoba menghampiri mereka.


Saat Putri Zana melihat seorang lelaki mendekati mereka, kemudian maju dan mencoba melindungi Putri Zuna.


" Siap kau? ", tanya Putri Zana


" Ah, hy lady, Perkenalkan aku Pangeran Albert dan ku tebak Lady adalah Putri Zana kan", ucap Pangeran Albert dengan penuh kesopanan.


"Hmm, lalu ada kah keperluan sehingga kau menghampiri kami", ucap Putri Zana dengan nada ketus .


" Ah tidak Lady, aku hanya ingin menemui rubah kecil ku yang saat ini berada dibelakangmu", ucap Pangeran Albert.


Lalu Putri Zana menatap, kebelakang kearah Putri Zuna, kemudian bertanya, "Zuna! , apakah kau mengenali laki-laki itu ", tanya Putri Zana.


" Hmm, ah ya aku mengenalinya, tapi aku tak ada keperluan dengannya jadi, kakak ayo kita lanjut perjalanan kita", lalu meraih tangan Putri Zana, dan membawa pergi.

__ADS_1


Namun tangan Putri Zana ditahan oleh Pangeran Albert, dan itu membuat mereka memberhentikan langkahnya.Lalu Putri Zana menatap tajam kearah Pangeran Albert, karna begitu beraninya menyentuh tangannya, secepat mungkin Pangeran Albert melepaskan pegangannya.


"Oh maafkan aku lady, tapi ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian, jadi ayo ikut aku kita akan membicarakannya disana", ucap Pangeran Albert, sambil menunjuk ke suatu tempat.


Putri Zana hanya membalas nya dengan deheman, dan berjalan dengan menarik adiknya dibelakang, sedangkan Pangeran Albert yang melihat itu hanya diam.


Lalu Putri Zana memberhentikan langkahnya dan menatap kebelakang, "ya apalagi, jadi atau tidak, kami berdua tidak memiliki banyak waktu", ucap Putri Zana lalu berjalan kembali.


Akhirnya Pangeran Albert, pergi mengikuti mereka, saat itulah mereka sampai di tempat duduk yang telah disediakan.


" Hah lady kalian silahkan duduk", ucap Pangeran Albert.


Mereka berdua Putri Zana dan Putri Zuna hanya membalasnya dengan deheman.


"Jadi apa keperluan mu pada kami, oh atu pada adikku, lebih baik aku pergi saja takut menjadi nyamuk", ucap Putri Zuna, sambil melirik kearah adiknya.


" Ah kakak kau ingin meninggalkan ku dengan biaya buntung ini, jangan pleess", ucap Putri Zuna sambil melirik kearah Pangeran Albert, dan memelas kearah kakaknya.


Pov Pangeran Albert


Apa, aku buaya buntung katanya, hal itu membuatku ingin tertawa terbahak-bahak, tak pernah seorang wanita pun mengatakan hal itu padaku, semuanya malah berusaha mencari perhatianku, ha sungguh rubah ku ini sangat menarik.


Pov Cerita


"Hahah astagah, adikku baru kali ini kau berbicara seperti ini, biasanya kau tak menanggapi perkataan orang lain, bahkan sekalipun memberi gelar pada seseorang seperti ini, hahaha ingin ku tertawa, tapi tak bisa , bisa-bisa aku sakit perut whahaha", ucap Putri Zana sambil menahan tawanya.


Mendengar tawa kakaknya membuat, Putri Zuna marah dan kesal, lalu ingin pergi, tapi tangannya malah ditahan oleh Pangeran Albert, dan membuat kening putri Zuna menabrak dada Pangeran Albert.


" Bughh


"Auu, aish sakit ", eluh Putri Zuna


Lalu mata mereka saling memandang.


Pov Putri Zana


Melihat hal ini, ingin rasanya ku muntah masih bocil, astaga Pangeran Albert tipe orang yang sulit diartikan, tapi jika dia berani menyakiti Zuna, maka aku takkan segan-segan melenyapkannya ditangan ku😈

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa like koment vote and rate 5 readers 💖


__ADS_2