TWO TWIN GIRLS

TWO TWIN GIRLS
Bab 11


__ADS_3

*P**ov Putri Zuna*


Melihat lukisan ini membuat dadaku terasa sesak, apa ini reaksi dari pemilik tubuh asli ini, memang jika dipikir kelihatan sedih lukisan ini ini terlihat seperti keluarga bahagia, namun seketika hancur karna lahirnya kehidupan baru, dan membuat semua seketika hancur dalam sekejap, tapi mengapa mereka sebegitu membenci Putri Zana dan Putri Zuna, padahal mereka tak tau apa apa mengenai hal ini.


Tanpa disadari air mata mulia membasahi pipi Putri Zuna.


Flashback Sang Raja


Saat raja sedang mencari sebuah buku, seperti nya ia ingin menunjukkan sesuatu kepada Putri Zuna, saat sedang mencari cari buku, tiba tiba saja"bruukkk".


Suara dobrakan pintu yang sangat kuat, yang dapat didengar oleh sang raja, dan membuatnya menghentikanmencari buku tersebut.


Lalu sang raja segera datang menuju arah dimana suara dobrakan pintu yang ia dengar.


Flashback Putri Zuna


Saat suara dobrakan pintu tersebut membuat Putri Zuna kaget setengah mati dan membuat nya sangat kesal.


"Hei kau tak punya sopan santun hah, seenaknya saja mendobrak pintu, untung saja aku tidak jantungan, jika aku mati karna jantungan maka kau akan kubawa juga keneraka jahanam , lihatlah bagaimana caraku akan menyiksa karna telah membuatku kesal, apakah harus memotong kakimu yang telah mendobrak pintu itu, atau apakah otakmu yang ku cincang karna tak berpikir sebelum bertindak", ucap Putri Zuna dengan tatapan psikopat.


Hal itu berhasil membuat si penjaga ketakutan dan keringat dingin, dengan bergetar ia kemudian bersujud dan meminta ampun kepada Putri Zuna.


" Ampuni hamba putri, hamba mengaku salah, hamba terlalu terlalu terburu-buru tadi dan tidak sempat berpikir, hamba ingin menemui yang mulia raja dan melaporkan masalah mohon putri untuk berbelas kasih pada hamba", ucap si penjaga dengan bersujud dan tubuh yang bergetar dengan sangat hebat karna ketakutan akibat aura dan tatapan Putri Zuna yang sangat menakutkan seperti ingin menerkamnya


Lalu Putri Zuna berjalan mendekati si penjaga tersebut, ia melihat jelas sekali bahwa penjaga tersebut sedang ketakutan, tapi kita semua tahu jika yang sekarang bukanlah Putri Zuna yang asli melainkan Aliza sang polwan yang dikenal akan ketegasan nya, jika seseorang membuatnya kesal maka siap siap ajal menghampiri nya.


"Cihh! mudah saja kau berkata seperti itu, kau masih tak mengenalku, oh ya aku lupa jika aku Putri Zuna yang sangat lemah dan penakut ini, dan bagaimana bisa tiba-tiba aku seberani ini, semua itu perlu kau cari tahu, humm jadi kau perlu berpikir lagi, dan jika bisa kau berpikir ribuan kali untuk membuatku marah dan kesal", ucap Putri Zuna sambil berjongkok, lalu ia berdiri dan ingin pergi keluar karna ia tahu bahwa si penjaga ingin membicarakan nya segera pribadi kepada raja.

__ADS_1


Sampai diluar dapat terlihat jelas bahwa hari kini telah telah larut malam dan membuatnya harus berjalan dengan kegelapan untuk pergi ke istana Colnight ,ia berjalan tanpa kewaspadaan,dengan langkah begitu ringan.


Tanpa disadarinya tangannya mengeluarkan cahaya bagaikan petir,sepertinya sihir dalam tubuhnya kini meluap,dan membuat dadanya tesara sesak dan berdegup dengan sangat kencang.


" Deg deg deg


Suara detakan jantung yang berdegup sangat kencang.


"Arghh kenapa dadaku terasa sakit, aghh mengapa ini begitu menyakitkan ada apa denganku", ucap Putri Zuna disela sela rasa sakit yang begitu hebat.


Lalu ia dapat melihat jelas jika tangannya bercahaya seperti mengeluarkan kilatan petir dan membuatnya terkejut.


Pov Putri Zuna


Dadaku sekarang tersakiti begitu sesak, keringat dingin yang menghampiriku, sekujur tubuhku terasa begitu sakit, aku tak bisa merasakan tubuhku lagi, dan saat ini tanganku keluar cahaya aneh, dan tiba-tiba mulutku mengeluarkan darah segar kemudian perlahan mata ku begitu terasa berat dan membuatku merasakan kantu yang hebat.


Pov cerita


Lalu tak lama datang pelayan yang kini sedang berjalan membawa beberapa pakaian yang ingin segera dilipat.


Dari kejauhan ada 3 pelayan begitu merasa ada yang janggal ia melihat cahaya yang begitu terang dimana Putri Zuna pingsan, hal itu membuat mereka merasa curiga.


" Hei apakah kau lihat cahaya yang begitu terang disana", ucap si pelayan yang satu.


"Hah ya aku melihatnya cahaya itu sangat indah, apa mungkin ada sebuah benda sihir disana ayo mati kita lihat ", ucap si pelayan kedua .


" Ya ayo mana tau kita bisa menemukan benda yang berharga", ucap pelayan yang ketiga.

__ADS_1


Lalu mereka berjalan kearah dimana Putri Zuna yang saat ini tidak sadarkan, namun saat mereka sudah mendekat cahaya itu hilang seketika, betapa kagetnya mereka melihat seseorang pingsan ditempat itu, dan membuat mereka penasaran siapa yang pingsan saat ini.


"Hei siapa yang pingsan disini, bagaimana bisa hal ini terjadi kau cepat cek siapa dia ", ucap pelayan satu sambil menunjuk kearah pelayan yang kedua.


Lalu pelayan tersebut membalikan tubuh Putri Zuna dan memfokuskan lenteranya yang mereka bawa ke wajah Putri Zuna, dan betapa terkejutnya ia dan membuatnya melempar kan lentera ke sembarang arah dan dengan wajah pucat.


" Pu-pu... ", ucap pelayan yang kedua, yang melihat wajah Putri Zuna, dengan tergagap karna sangat kaget


" Apa maksudnya? ", tanya si pelayan yang ketiga.


"A- aku melihat Pu-putri Zuna ", jawab pelayan kedua itu.


" Apa bagaimana bisa ayo kita segera bawa Putri Zuna agar segera diobati oleh dokter kerajaan", ucap pelayan yang kesatu


Saat ingin menggendong nya mereka membalik tubuh Putri Zuna, dan betapa terkejutnya mereka melihat dara yang ada disekita mulut Putri Zuna.


Lalu dengan berjalan terburu buru membawa Putri Zuna ke istana Golnight, untuk segera melaporkan kejadian ini kepada sang raja, tahukah bahwa ke tiga pelayan itu adalah pelayan Istana Colnight, yang saat kecil mengasuh Putri Zuna dan Putri Zana, namun mereka dipindahkan menjadi pelayan umum, dan tidak pernah mengasuh Putri Zuna dan Putri Zana lagi, mereka adalah , Lily, Efni, Vein.


Flashback Putri Zana


Saat ini Putri Zana masih sedang tertidur dan tak lama ia juga merasakan hal yang sama akhir dalam tubuhnya meluap, dan membuatnya juga merasakan sakit yang sama seperti Putri Zuna.


"Aghh ada apa dengan ku, dan cahaya apa ini yang ditanganku, mengapa dadaku terasa begitu sesak", ia melihat sekeliling dan tahu bahwa saat ini ia tak berada di Kerajaan dan ia berjalan dengan menahan rasa sakit ia ingin mencari bantuan, tapi hal yang sama terjadi Putri Zana muntah darah dan ping dan seketika.


Namun tak lama ada orang yang berbaju hitam yang kira kira seumuran Pangeran Carlit, kemudian mendekati Putri Zana, dan menggendong nya membawanya pergi.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like koment vote and rate 5


maaf baru updet tugas dikasih guru banyak amat🤧 , author jadi kewalahan maaf ya🙏🙏


__ADS_2