
Saat Putri Zuna dan Pangeran Albert saling pandang satu sama lain membuat, Putri Zana merasa ingin muntah dan segera pergi meninggalkan tempat itu karna tak tahan akan hal itu, dan dia juga tak mau menggangu orang yang lagi bermesraan.
Kemudian ia pergi berjalan -jalan dan meninggalkan Putri Zuna bersama Pangeran Albert, lalu saat Putri Zana, Sudah sampai di istana Goldnight dimana itu adalah tempat kediaman raja dan ratu, namun sekarang hanya raja sendiri yang berada disana .
Lalu ia melihat sang raja yang sedang berbicara dengan seseorang , yang tak lain dia adalah seorang dokter Kerajaan Ovorland Vil, kemudian Putri Zana mengendap-endap dan bersembunyi untuk mendengarkan percakapan mereka.
Flashback Raja dan Dokter Kerajaan.
"Kau mengatakan bahwa kedua putriku sudah meninggal, tapi kau lihatlah, untung acara pemakamannya belum terlaksana, jika tidak kedua putriku akan mati" , ucap sang raja yang tampak marah.
"Tapi yang mulia hamba sendiri yang memeriksa kedua Putri yang mulia, hamba tidak merasakan nadinya dan nafasnya lagi waktu itu, tapi jika sang Putri masih hidup, itu pasti suatu mukjizat yang mulia", ucap sang dokter.
" Tapi masih ada yang janggal dengan kedua putriku, mengapa ia memiliki sikap yang berbeda, mereka bagaikan orang asing bagiku", ucap sang raja.
"Yang mulia hamba memohon kepada yang mulia untuk tidak terlalu menyiksa Putri Zana dan Putri Zuna, mereka bedua telah lahir dengan fisik yang lemah jika yang mulia selalu menyiksa mereka berdua, maka kemungkinan besar akan mengancam kesehatan mereka dan kemungkinan takkan lama bertahan hidup", ucap sang dokter Kerajaan.
" Aku tak bisa menahan setiap amarahku kepada mereka, karna mereka aku harus kehilangan orang yang sangat ku cintai, andai waktu itu aku bisa memilih, tantu aku memilih Merisa ya dia lah seseorang yang selalu mendukung ku selama hidupku, dalam suka dan duka kami hadapi berdua bersama,tapi akibat ingin melahirkan mereka berdua, mereka sama saja telah membunuhku secara perlahan, hal ini membuatku tak bisa berhenti membenci mereka, ditambah lagi mengapa mereka tak berguna sama sekali", ucap sang raja dengan penjelasan isi hatinya.
Pov Putri Zana
"Degg
Mendengar perkataan sang raja membuat hatiku terasa sakit, setiap katanya menyayat hati ini secara perlahan, aku tak menyangka jika seorang anak yang tak tahu apa apa ini harus menjadi korban kemarahannya, aku tau betapa sakit rasanya kehilangan seorang yang sangat kita cintai, tapi apa salah anak-anak tak berdosa ini.
Dia hanya menjadikan anaknya sebagai pelampiasan amarahnya, sungguh kau tak pantas dipanggil sebagai seorang ayah, untung dari kecil aku tak pernah bertemu dengan ayahku , sungguh miris hidup mu Putri Zana.
Pov Cerita
Tanpa disadari air mata jatuh dipipi Putri Zana, "Aish kenapaaku menangis?, apa ini karna reaksi asli dali pemilik tubuh ini, hah terlalu miris, sudahlah aku jalani saja kehidupan ini", ucap Putri Zana.
Lalu saat melangkahkan kaki ingin pergi, namun Putri Zana malah menginjak ranting kayu.
__ADS_1
" Krakkk
Suara ranting patah yang dapat didengar oleh sang raja dan dokter yang ada disana.
"Siap disana, cepat keluar", teriak sang raja.
" Upsss, ketahuan "gumam Putri Zana
Lalu timbullah ide licik Putri Zana, " meong meong meong", Putri Zana bersuara kucing agar mengelabui sang raja.
"Owh hanya kucing yang mulia", ucap sang dokter.
Sang Raja, hanya membalas nya dengan deheman.
" Huft untung mereka bodoh, sehingga bisa dikelabui hehehe Eliza gitu loh, eeh lupa maksudnya Zana gituloh", ucap Putri Zana dengan membanggakan dirinya.
Saat itulah, Putri Zana memanfaatkan situasi itu untuk meninggalkan raja, namun alhasih saat pergi sang Rajab dapat melihat Putri Zana dan membuat sang raja bingung.
" Hmm baiklah, kau boleh kembali dan beristirahat, dan nanti malam kau datang ke istana Colnight dan periksa keadaan kedua putriku", ucap sang raja sambil berlalu pergi.
Walau sang raja sudah pergi, tapi dokter tersebut tetap memberi hormat"Panjang Umur Sang Mentari Ovorland Vil", ucap sang dokter tersebut.
Lalu saat itu sang raja pergi menuju istana Colnight, untuk memeriksa kedua putrinya.
Flashback Putri Zuna
Masih diposisi yang sama, mereka berdua masih saling menatap dan pada akhirnya Putri Zuna kemudian sadar, dan mencoba menjauhi Pangeran Albert.
"Hmm maafkan say lady, jadi lady sekarang hanya tinggal kita berdua, jadi bolehkah aku memanggilmu rubah kecilku", ucap Pangeran Albert.
Refleks Putri Zuna menatap kearah Pangeran Albert, dengan tatapan tajam" huh!, kau pikir aku rubah ha, lihat baik-baik aku ini ma-nu-sia, ingat ini m-a-n-u-s-i-a, kan sudah kuejakan jadi kau pasti mengerti", ucap Putri Zuna
__ADS_1
Pangeran Albert yang melihat dan mendengar ucapan Putri Zuna membuatnya tertawa"hahahah kau rubah kecil yang sangat lucu, memang kau pikir aku anak kecil berumur 3 tahunan yang perlu kau ajarkan untuk mengejar, lihat baik-baik aku ini sudah berumur 12 tahun, hahaha kau sungguh menghiburku hari ini", ucap Pangeran Albert disertai tawanya.
"Dih, apaan sih, dan dimana kakakku, ga ini semua gara gara mu bebert kakakku meninggalkan ku, aish aku harus menemukannya di Kerajaan yang begitu luas ini", ucap Putri Zuna sambil mengeluh.
" Ha! bebert kau memanggilku dengan sebutan bari lagi", ucap Pangeran Albert
"Hah biarkan,don't care you ", ucap Putri Zuna, sambil berlalu pergi.
Sementara Pangeran Albert hanya tersenyum dan bergumam" kelak kau akan memperdulikan ku rubah kecilku, kita lihat saja"
Flashback Putri Zana
Saat itu Putri Zana sudah berjalan terlalu jauh dan ternyata ia sekarang berada didepan istana strobeast, dimana istana itu tempat untuk para bangsawan berlatih.
Saat tiba didepan istana tersebut membuat Putri Zana penasaran dan pergi memasuki istana, setelah sampai didalam ia melihat Pangeran Carlot yang sedang berlatih berpedang.
"Wah ternyata kau hebat juga ya, aku tak menyangka teknik berpedang mu sungguh bagus", ucap Putri Zana sambil mendekati sang pangeran.
Lalu Pangeran Carlot menoleh kearah sumber suara dan terlihatlah olehnya, Putri Zana, adik kandungnya, ia diam dan menatap lekat wajah cantik itu.
" Mengapa kau menatap ku seperti itu Pangeran Carlot, ah ia apakah kau berpikir aku orang asing, dan yang wajahnya hanya mirip adikmu yang selalu lemah itu", ucap Putri Zana dengan nada meremehkan.
"Apa maksudmu Zana, kau mengapa kau bersikap seperti ini, kau biasanya memanggilku dengan sebutan kakak, tapi sekarang memanggil ku dengan kata" kau", ada apa dengamu Zana", ucap Pangeran Carlot.
"Hah apakah kau merasa tersinggung, jika benar maka aku akan memanggilmu dengan sebutan kakak, jika kau mengalahkan ku dalam pertarungan berpedang bagaimana", ucap Putri Zana.
" Bagaimana munkin aku bertarung dengan mu, jika kau terluka bagaimana", ucap Pangeran Carlot.
"Cih! kau terlalu meremehkanku, mari kita lihat siap yang lebih kuat", ucap Putri Zana, sambil berjalan mengambil pedangnya di tempat senjata.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like koment vote and rate 5 readers tercinta🤧💖💕