TWO TWIN GIRLS

TWO TWIN GIRLS
Bab 5


__ADS_3

Flasback Putri Zana dan Putri Zuna


Di Istana Colnight, dimana Putri Zana dan Putri Zuna dalam keadaan tak sadarkan diri dalam kamar mereka.


Namun selama tak sadarkan diri, mereka berdua secara bersamaan mengalami mimpi yang sama.


Dimana didalam mimpi tersebut mereka, bertemu dengan sang pemilik tubuh yang asli dan menerima mendengarkan setiap cerita dari sang pemilik tubuh asli.


Pov didalam mimpi


Saat ini didalam mimpi, Eliza dan Aliza berada ditempat yang begitu aneh dana sebagian gelap dan sebagian lagi terang bewarna putih.


Saat ini Eliza berada di bagian yang suasana nya begitu gelap gulita.


"Ada apa ini!, aku dimana , mengapa tempat ini begitu gelap, ahh sudahlah tempat ini juga tak terlalu menakutkan bagi ku, dan aku menyukai tempat ini", ucap Eliza.


Lalu Eliza teringat akan saudarinya dan segera berdiri menatap sekeliling dan ia mendapati, ada bagian paling terang bewarna putih dan bercahaya dan terlihat juga Aliza yang ada disana yang sedang tak sadarkan diri, lalu mencoba berlari untuk menghampiri Aliza.


Namun Tiba-tiba


" Bughhhh


Eliza terjatuh saat, hampir menyentuh perbatasan antara hitam dan putih.


"ugh apa apaan ini, mengapa tempat ini memakai pembatas, Aliza! woy bangun, ahh dasar pemalas", ucap Eliza dan berteriak untuk membangunkan Aliza .


".......... ", tak ada respon sama sekali dari Aliza dan membuat Eliza khwatir., lalu Eliza bangkit dan berdiri menatap saudaranya dari sebrang.


" Aliza bangun, kenapa kau tak bangun, apa jangan-jangan kau....., oh tidak bagaimana mungkin aku berpikir kau mati, tidak Aliza tidak jika kau mati aku akan menjadi kakak yang tidak becus, dan tak berguna, Aliza bangun", teriak Aliza kemudian mencoba melewati pembatas itu kembali tapi naas tubuhnya terpental kembali.


Lalu tiba-tiba


"wushhh


ada cahaya yang begitu terang, yang membuat penglihatan, Eliza terganggu, cahaya itu datang dari sebrang pembatasan.


" ugh terlalu terang apa ini? ", ucap Eliza sambil menutup matanya.


Lalu cahaya itu semakin lama semakin redup dan memperlihatkan seorang gadis cantik yang begitu kecil kira kira berumur 7 tahun, gadis kecil itu mendekat Aliza dan saat ingin menyentuhnya, tiba-tiba saja Eliza berteriak.


" Berhenti!, siap kau berani menyentuh saudariku walau kau masih kecil, jangan coba-coba menyakitinya, atu tangan kecil mu itu akan ku potong! ", ucap Eliza dengan nada marah.


"........... " tak ada respon sama sekali dari gadis kecil yang berbaju serba putih itu.


Hal ini membuat Eliza geram dan menggepalkan tangannya.

__ADS_1


"Cih! berani sekali kau mengacuhkan ku, apa kau bosan hidup ha! ", ucap Eliza.


Lalu gadis kecil itu berhenti dan menatap kearah Eliza" ya memang aku sudah mati kakak, kau tak lihat aku, lihat baik-baik wajahku, sama dengan wajah putri Zuna kan, ya akulah pemilik asli tubuh Putri Zuna , maaf juga aku mengganggu kakak tapi aku tak ada urusan dengan kakak, aku hanya punya urusan dengan adik kakak, jadi bisa kah kakak tenang, dan lihat dibelakang mu itulah yang saat ini sedang ingin berurusan denganmu", ucap gadis kecil itu yang ternyata pemilik asli tubuh Putri Zuna.


Lalu Eliza berbalik kebelakang, dan terlihat jelas ada seorang gadis kecil juga tapi berpakaian serba hitam dan begitu cantik, ya dialah pemilik asli tubuh Putri Zana.


"Hai kakak cantik, perkenalkan aku Putri Zana, salam kenal hehehe, kakak cantik juga ya", ucap gadis kecil yang bernama Putri Zana.


" etdah ni anak ramah banget, aku aja gak pernah disambut sama adekku sendiri macam ini, ucap Aliza sambil bergumam.


"Apa yang kakak berbicara kan? " , tanya Putri Zana.


"eh tidak ada jadi apa urusan kau menemui ku, dan sekarang aku dimana , mana tempatnya aneh lagi", ucap Aliza.


" Haha kakak lucu ya, padahal kita berada di alam mimpi kakak , dan ia sih tempatnya aneh, tapi kakak sukakan.


Pov Eliza


Aku melihat wajah gadis kecil ini, membuatku teringat masa kecil ku, dimana pada masa kecilku penuh ke suraman , dan sungguh menyedihkan sekali hidupnya, meninggal di usia yang terbilang muda dan tidak bisa merasakan kebahagian diakhir kehidupannya, itu membuat ku sedih.


Tapi yang kulihat dimatanya ia begitu tampak bahagia, tak ada kesedihan sama sekali, apa aku salah melihat, atau memang benar ia bahagia telah meninggalkan kehidupannya.


Aku tak menyangka jika ada anak kecil yang mengalami kehidupan tragis melebihi diriku, aku merasa kasihan andai aku bisa berbuat sesuatu untuknya.


Pov Cerita


"Kakak tidak papa kan, apakah aku membuat kakak sedih", ucap Putri Zana dengan raut wajah sedih.


Lalu Eliza berjongkok dan menyamakan tingginya dengan gadis mungil yang berada didepannya. " tidak sayang, kakak cuman teringat dengan keluarga kakak, apakah kau tak merindukan keluargamu? ", tanya Eliza kepada Putri zana.


Refleks gadis kecil itu menjauh dan berteriak" TIDAK! aku tidak merindukan keluarga ku, yang selalu menyiksaku , mereka semua adalah monster, lebih baik aku mati dari pada terus berada disana hiks hiks ayahanda begitu kejam padaku hiks, tah apa salahku dan sa-udariku pada ayah handa hiks hiks, ucap Putri Zana sambil menangis tersedu sedu.


Melihat Putri Zana menangis, membuat Eliza merasa bersalah, dan mencoba mendekatinya.


"Adik manis jangan nangis ya nanti cantik nya hilang, ingat masih ada kakak yang menyanyangimu, lupakan semua hal buruk yang menimpamu, jadi sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan padaku? ", ucap Eliza sambil menghibur Putri Zana.


" Hmm, makasih kakak oh ya aku lupa, bahwa sekarang kaulah yang menempati tubuh ku jadi tolong kau buat ayahhanda menyanyangi ku dan balaskan semua dendam kami karna selalu merendahkan kami, aku mohon padamu kakak", ucap Putri zana sambil sambil memohon.


Lalu Eliza berpikir mengenai perkataan gadis kecil itu.


Pov Eliza


Aku berpikir apa aku harus menerima permintaan gadis kecil ini, tapi jika aku tak menerimanya maka dia akan sedih, aku benci jika melihat orang sedih didepanku, apalagi aku juga sudah terlanjur menempati tubuh gadis ini, baiklah demi kebahagiaan nya aku akn menurutinya.


Pov cerita

__ADS_1


Lalu Eliza memegang pundak Putri Zana


"Baiklah sayang kakak akan melakukannya asalkan kau bahagia", ucap Eliza dengan senyuman.


" Makasih kakak, aku akan memberikan setiap ingatanku padamu", ucap Putri 6 sambil memeluk Eliza kemudian menghilang secara perlahan.


Flashback Aliza dan Putri Zuna


"Apakah kakak bersedia untuk melakukan semua ini demi diriku, tolong balaskan dendamku, jika kakak setuju aku akan memberikan semua ingatan ku pada kakak ", ucap Putri Zuna.


Lalu Aliza membalaskan nya dengan menggangguk tanda setuju dan tersenyum.


Itu membuat Putri Zuna bahagia dan memeluk Aliza, kemudian memberikan semua ingatannya kepada Aliza, hal yang sama pun terjadi perlahan Putri Zuna menghilang dan akhirnya lenyap.


Lalu pembatas antara kedua tempat ini hilang, kemudian Eliza dan Aliza keduanya saling menatap.


" Ah tukang tidur udah bangun yak", ucap Eliza dengan nada meledek.


"Paan sih, terserah akulah aku juga yang tidur" ucap Aliza dengan nada ketus


"Eh dasar adek Lucnut, dah lah males meladeni ", ucap Eliza .


Mendengar perkataan Eliza membuat Aliza marah kemudian berdiri dan ingin menghampiri Eliza, tapi tiba tiba saja ada cahaya yang begitu terang dan membuat penglihatan mereka terganggu.


" wushhh


setika cahaya terang menghampiri wahh kedua Putri cantik dari luar jendela dan membangunkan mereka berdua.


"ughh" suara lenguhan Putri Zana dan Zuna secara bersamaan.


Lalu Putri zana bangkit dari tidur, "ah aku ada dimana ini, " ucap Putri zana sambil melihat sekeliling ruangan.


Lalu Putri Zuna juga bangkit dari tidurnya dan kemudian teringat semua kejadian saat raja itu menyerangnya"aghh dasar ayah brengse* , beraninya melawan anak kecil, karang tua apaan itu", teriak Putri Zuna.


Mendengar teriakan Putri Zuna membuat telinga Putri zana sakit, "Hei kau mau membuat alat pendengaran ku rusak, dasar adik lucnut huh " ucap Putri Zana sambil bangkit dan berdiri.


"Eh enak aja manggil aku lucnut, dasar kakak lucnut" ucap Putri Zuna.


"Adik lucnut", teriak Putri Zana.


"Kakak lucnut", teriak Putri Zuna


Mereka pun akhirnya bertengkar dan membuat si pelayan mendengar itu dan menuju ke kamar mereka.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like koment vote and rate 5readers tercinta🤧


__ADS_2