
Paginya,
Banyak orang-orang berkumpul di suatu tempat menunggu gerbang Tanah Kuno terbuka. Berbondong-bondong membawa perlengkapan penuh menghindari pertarungan hidup dan mati merebutkan harta, mereka menggunakan banyak cara untuk mendapatkannya.
Kelompok keluarga kaisar berdatangan satu-persatu dengan prajurit besar seolah-olah ingin berperang di dalam Tanah Kuno. Sontak ini semua menarik perhatian orang-orang, mereka mundur untuk mengalah karena kehilangan niat.
Sementara itu, kelompok putra kaisar membawa seratus prajurit kaisar dengan lima orang pengawal pribadi putra kaisar.
Dengan bendera keemasan membentuk simbol naga membuat semua orang ketakutan, melawan putra kaisar sama dengan menentang kaisar itu sendiri, karena bagaimanapun darah kaisar mengalir di dalam dirinya.
"Perburuan tahun ini akan benar-benar sangat sengit, keluarga kaisar dan keluarga besar menggunakan seluruh prajurit untuk mendapatkan harta yang di incar semua orang termasuk putra kaisar. Meski terlihat seperti sekutu, nyatanya mereka bermusuhan untuk mendominasi kekuasaan masing-masing."
"Sama halnya dengan orang-orang yang berkumpul, mereka berdatangan untuk mendapatkan harta yang berguna di Tanah Kuno. Bagaimanapun, tempat tersebut ada harta dunia yang tertinggal di era perang suci di masa lalu. Dengan harta yang hebat, mereka dapat meningkatkan kekuatan dan dapat mempunyai kesempatan menjadi bawahan Keluarga kaisar."
Tiba-tiba seseorang datang membawa bocah di sampingnya, memutus pembicaraan orang-orang dibawah menarik perhatian seluruh kerumunan orang.
Putra kaisar menoleh kesamping melihat siapa yang bisa menarik perhatian seluruh orang selain dirinya. Pada saat itu, ia melihat Qin Chen orang yang belum ia kenal tengah turun kebawah menginjak bongkahan akar kayu yang terbengkalai.
"Semua orang berkumpul di depan Tanah Kuno? Meski tahu hidup dan mati mereka berada ditangan sendiri, bahkan memasuki tempat ini sangat sulit harus mendapatkan persetujuan dari keluarga kaisar."
"Bocah! Kau datang ke tempat ini, apa kau ingin menjadi salah satu dari sekian banyak orang merebutkan harta dunia?"
"Ho!" Ia menoleh kesamping melihat pria gemuk kekar dengan kapak besar di tangannya tengah menatapnya. "Jika aku tidak ketempat ini, siapa lagi yang berani? Kaisar? Putra Kaisar? Bahkan mereka hanya sampah di mataku, tidak lebih dari barang kualitas rendah. Apa lagi hanya beberapa cecunguk seperti kalian, itu membuatku seperti melihat sekumpulan kotoran."
"Hahaha! Tidak buruk bocah, kau seperti yang dirumorkan oleh orang-orang di kota!"
"Huh! Seberapa terkenalnya aku? Aku sendiri tidak tahu, kesampingkan hal tersebut karena gerbang Tanah Kuno akan terbuka. Mulai dari sana, pengampunan tidak ada lagi hanya ada penghakiman!"
Matanya langsung berubah serius setelah mendengar perkataan Qin Chen, mereka langsung menoleh ke arah gerbang Tanah Kuno dimana mereka semua yang berada di sana karena mendapatkan izin dari salah satu keluarga kaisar.
Entah itu rencana mereka atau hal lainnya, Qin Chen tidak ikut campur dalam hal tersebut terpenting baginya mendapatkan benda itu karena lebih berharga dari apapun di Tanah Kuno.
Tiba-tiba sebuah getaran besar berguncang, dan kilatan petir dari langit turun kebawah membuka gerbang Tanah Kuno.
__ADS_1
Mereka semua yang melihat berteriak keras segera memasuki Tanah Kuno.
Tap ... Tap ... Tap ...
Orang-orang berlarian masuk kedalam, Qin Chen dan Qin Chun Yue masih berdiri disana melihat rombongan putra kaisar masuk kedalam terlebih dahulu karena ia mengetahui tempat tersebut sehingga memudahkannya bagi Qin Chen untuk leluasa.
"Chen Gege ... Apa kita masuk terakhir? Bukankah kata Chen Gege gerbang ini akan tertutup dan akan terbuka saat kita mau keluar saja?"
"Begitukah? Baiklah, kita akan masuk kedalam sekarang dan mencari harta yang aku butuhkan. Tentunya, disana mempunyai banyak harta yang bagus untuk meningkatkan kekuatanmu. Jadi, jangan sia-siakan waktu didalam nantinya."
"Baik Chen Gege, Meimei akan mengikuti apa yang Chen Gege katakan."
"Baguslah bocah, kemarilah."
Qin Chen mengendongnya masuk kedalam agar tidak terpisah karena setiap orang yang masuk kedalam sana akan terpisah ditempat-tempat yang berbeda-beda menghindari pembantai saat masuk kedalam oleh satu pihak.
***
Setelah ia keluar dari gerbang tersebut, ia berada di puncak gunung yang menyapu daratan dibawahnya begitu luas dipenuhi kekacauan perang suci di masa lalu, dimana pepohonan mulai kembali tumbuh dan banyak reruntuhan bangunan dimana-mana.
"Wow! Apa ini bekas perang besar? Kenapa banyak kehancuran di mana-mana, bangunan yang runtuh dan pepohonan banyak yang mati. Untungnya mulai kembali hidup."
Qin Chen hanya diam melihat tempat ini, perang suci sebelumnya berada di Tanah Kuno ini dan berlangsung beberapa ratus tahun berpindah tempat ke Divine Domain Tanah Kekacauan.
Meski begitu, tempat ini menyimpan banyak hal yang tidak dapat ia lupakan. Pengorbanan prajuritnya dan Jendral melindungi dirinya, dan kehidupan yang tak terhitung jumlahnya menjadi korban perang suci.
Mengingat semuanya dalam waktu yang bersamaan, Qin Chen menghela nafas lalu menyentuh kepala bocah disampingnya. "Bocah, ayo kita cari harta terlebih dahulu setelah itu menelusuri tempat-tempat ini."
"Baik Chen Gege!"
Meski sudah lama, namun ia masih mengingat tempat-tempat dimana harta bekas perang berada. Bagaimanapun, ialah orang yang terakhir melihat tempat ini telah menjadi kekacauan primal kuno.
'Sistem apa kau mempunyai sesuatu yang bisa mengambil harta-harta di berbagai belahan dunia?'
__ADS_1
[Ada tuan, apa tuan mau menyewa beberapa pasukan hunter?]
[10 Hunter : 100.000 Poin Sistem.]
"Lakukanlah!"
Ia tidak memperhitungkan lainnya, meski harta di sini tidak terlalu berguna dibandingkan harta-harta yang ia akan ambil. Namun kegunaan mereka bisa dimanfaatkan kedepannya.
[Pembayaran berhasil.]
Tiba-tiba dari bayangan Qin Chen muncul banyak pasukan yang langsung berpencar di berbagai belahan dunia. Mereka tidak mempunyai kekuatan, hanya mempunyai ketrampilan terbang dan menyimpan barang ke sistem.
Karena mereka seorang Hunter!
Qin Chen merasa legah sekarang, karena harta prajuritnya bisa ia gunakan untuk prajurit barunya dan tidak akan membiarkan orang-orang mendapatkan harta tersebut termasuk bahan-bahan kuno.
Mereka menuju daratan dimana harta pertama yang harus Qin Chen dapat karena harta tersebut adalah yang paling berharga dibandingkan harta kedua dan seterusnya.
Ditempat tersebut hanya ada ribuan senjata yang menancap di tanah, dengan mayat-mayat mereka yang hanya meninggalkan kerangka putih tidak berdaging.
Qin Chen membakar mereka membiarkan abu mereka melayang di langit asal dan bisa beristirahat di sana.
Qin Chun Yue melihatnya yang seperti berdoa ikut mendoakan orang-orang disana, meski bangsa mereka adalah iblis namun mereka mempunyai hati seperti manusia, bahkan wujud mereka seperti manusia pada umumnya.
Lalu kemana manusia yang sebenarnya berada? Berada di Domain Tengah, tempat manusia berada dan Kaisar Manusia ada disana.
Kekuatan mereka berada di tingkat yang tinggi, dimana disana adalah tempat Kaisar yang ingin Qin Chen hancurkan sebagai bentuk pengorbanan!
Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan menuju tempat tersebut.
...
*Bersambung ...
__ADS_1