
Dataran Batu,
Ada banyak orang menggunakan karapan untuk pergi menuju kota besar, mereka dari desa maupun kota-kota di sekitarnya. Bertemu di perjalanan membuat rombongan karapan besar dibelakang seolah-olah tengah perang.
Qin Chen sedikit kebingungan dengan semua ini, karena mereka secara bersamaan pergi ke kota seolah-olah ada sesuatu yang penting untuk menghasilkan banyak uang.
"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa mereka semua berbondong-bondong untuk pergi ke kota besar?"
"Apa tuan muda tidak mendengarnya, akan ada kompetisi kekaisaran untuk mendapatkan hadiah utama. Kebanyakan para pedagang memanfaatkan kesempatan ini menghasilkan banyak uang, karena kompetisi ini hanya diadakan beberapa tahun sekali."
"Bisa dikatakan bahwa ini adalah event besar yang menguntungkan bagi para pedagang, menghasilkan uang dari orang-orang dari berbagai kota yang menonton kompetisi di kota."
"Hanya karena kompetisi? Bukankah kompetisi itu dapat mendatangkan bencana? Apa mereka tidak memikirkan hal tersebut?"
"Setiap orang mempunyai pemikiran masing-masing, saya tidak dapat menjawabnya karena saya asli dari kota besar. Jika tuan muda bertanya kepada saya, saya hanya bisa menjawab mereka semua membutuhkan uang."
"Dasar orang bodoh, hanya untuk uang melakukan segalanya."
Ia menggelengkan kepalanya, orang-orang itu mendengar namun tidak menjawab karena nafas Qin Chen seperti tengah mengintai siap menerkam kapapun ia mau.
Matanya tajam seolah-olah tengah melihat seluruh karapan dibawah kelopak matanya, ditambah niat membunuhnya yang luar biasa bisa dirasakan.
Pria tua itu hanya menghela nafasnya, ia tidak tahu seperti apa Qin Chen dan sifatnya karena ia bertemu di pertengahan jalan dan pergi bersama ke kota.
Sekarang mereka berada di daratan kedua dan memasuki pegunungan besar, itu bersalju sehingga banyak monster tipe es disini, seperti serigala es, beruang, naga dan lain sebagainya.
Didepan mereka ada gunung besar, tidak tahu seberapa tinggi karena puncaknya tertutup oleh awan di langit, tidak tahu seberapa luasnya karena ia sendiri tidak dapat melihat luas gunung tersebut.
Seakan ia bersatu dengan langit!
"Setelah melewati gunung ini, lalu hutan terakhir dan sampai ke kota besar. Medan gunung ini sangat berbahaya, ada banyak monster siap menerkam dan es yang siap longsor kapapun."
"Tuan muda tidak hanya kuat tapi juga berbakat dalam menganalisa, gunung ini mempunyai ancaman berbahaya level tinggi. Tidak hanya monster, longsor, dan ilusi kabut yang menyebabkan banyak orang kehilangan arah."
Qin Chen mengamati sekitarnya, sebuah formasi besar menutupi gunung. "Formasi ilusi, membuat pandangan melihat anomali yang tidak seharusnya ada menjadi ada. Begitu, sepertinya gunung ini mempunyai rahasia tersendiri sehingga ada formasi sekuat ini."
__ADS_1
"Apa kita akan melanjutkannya, tuan muda? Karapan dibelakang menunggu instruksi anda yang satu-satunya orang terkuat di karapan ini."
"Lanjutkan, selama karapan saling berdekatan tidak akan terjadi apapun oleh ilusi mata, tetapi ancaman monster dan longsor akan menjadi pertanyaan. Karena itu, tingkatan kewaspadaan mereka untuk mendengar getaran dan suara lolongan serigala."
"Baik tuan muda."
***
Gunung Es,
Masing-masing sisi di selimuti tebing curam yang siap kapanpun menenggelamkan mereka kedalam es abadi. Qin Chun Yue kedinginan, ia memeluk tangan Qin Chen dengan erat menghangatkan tubuhnya dengan kain tebal yang diberikan oleh pria itu.
Qin Chen menyalakan api di ujung jarinya membuat Qin Chun Yue senang karena ada nyala api yang bisa ia gunakan sebagai penghangat.
"Apa kau kedinginan bocah?"
"Benar Chen Gege, disini sangat dingin dibandingkan di kota, bisa-bisa Meimei akan membeku menjadi bongkahan es seperti yang diperjual belikan di kota."
Ia menyentuh tangan Qin Chen karena nyala apinya berada di ujung jarinya.
Secara tiba-tiba raungan serigala menggema di antara es, Qin Chen menoleh ke sisi kanan melihat segerombolan monster serigala es tengah mengejarnya dengan kecepatan tinggi melintasi gunung es.
"Seharusnya mereka tidak dapat menemukan tempat ini, apa di karapan membawa daging yang membuat aromanya terbesar di seluruh gunung?"
"Tunggu, ada satu karapan yang menjula daging!"
Mereka menoleh kebelakang dimana karapan tersebut adalah pusat bencana bagi mereka, karena terdapat daging yang mengundang haus darah para monster serigala akan makanan di gunung es.
Qin Chen menghela nafasnya, karena mereka semua tidak ada berguna.
"Sudahlah, kalian begegas bergerak kedepan terlebih dahulu, monster-monster ini tidak akan sampai ditempat ini dengan waktu singkat. Kesempatan hanya sekali, jadi gunakan kesempatan itu dengan baik."
"Ayo cepat bergerak, jangan biarkan segerombolan serigala menghabiskan kita semua."
Tap ... Tap ... Tap ...
__ADS_1
Kereta kuda bergerak lebih cepat dari sebelumnya, Qin Chen dan pria tua itu bergerak di belakang karena mengikuti instruksi Qin Chen dan ia percaya bahwa Qin Chen dapat mengatasi masalah ini dengan mudah tanpa ada orang-orang disekitarnya.
Qin Chun Yue masih tenang menyentuh tangan Qin Chen karena hangat.
"Pria tua, apa kau tidak takut di bunuh monster-monster sebelumnya? Bagaimanapun, kau dan aku tidak saling kenal satu sama lainnya. Kita bertemu dengan tujuan yang sama, apa kau tidak meletakkan kecurigaan denganku?"
"Aku hanya seorang pria tua tidak mempunyai apapun selain barang dagangan di karapan ini, dan lagi kekuatan yang tuan tujukan sebelumnya sudah menyakinkanku bahwa tuan bukanlah orang biasa dengan kekuatan abadi, melainkan eksistensi yang kuat."
"Mata yang bagus, kau dapat melihat dengan jelas bagaimana kekuatan seseorang, pantas menjadi bos desainer terbaik."
"Hahaha, sekarang bagaimana rencana tuan muda? Saya akan mengikutinya sampai ke kota besar untuk berbisnis."
"Tidak ada, kita hanya perlu bergerak lambat menunggu monster itu tiba ketempat ini, karena bagus untuk mengajari bocah disampingku pengalaman melawan monster dengan tipe es seperti sekarang."
"Apa tidak apa-apa? Karena dia masih kecil untuk berhadapan langsung dengan monster ganas disana!"
"Tidak masalah, karena dia kuat."
"Eh? Chen Gege, apa Chen Gege tengah membicarakan Meimei untuk melawan monster serigala disana? Tapi Meimei kedinginan kalau melawan mereka, jadi Meimei minta libur boleh?"
Qin Chen meliriknya dengan tajam membuatnya ketakutan. "Bocah, kalau kau bisa mengalahkan mereka semua dengan usahamu sendiri, aku akan memberikan nyala api yang bisa kau gunakan untuk menyuling Pil ataupun membakar hutan, contohnya seperti ini."
Api ditangannya berubah biru keemasan membuat Qin Chun Yue kagum.
"Nyala api surgawi, api pohon suci yang bisa membantu menyuling Pil dan memurnikan para demon. Kalau kau mau nyala api ini, kalahkan mereka dan aku akan memberikannya padamu secara gratis."
Matanya tidak dapat mengabaikan hadiah besar dihadapannya. "Baik, Chen Gege harus berjanji untuk memberikan nyala api yang cantik ini."
"Baiklah."
Qin Chun Yue bersiap-siap mengeluarkan panah dan mempersiapkan diri melawan segerombolan monster serigala es dengan jumlahnya 23.
Ia berada di atas karapan mengarahkan panahnya ke arah monster serigala di belakangnya.
...
__ADS_1
*Bersambung ..